Jokowi: 5 Tahun Begitu Singkat untuk Memimpin Negara

News | Sabtu, 19 Oktober 2019 13:36
Jokowi: 5 Tahun Begitu Singkat untuk Memimpin Negara

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Proyek infrastruktur menjadi fondasi pembangunan nasional

Dream - Sabtu 19 Oktober 2019 menjadi hari terakhir kepemimpinan Joko Widodo untuk periode pertama. Presiden yang karib disapa Jokowi itu mengatakan bahwa lima tahun merupakan waktu yang sangat singkat.

" Lima tahun begitu singkat untuk menghela negeri yang besar ini mengejar ketertinggalan, beranjak menuju bangsa yang maju, dan mengurangi ketimpangan antardaerah," tulis Jokowi di Instagram.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut, proyek infrastruktur yang digarap pada periode pertama kepemimpinnya sebagai pondasi pembangunan nasional. " Agar lebih tangguh, produktif, dan merata," ujar dia.

Jokowi mengklaim, masa pemerintahannya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menorehkan keberhasilan di berbagai sektor.

" Inilah sejumlah pencapaian pembangunan dalam lima tahun pemerintahan Jokowi-JK di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya," kata dia.

2 dari 6 halaman

JK: Jokowi Tidak Bisa Dibohongi

Dream - Jusuf Kalla tinggal sehari lagi menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia. Pada 20 Oktober 2019, posisi pria yang karib disapa JK akan digantikan oleh KH Ma'ruf Amin.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai orang nomor dua di Indonesia, JK mengaku akan menghabiskan waktu luangnya bersama cucu.

" Biasa saja, urusan sosial, urusan pendidikan, agama, dan menikmatilah (main) dengan cucu," ujar JK dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 19 Oktober 2019.

Meski besok sudah tidak menjabat sebagai Wakil Presiden, JK mengaku masih bisa berkomunikasi secara intensif dengan Presiden Joko Widodo.

" Siapa bilang berpisah, enggaklah, kita masih di Jakarta. Kan mudah dengan telepon mudah, telepon langsung kan bisa," ucap dia.

JK yang sudah menjabat Wakil Presiden dua periode itu menyatakan, Jokowi merupakan sosok presiden yang tidak mudah dibohongi.

" Beliau mengetahui detail, karena selalu ke bawah, ke daerah. Jadi detailnya sama Beliau, paling mengetahui semuanya, tidak bisa dibohongi," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

3 dari 6 halaman

Pelantikan Presiden-Wapres, Ini Gaji yang Akan Diterima Jokowi-Maruf Amin

Dream – Joko Widodo dan Maruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden hari ini, Minggu, 20 Oktober 2019. Pasangan pemimpin baru ini akan mengembang amanat memimpin Indonesia selama peridoe 2019—2024.

Selain proses pelantikan yang rencananya akan digelar sederhana, salah satu yang tak luput dari perhatian adalah penghasilan yang akan diterima Joko Widodo dan Maruf Amin. 

Merujuk Undang-Undang No. 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, tertulis gaji pokok presiden sebesar 6 kali gaji pokok tertinggi pejabat negeri Indonesia selain presiden dan wakil presiden.

Sementara gaji yang diterima wakil presiden empat kali daripada gaji pokok yang diterima oleh pemimpin lembaga tertinggi.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Anggota Lembaga Tinggi Negara serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi Negara, gaji pokok yang diterima oleh pemimpin lembaga tertinggi, seperti ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), sebesar Rp5,04 juta.

Jika menggunakan ketentuan UU tadi, gaji pokok yang akan diterima presiden adalah sebesar Rp30 juta per bulan, sedangkan wapres mendapatkan Rp20,16 juta.

4 dari 6 halaman

Besaran Tunjangan Presiden dan Wapres

Selain gaji, Jokowi dan Maruf akan mendapatkan tunjangan jabatan per bulan. Sesuai dengan Keputusan Presiden No. 68 Tahun 2001, tunjangan yang diterima presiden sebesar Rp32,5 juta, sedangkan wakil presiden Rp22 juta.

Ditambah dengan tunjangan, total gaji yang diterima oleh presiden sebesar Rp62,74 juta, sedangkan wakil presiden Rp42,16 juta setiap bulannya.

Selain itu, menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden, pasal 3 menyebut bahwa presiden dan wakil presiden akan mendapatkan fasilitas pembayaran biaya yang berhubungan dengan tugas kewajibannya, biaya rumah tangga, serta biaya perawatan kesehatan dan keluarganya.

Pasal 5 UU No. 7 Tahun 1978 mengatakan presiden dan wakil presiden mendapatkan rumah dinas dengan segala kelengkapannya. Dua pemimpin negara juga akan mendapatkan kendaraan dengan pengemudinya.

5 dari 6 halaman

Ada Menteri Lama Dipertahankan Jokowi di Periode II, Siapa Dia?

Dream – Pelantikan Joko Widodo sebagai presiden Indonesia periode 2019—2024 tinggal hitungan hari. Direncanakan pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin akan menjalani proses pelantikan pada Minggu 20 Oktober 2019 jam 14.00 WIB.

Selain momen pelantikan, publik menunggu jajaran kabinet baru yang akan dibentuk pasangan pemimpin baru lima tahun ke depan ini.

Berbicara usai pertemuan dengan pimpinan DPR RI, Presiden memberikan sedikit bocoran tentang jajaran menteri yang akan dipilihnya untuk periode kedua. 

 

 Ada Menteri Lama Dipertahankan Jokowi di Periode II, Siapa Dia?

 

Dikutip dari setkab.go.id, Rabu 16 Oktober 2019, Jokowi memastikn akan ada sejumlah menteri yang tetap dipertahankan. Orang-orang ini akan bersamanya untuk menjalankan pemerintahan pada periode 2019—2024.

“ Ya, ada yang lama,” kata dia setelah menerima pimpinan MPR RI di Jakarta.

Tapi, tak disebutkan siapa saja orangnya.

6 dari 6 halaman

Ada Juga yang `Baru`

Selain orang-orang “ lama”, Jokowi juga akan memasukkan orang-orang baru. Bahkan dia menegaskan anggota kabinet 5 tahun ke depan akan lebih banyak diisi oleh wajah-wajah baru. 

Saat ditanya tentang persentase menteri lama dengan yang baru, Jokowi tak menyebut angka pasti. “ Belum dihitung persentasenya,” kata dia.

Tentang siapa saja orang yang menjadi menteri-menterinya, Jokowi akan mengumumkannya setelah pelantikan presiden. 

Representasi Feminisme Versi Barli Asmara
Join Dream.co.id