Sepekan Jelang Ibadah Haji, Jemaah Isolasi Mandiri

News | Selasa, 21 Juli 2020 14:02
Sepekan Jelang Ibadah Haji, Jemaah Isolasi Mandiri

Reporter : Ahmad Baiquni

Prosesi ibadah haji dimulai pekan depan.

Dream - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan jemaah haji yang telah mendapat izin, saat ini sedang melaksanakan isolasi mandiri. Lama isolasi ditetapkan sepekan jelang dimulainya ritual ibadah haji 1441 H/2020 M.

" Berdasarkan protokol kesehatan yang disetujui untuk ibadah haji, jemaah yang memenuhi persyaratan dan kondisi untuk melaksanakan haji tahun ini melakukan prosedur isolasi mandiri," demikian pernyataan Kementerian Haji dan Umrah Saudi, dikutip dari Alarabiya.

Kementerian Haji dan Umrah menetapkan waktu dimulainya isolasi yaitu Minggu, 19 Juli 2020 waktu setempat. Para jemaah akan mulai menjalankan prosesi haji pada Minggu, 26 Juli.

 

2 dari 5 halaman

Pasukan pengamanan haji (askar) menyatakan Kota Suci Mekah akan dijaga oleh barisan keamanan komprehensif. Petugas akan mencegah siapapun yang hendak masuk ke Mekah tanpa izin.

Jika kedapatan ada yang melanggar, maka dikenakan denda sebesar 10 ribu riyal, setara Rp39,6 juta. Jika pelanggaran dilakukan berulang, denda akan dilipatgandakan.

Sedangkan untuk pengangkut ilegal jemaah haji belum mengantongi izin berhaji, ada beberapa tingkatan hukuman yang akan diterapkan.

Hukuman untuk pelanggaran pertama yaitu penjara 15 hari dan denda 10 ribu riyal, dikenakan per jemaah haji ilegal yang diangkut.

 

3 dari 5 halaman

Jika pelanggaran diulang, pelaku akan dipenjara dua bulan dan denda hingga 25 ribu riyal, setara Rp99 juta. Besaran denda ditentukan dari setiap jemaah ilegal yang diangkutnya.

Apabila pelanggaran diulang untuk ketiga kalinya, hukumannya adalah penjara selama enam bulan dan denda 50 ribu riyal, setara Rp198 juta untuk setiap jemaah yang diangkut.

Jika pelanggar adalah ekspatriat, maka selain menjalani hukuman juga akan dideportasi. Kemudian dilarang masuk kembali ke wilayah Saudi.

Sumber: Alarabiya

4 dari 5 halaman

Bisakah Semua Bahan Makanan Jemaah Haji Dipasok dari Indonesia?

Dream - Menteri Agama Fachrul Razi dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu berkomitmen meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Fachrul dan Anggito di Kemenag.

" Kita harus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaah haji Indonesia," ujar Fachrul, dikutip dari Kemenag.

Fachrul menekankan peningkatan kualitas layanan kepada jemaah haji merupakan kerharusan. Baik layanan bimbingan ibadah, akomodasi, transportasi, maupun konsumsi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Fachrul menilai inovasi harus dijalankan secara berlanjut.

 

5 dari 5 halaman

Kaji Bahan Makanan Katering dari Indonesia

Sebagai contoh soal makanan. Fachrul berharap ke depan bahan makanan untuk jemaah haji bisa didatangkan dari Indonesia.

Dengan begitu, dampak musim haji juga dapat dirasakan oleh petani dan nelayan di Tanah Air. Sedangkan prosesnya, kata Fachrul, bisa dikerjasamakan dengan Kementerian Perdagangan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

" Bahkan lebih bagus lagi kalau kita dapat memanfaatkan hasil olah pesantren yang mengelola pertanian," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Anggito menyerahkan hasil pemeriksaan laporan keuangan BPKH 2019. Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Dirjen PHU Ramadhan Harisman, Direktur Pengelola Keuangan Haji dan Siste Informasi Haji Terpadu Maman Saepulloh, serta Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Khairul Huda Basyir.

Terkait
Join Dream.co.id