Buntut Video Kerumunan Saat Kunker di NTT, Presiden Jokowi Dilaporkan ke Polisi

News | Jumat, 26 Februari 2021 07:01
Buntut Video Kerumunan Saat Kunker di NTT, Presiden Jokowi Dilaporkan ke Polisi

Reporter : Ahmad Baiquni

Pelapor mengklaim laporannya tidak digubris polisi.

Dream - Video kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Maumere, Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 23 Februari berujung pelaporan ke polisi. Jokowi dilaporkan Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan dengan tuduhan menimbulkan kerumunan.

Ketua Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan, Kurnia, menyatakan Jokowi diduga telah melanggar protokol kesehatan saat kunjungan ke Maumere. Dasar tudingan tersebut yaitu video yang beredar di media sosial.

" Sayangnya di tengah gencarnya penegakan program protokol kesehatan ini dalam kegiatan kunjungan kepresidenan di NTT, Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin rakyat malah membuat kerumunan dan abai terhadap protokol kesehatan dengan melemparkan bingkisan dari atas mobil," ujar Kurnia.

Laporan dilayangkan Kurnia ke Bareskrim pada Kamis, 25 Februari 2021 pukul 10.00 WIB. Tetapi, dia mengklaim dihalangi petugas lantaran laporannya tak kunjung digubris.

" Jadi mereka menganggap toh laporan saya sudah diterima ke atas di Tata Usaha dan Urusan Dalam, dikasih stempel. Saya enggak cukup puas, saya mau bikin laporan begitukan," kata dia.

 

2 dari 5 halaman

 Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan melaporkan Presiden Jokowi atas dugaan pelanggaran prokes
© (Liputan6.com/Yopi)

(Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan melaporkan Presiden Jokowi atas dugaan pelanggaran prokes/ Foto: Liputan6.com/Yopi)

Menurut Kurnia, polisi berdalih menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menerima laporan. Tetapi, kata dia, polisi tidak menjelaskan SOP seperti apa yang dijalankan.

" Kalau menurut saya ya argumentasi hukum dengan SOP, kalau hukum itu ya di atas segala-galanya seharusnya," kata dia.

Kurnia juga mengatakan kepolisian akan menghubunginya terkait proses dari pelaporan tersebut. Namun demikian, dia merasa masih tidak puas dengan penjelasan polisi dan menyatakan dugaan pelanggaran protokol kesehatan oleh Jokowi begitu terang benderang.

" Harusnya sudah bisa dilakukan suatu penindakan ini, orang yang memberikan pesan Menko Polhukam sendiri kok sama Presiden," kata dia.

Sebelumnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin membenarkan video tersebut. Menurut dia, rekaman itu terjadi saat Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Maumere, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/2).

" Benar itu video di Maumere. Setibanya di Maumere, Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Napun Gete," kata Bey saat dikonfirmasi, Selasa (23/2).

Dalam video berdurasi 30 detik terlihat Jokowi muncul dari atap mobil untuk menyapa masyarakat.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian menambahkan, kerumunan tersebut tidak dapat dihindari. Walaupun demikian, kondisi tersebut menjadi pelajaran untuk mengelola pengamanan standar protokol kesehatan khususnya untuk Jokowi.

" Itu kan memang sesuatu yang tidak dapat terhindarkan. Mereka sudah lama menanti presiden, ya animonya luar biasa. Jadi ya hal yang tidak terhindarkan," katanya saat dihubungi, Rabu (24/2).

Sumber: Merdeka.com

3 dari 5 halaman

Jokowi Diminta Hentikan Aktivitas Picu Kerumunan

Dream - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Maumere, Nusa Tenggara Timur, Selasa 23 Februari 2021, menuai banyak tanggapan karena menimbulkan kerumunan yang berpotensi terjadinya penularan virus corona.

Epidemiolog, Dicky Budiman, meminta Jokowi menghentikan berbagai kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan. Dia berharap pejabat negara dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mencegah semakin meluasnya penularan Covid-19.

" Kita harus saling mengingatkan dalam kondisi seperti ini, karena perlu keteladanan, kita harus memberi contoh, ini harus kita hindari kegiatan seperti ini ya," ujar Dicky.

Dia berharap pejabat pusat dan daerah dapat menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan. Setidaknya sampai situasi dapat terkendali.

" Yaitu tes positivity rate kita di bawah 5 persen dan tetap menjaga jarak tersebut, ini masih lama," kata dia.

4 dari 5 halaman

Menurut Dicky, terbuka potensi terjadinya penularan dalam kerumunan selama kunjungan Jokowi ke NTT. Bahkan bisa memicu pergantian pola pandemi lantaran terjadinya perpindahan penularan.

" Di tengah situasi yang tidak terkendali itu, NTT ini bisa jadi potensi berikutnya, Indonesia ini kan kepulauan, pola pandeminya berganti, itu bisa lama nanti pandeminya," kata dia.

Selanjutnya, Dicky menilai seharusnya tim Kepresidenan melakukan persiapan sebelum kunjungan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan di masyarakat. Keramaian saat menyambut pejabat negara apalagi Presiden kerap terjadi di masyarakat sehingga seharusnya dapat diantisipasi sejak awal.

" Kewajiban pemerintah pusat atau yang mengkoordinasi kunjungan itu atau pemerintah daerah untuk mengamankan prokes itulah yang suka diangkat pemerintah," kata dia.

Di sisi lain, Dicky juga mengingatkan mengenai keselamatan Kepala Negara. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin Jokowi bakal aman dari Covid-19 setelah divaksinasi.

" Dengan keramaian begitu bukan berarti tidak ada resiko, ini harus dijaga, beliau ini presiden kita, jadi kegiatan seperti itu bukan hanya dalam konteks tidak memberi contoh tapi juga berbahaya untuk presiden, kita harus lindungi presiden kita, walaupun sudah divaksin kan tetap bisa sakit," kata Dicky.

 

5 dari 5 halaman

Sebelumnya beredar video memperlihatkan kerumunan menyambut Jokowi di Maumere. Jokowi tampak menyapa masyarakat dari atap mobil.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, membenarkan adanya video tersebut. Dia menyebut video itu diambil saat kunjungan Jokowi ke Maumere.

" Benar, itu video di Maumere. Setibanya di Maumere, Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Napun Gete," kata Bey.

Menurut Bey, masyarakat sudah menunggu iring-iringan Jokowi di pinggir jalan. Ketika rombongan melambat, masyarakat masuk ke jalan membuat iring-iringan berhenti.

Dia menyebut situasi terjadi secara spontan. Jokowi juga tetap mengingatkan masyarakat untuk memakai masker.

" Kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Join Dream.co.id