Terjawab! Ini Alasan Jokowi Tetap Jalankan PPKM Mikro daripada Lockdown

News | Kamis, 24 Juni 2021 08:12

Reporter : Ahmad Baiquni

PPKM mikro masih menjadi pilihan Pemerintah mengendalikan Covid-19.

Dream - Presiden Joko Widodo meminta tidak ada lagi pertentangan antara konsep Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dengan lockdown. Dia menegaskan dua konsep dari program untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 itu memiliki esensi yang sama.

" Saya sampaikan bahwa PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama, yaitu membatasi kegiatan masyarakat. Untuk itu tidak perlu dipertentangkan," ujar Jokowi dalam konferensi pers disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi menegaskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19. Bahkan hingga sampai ke tingkat desa maupun langsung ke akar masalah yaitu komunitas tanpa harus mematikan ekonomi rakyat.

" Jika PPKM mikro terimplementasi dengan baik, tindakan-tindakan di lapangan terus diperkuat, semestinya laju kasus bisa terkendali," kata dia.

Tetapi yang terjadi, kata Jokowi, PPKM mikro belum dijalankan menyeluruh dan masih sporadis. Dia pun meminta para gubernur, bupati, dan wali kota mempertajam penerapan PPKM mikro.

" Optimalkan posko-posko Covid-19 yang telah terbentuk di masing-masing desa dan kelurahan," kata dia.

Terjawab! Ini Alasan Jokowi Tetap Jalankan PPKM Mikro daripada Lockdown
Presiden Joko Widodo
2 dari 5 halaman

Pesan Jokowi

Selanjutnya, Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Dia mengingatkan ancaman Covid-19 sangat nyata.

" Penyakit ini tidak mengenal ras maupun diskriminasi. Setiap orang tidak peduli asal usulnya, status ekonominya, agamanya, maupun suku bangsanya. Semuanya dapat terkena," kata dia.

Selain itu, Jokowi meminta masyarakat yang telah mendapat kesempatan untuk vaksinasi agar segera mengambil. Jangan ada masyarakat yang menolak kesempatan tersebut dan bahkan dianjurkan oleh semua agama.

Vaksinasi saat ini menjadi upaya terbaik dalam mencegah pandemi Covid-19 hingga tercapai herd immunity. Selama belum tercapai, Jokowi menegaskan protokol kesehatan tidak boleh diabaikan.

" Saya minta satu hal yang sederhana ini, tinggallah di rumah jika tidak ada keperluan mendesak," kata Jokowi.

3 dari 5 halaman

Indonesia Kebagian Jatah Vaksin Covid-19 dari Presiden Joe Biden

Dream - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, akan menghibahkan sebanyak 55 juta dosis vaksin Covid-19 dari 80 juta dosis yang dialokasikan hingga akhir bulan ini. Vaksin tersebut dikirimkan ke seluruh penjuru dunia, terutama negara-negara miskin dan berkembang untuk membantu mengatasi pandemi.

Biden mengalokasikan total 80 juta vaksin Covid-19 yang akan dibagikan baik di dalam maupun luar negeri. Gedung Putih menyatakan sebanyak 75 persen dari total dosis yang dialokasikan akan dibagi ke seluruh dunia melalui program vaksinasi global Covid-19 Vaccines Global Access atau COVAX.

Sedangkan 25 persen sisanya akan langsung dibagikan di negara-negara bagian yang membutuhkan. Awal bulan ini, Gedung Putih mengumumkan rencana distribusi pertama sebanyak 25 juta dosis.

" Tujuan kami adalah meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 global, membuat persiapan menghadapi lonjakan dan memprioritaskan tenaga kesehatan dan masyarakat rentan berdasarkan data kesehatan masyarakat, menjalankan langkah terbaik, dan membantu tetangga kita serta negara lain yang membutuhkan," demikian pernyataan Gedung Putih.

 

4 dari 5 halaman

Negara-negara Dapat Hibah Vaksin

Sekitar 41 juta dosis di tahap kedua dari 55 juta dosis ini akan dibagikan melalui COVAX. Dari dosis COVAX tersebut, sekitar 14 juta akan didistribusikan di Amerika Latin dan Karibia, khususnya ke Brasil, Argentina, Kolombia, Peru, Ekuador, Paraguay, Bolivia, Uruguay, Guatemala, El Salvador, Honduras, Haiti, dan Komunitas Karibia lainnya ( CARICOM), Republik Dominika, Panama, dan Kosta Rika.

Sekitar 16 juta dosis alokasi COVAX akan didistribusikan di Asia. Sejumlah negara yang akan menerima alokasi vaksin ini yaitu India, Nepal, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Afghanistan, Maladewa, Bhutan, Filipina, Vietnam, Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos, Papua Nugini, Taiwan, Kamboja dan Kepulauan Pasifik.

Sebanyak 10 juta dosis COVAX akan diberikan ke negara-negara di Afrika. Negara penerima akan dipilih melalui koordinasi dengan Uni Afrika.

Sekitar 14 juta, atau 25 persen dari 55 juta dosis vaksin akan dikirim langsung ke Kolombia, Argentina, Haiti, negara CARICOM lainnya, Republik Dominika, Kosta Rika, Panama, Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Filipina, Vietnam, Indonesia, Afrika Selatan , Nigeria, Kenya, Ghana, Cabo Verde, Mesir, Yordania, Irak, Yaman, Tunisia, Oman, Tepi Barat dan Gaza, Ukraina, Kosovo, Georgia, Moldova, dan Bosnia.
Gedung Putih tidak memberikan angka pasti berapa dosis yang akan dikirim ke masing-masing negara, hanya perkiraan untuk wilayah secara umum.

 

5 dari 5 halaman

AstraZeneca Tak Termasuk

Vaksin yang akan dikirimkan terdiri dari Moderna, Pfizer, dan Johnson & Johnson. AstraZeneca tidak dimasukkan dalam daftar vaksin hibah AS belum mendapat persetujuan dari regulator obat federal.

Gedung Putih tidak lagi berkomitmen untuk memiliki 80 juta dosis yang didistribusikan pada akhir Juni. Hal ini sempat menjadi target yang disampaikan dalam pernyataan Gedung Putih sebelumnya.

" Pengiriman akan dilakukan segera setelah negara-negara siap menerima dosis dan kami bekerja melalui logistik yang kompleks dengan mereka," kata salah satu pejabat di Gedung Putih, dilaporkan CNN.

Join Dream.co.id