Polemik Berenang Bikin Hamil, Jubir Presiden: Hati-Hati Sampaikan Pendapat

News | Senin, 24 Februari 2020 18:32
Polemik Berenang Bikin Hamil, Jubir Presiden: Hati-Hati Sampaikan Pendapat

Reporter : Maulana Kautsar

Ucapan pejabat publik jadi perhatian.

Dream - Juru Bicara Presiden bidang Sosial, Angkie Yudistia berkomentar mengenai pernyataan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa kehamilan bisa terjadi ketika perempuan dan laki-laki berenang di kolam yang sama.

Angkie meminta agar seluruh pimpinan lembaga negara berhati-hati menyampaikan pendapatnya ke publik. Dia mengatakan, agar para pejabat negara menyertakan data apabila berpendapat.

" Kita tentu mendorong agar seluruh pimpinan lembaga negara untuk berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, meskipun mengatasnamakan pribadi," kata Angkie dilaporkan Liputan6.com, Senin, 24 Februari 2020.

" Tentu akan lebih bijak ketika setiap opini yang disampaikan disesuaikan dengan data serta naskah akademik yang baik," kata dia.

Angkie mengingatkan, segala hal yang disampaikan pejabat negara akan langsung menjadi perhatian publik. Untuk itu seorang pejabat harus bisa memperhitungkan setiap ucapan yang akan dilontarkan. 

" Karena apa pun yang disampaikan, otomatis akan menjadi perhatian publik. Kita harus bisa mengukur dampak baik serta akibat buruk dari setiap pernyataan yang dilontarkan ke masyarakat," ucap dia.

2 dari 5 halaman

FaseSubur

Sebelumnya, Komisioner KPAI bidang Kesehatan, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) Sitti Hikmawatty, menyebutkan bahwa kehamilan bisa saja terjadi ketika perempuan dan laki-laki berenang pada sebuah kolam renang yang sama.

Sitti mengatakan, kehamilan yang berindikasi dari kolam renang merupakan contoh dari hamil tak langsung atau hamil tanpa bersentuhan secara fisik.

" Pertemuan yang tidak langsung misalnya, ada sebuah mediasi di kolam renang. Ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat, walaupun tidak terjadi penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, dapat berindikasi hamil," tutur Sitti, Jumat, 21 Februari 2020.

Dia menyebut, kemungkinan ini akan semakin besar terjadi ketika seorang wanita sedang dalam keadaan masa subur.

" Kalau perempuannya sedang fase subur, itu bisa saja terjadi. Kan tidak ada yang tahu bagaimana pria-pria di kolam renang kalau lihat perempuan," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

3 dari 5 halaman

Klarifikasi dari KPAI

KPAI lantas memberikan klarifikasi yang disampaikan langsung oleh Ketua KPAI Susanto. Menurut dia, pemahaman KPAI tidak seperti yang dinarasikan dalam berita.

" Perlu kami sampaikan bahwa pemahaman dan sikap KPAI tidak sebagaimana narasi berita di media online tersebut. Semoga klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpamahaman berita sebagaimana yang beredar," ujar Susanto, Minggu, 23 Februari 2020.

Sitti Hikmawatty juga memberikan klarifikasinya melalui keterangan tertulis. Dia meminta maaf atas pernyataan tersebut.

" Dengan ini saya mencabut statemen tersebut. Ketiga, saya memohon kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau malah memviralkannya," ucap Sitti.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

4 dari 5 halaman

Sebut Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang, Komisioner KPAI Minta Maaf

Dream - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Sitti Hikmawatty memohon maaf atas pernyataannya terkait wanita bisa hamil di kolam renang. Dia pun menyatakan mencabut keterangan tersebut.

" Statement tersebut adalah statement pribadi saya dan bukan dari KPAI. Dengan ini saya mencabut statement tersebut," ujar Sitti, dikutip dari Liputan6.com.

Sitti mengakui pernyataan yang dibuatnya tidak tepat. Dia pun meminta semua pihak tidak menyebarluaskan lebih jauh pernyataan tersebut.

Sebelumnya, KPAI juga memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Sitti yang dikutip media online. Dalam pernyataan tertulis, KPAI menyatakan pernyataan Sitti merupakan pendapat pribadi.

" Perlu kami sampaikan bahwa pemahaman dan sikap KPAI tidak sebagaimana narasi berita di media online tersebut. Semoga klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpamahaman berita sebagaimana yang beredar," kata Ketua KPAI, Susanto.

Pernyataan Sitti mengenai wanita bisa hamil di kolam renang memicu kegaduhan usai dimuat di media online. Susanto menilai narasi di berita tersebut telah menimbulkan kontroversi.

" Narasi berita tersebut menimbulkan kontroversi di media sosial dan masyarakat. Terkait kebenaran narasi berita tersebut, kami konfirmasi kepada yang bersangkutan," terang Susanto.

Sumber: Liputan6.com/Dyah Puspita Wisnuwardani

5 dari 5 halaman

Heboh Tepuk Pramuka 'Islam Yes Kafir No', Ini Respons KPAI

Dream - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan adanya tepuk yel-yel 'Islam-Islam yes, kafir-kafir no' yang terjadi di SD Negeri Timuran, Yogyakarta. Tepuk itu dilakukan ketika kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang dibawa oleh pembina dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Yogyakarta.

Ketua KPAI, Susanto mengatakan, materi kepramukaan seharusnya mengajarkan nilai-nilai kebaikan sesuai dengan apa yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka.

" Nilai-nilai pramuka itu sangat baik utk pembentukan karakter anak. Maka, internalisasi kepramukaan tidak boleh bertentangan dengan Dasa Dharma Pramuka," ujar Susanto kepada Dream, Selasa, 14 Januari 2020.

Susanto berujar, poin pertama Dasa Dharma Pramuka menjunjung tinggi takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maka dari itu, tepuk yel-yel tersebut tidak tepat diajarkan dalam materi kepramukaan.

KPAI juga meminta kepada pembina Pramuka untuk senantiasa mengajarkan anak didiknya bersikap saling menghargai satu sama lain. Bukan memberikan pemahaman yang salah.

" Intinya mesti hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dari peserta didik yang beragama berbeda," kata dia.

Terkait
Join Dream.co.id