Jokowi: Kita Tidak Mudik karena Sayang Keluarga

News | Sabtu, 9 Mei 2020 16:30
Jokowi: Kita Tidak Mudik karena Sayang Keluarga

Reporter : Eko Huda S

Cara ini paling bijak untuk melindungi keluarga di kampung halaman.

Dream – Jokowi terus meminta para perantau untuk tidak mudik ke kampung halaman untuk mencegah penyebaran virus corona. Menurut dia, tidak mudik menjadi pilihan tepat untuk melindungi keluarga di kampung agar tidak tertular Covid-19.

" Tidak mudik adalah cara paling bijaksana untuk melindungi keluarga di kampung," tulis Jokowi di Instagram, @jokowi, Sabtu 9 Mei 2020.

Jokowi menambahkan, tahun-tahun sebelumnya, masa mudik Lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu masyarakat. Banyak orang memendam rindu dan ingin bertemu dengan orang tua, kerabat, serta handai taulan.

" Tapi dunia tengah dicengkeram pandemi Covid-19," tulis Jokowi.

Menurut presiden bernama lengkap Joko Widodo itu, dengan bersabar menahan rindu di perantauan, kita telah mengambil peran dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

" Kita tidak mudik karena kita sayang kepada keluarga," tambah dia.

3 dari 6 halaman

Jokowi: Bulan Mei Kurva Kasus Covid-19 Harus Sudah Turun

Dream - Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh lembaga terkait untuk segera menurunkan kurva kasus Covid-19. Dia meminta kurva harus sudah turun pada Mei 2020 sehingga diharapkan pada Juli sudah masuk fase ringan

" Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai, sesuai dengan target yang kita berikan yaitu kurvanya sudah harus turun dan masuk posisi sedang di Juni, di Juli harus masuk posisi ringan. Dengan cara apapun," kata Jokowi dikutip dari Liputan6.com.

 

Jokowi: Bulan Mei Kurva Kasus Covid-19 Harus Sudah Turun© Dream

 

Menurut Jokowi, tugas itu tak bisa hanya dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Untuk itu, Jokowi meminta seluruh elemen mulai dari jajaran pemerintahan, relawan, hingga partai politik ikut membantu agar Juli 2020 tidak ada lagi kasus infeksi virus corona di Indonesia.

" Saya yakin jika kita bersatu, jika kita disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, semua rencana yang sudah kita siapkan yang lalu bisa mengatasi Covid secepat-cepatnya," ujarnya.

 

4 dari 6 halaman

Minta Menteri Kerahkan Tenaga Tangani Covid-19

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan para menterinya fokus kerja saat ini adalah mengendalikan dan menurunkan kasus corona secepat-cepatnya.

Dia meminta jajarannya mengerahkan seluruh tenaga dan energi untuk mengendalikan serta menangani dampak pandemi Covid-19

" Saya melihat negara yang akan menjadi pemenang adalah negara yang berhasil mengatasi Covid-19," ucap Jokowi.

 

5 dari 6 halaman

Juli, Situasi Ditarget Kembali Normal

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyatakan pemerintah menargetkan masyarakat Indonesia dapat kembali hidup normal pada Juli 2020.

Jokowi kerap meminta aparat lebih tegas terhadap pelanggar aturan terkait Corona.

" Presiden meminta kita semua untuk bisa bekerja lebih keras lagi dan mengajak masyarakat untuk lebih patuh, disiplin, dan aparat supaya lebih tegas, agar pada Juni mendatang kita mampu menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia," tutur Doni.

" Sehingga pada Juli diharapkan kita sudah bisa mulai mengawali hidup normal kembali," sambung Doni.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

6 dari 6 halaman

Jokowi Soroti Pasien Positif Covid-19 Kabur dari Rumah Sakit

Dream - Presiden Joko Widodo meminta agar daerah-daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan penyebaran virus corona (Covid-19) memiliki target yang jelas dan terukur. Misalnya, berapa jumlah tes polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan.

" Setiap daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur, ada targetnya. Misalnya, ada berapa jumlah pengujian sampel yang sudah dilakukan. Tes PCR yang telah dilakukan, apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Senin 4 Mei 2020.

Jokowi juga meminta agar isolasi kepada orang terkait virus corona dievaluasi. Dia melihat masih ada pasien positif Covid-19 bisa kabur dari rumah sakit.

" Kemudian apakah isolasi yang ketat juga sudah dilakukan? Yang PDP masih beraktivitas ke sana kemari," katanya.

" Kemudian juga apakah warga yang berisiko, yang manula yang memiliki riwayat penyakit, komorbid, sudah diproteksi betul," imbuh Jokowi.

Lebih lanjut, dia meminta agar PSBB dievaluasi dan diterapkan secara ketat dan efektif. Sehingga dapat mengurangi penyebaran virus Corona.

" Evaluasi ini penting sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota/kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB," jelas Jokowi.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.

Join Dream.co.id