Jatim Jadi Provinsi Pertama di Jawa yang Masuk PPKM Level 1

News | Jumat, 17 September 2021 17:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Sembilan kabupaten kota di Jatim sudah level 1.

Dream - Jawa Timur ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai provinsi di Jawa-Bali pertama yang berhasil turun ke PPKM level 1. Penetapan ini berdasarkan data Hasil Asessment Situasi Covid-19 tingkat Provinsi Kemenkes per 14 September 2021 yang dirilis pada 15 September 2021.

Data asessment tersebut juga menetapkan sembilan kabupaten kota di Jatim sudah level 1. Sembilan daerah tersebut yaitu Situbondo, Sidoarjo, Pasuruan, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Jember, Gresik, Banyuwangi.

" Alhamdulillah....terimakasih....terimakasih...terimakasih...tetap waspada disiplin Protkes. Hasil assesmen Kemenkes...tanggal 14 rilis 15 September ....Jatim Provinsi level 1 pertama di Jawa," tulis Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam unggahan akun Instagram pribadinya, @khofifah.ip.

Mengutip laman jatimprov.go.id, Khofifah mengatakan data ini menandakan penanganan Covid-19 di Jatim menunjukkan tren membaik. Ini dilihat dari tingkat kasus terkonfirmasi, tingkat keterisian rumah sakit, tingkat kematian, transmisi komunitas, tingkat testing, tracing dan treatment, serta kapasitas respon.

 

Jatim Jadi Provinsi Pertama di Jawa yang Masuk PPKM Level 1
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Saat Meninjau Proses Vaksinasi Covid-19 (Foto: Instagram @khofifah.ip)
2 dari 6 halaman

Daerah Level 1, 2, dan 3 di Jatim

Tak hanya tingkat Provinsi, Khofifah juga bersyukur terdapat 9 kabupaten/kota di daerahnya yang sudah ditetapkan masuk dalam level 1 sesuai assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya sebanyak 6 kabupaten/Kota dari hasil assesment yang pada 12 September 2021 lalu. 

Daerah-daerah tersebut adalah Kab. Situbondo, Sidoarjo, Pasuruan, Sidoarjo, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Kab. Jember, Gresik, dan Banyuwangi.

“ Alhamdulillah ada 9 kabupaten/kota yang masuk pada level 1 dari hasil assesment Kemenkes RI. Jatim merupakan assesment level 1 kabupaten/kota terbanyak di Jawa dan Bali,” ungkap mantan Menteri Sosial itu.

Beberapa daerah di Jatim lainnya umumnya masih berstatus PPKM Level2 yang tercatat berada di 26 kabupaten/kota. Angka ini meningkat dari hasil assesment sebelum yang berjumlah 19 daerah.

Sementara hasil assesment dari Kemenkes yang dilaksanakan pada 12 September dan 14 September 2021 menetapkan daerah di Jatim yang berstatus PPKM level tutun dari 13 menjadi 3 kabupaten/kota. Ketiga daerah itu adalah Kab. Trenggalek, Bangkalan, dan Kota Blitar.

Dengan pencapaian ini, Khofifah meminta semua pihak dapat mempertahankan capaian assesment serta posisi zonasi level daerah, maupun unsur-unsur lainnya. Tak lupa Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat diminta tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dimanapun berada.

“ Kondisi seperti ini patut kita syukuri saat ini. Jatim sudah bebas zona merah serta pada level 1 assesment Kemenkes RI. Vaksinasi terus kita gencarkan. Namun prokes jangan sampai lengah. Tetap jaga prokes agar kita segera bisa keluar dari pandemi,” pungkas Khofifah.

 

 

3 dari 6 halaman

Dua Hari Berturut-turut, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Bertambah

Dream - Sempat berkurang, pasien Covid-19 masuk Rumah Sakit Darurat bertambah dalam dua hari berturut-turut. Penambahan terjadi pada sejak Kamis hingga Jumat pagi, 16-17 September 2021.

Kepala Penerangan Kogabwilhan-I, Kolonel Marinir Aris Mudian, mengungkapkan sebanyak 11 pasien baru dirawat di RSD Wisma Atlet pada Kamis dan lima pasien baru pada Jumat. Total pasien yang menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet kini menjadi 548 orang.

" Jumlah pasien rawat inap terdiri dari 252 pria, 296 wanita," ujar Aris.

Sejak mulai beroperasi pada 23 Maret 2020, RSD Wisma Atlet telah merawat 127.744 pasien. Dari jumlah tersebut, 127.196 pasien telah keluar dari Wisma Atlet baik karena sembuh maupun dirujuk ke rumah sakit lain.

Jumlah pasien sembuh setelah menjalani perawatan Wisma Atlet sebanyak 125.575 orang. Sementara, 1.027 pasien dirujuk ke rumah sakit lain dan 594 pasien meninggal dunia.

 

4 dari 6 halaman

Data RSKI Pulau Galang

Aris turut melaporkan data penanganan Covid-19 di RSKI Pulau Galang. Hingga Jumat pukul 08.00 WIB, 273 pasien menjalani rawat inap dengan rincian 180 pasien pria dan 93 pasien wanita.

Dibandingkan Kamis, jumlah pasien yang dirawat berkurang lima orang. Sehingga hari ini pasien Covid-19 di RSKI Pulau Galang tercatat sebanyak 278 orang.

Sementara sejak beroperasi pada 12 April 2020 hingga hari ini, total pasien yang dirawat di RSKI Pulau Galang mencapai 16.337 orang. Dari jumlah tersebut, 16.064 pasien sudah keluar.

" Rincian pasien keluar rujuk ke rumah sakit lain 42 orang, sudah sembuh atau membaik 8.724 orang, suspek selesai perawatan 7.297 orang dan meninggal 1 orang," kata Aris, dikutip dari Merdeka.com.

5 dari 6 halaman

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dipuji Sebagai Salah Satu Terbaik Dunia

Dream - Indonesia diklaim masuk dalam jajaran negara dengan penanganan Covid-19 terbaik dunia. Ini dilihat dari kemampuan Indonesia menurunkan kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga 58 persen dalam waktu dua pekan.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan apresiasi tersebut diperoleh dari publikasi situs Ourworldindata.org, John Hopkins University CSSE Covid-19.

" Data yang terakhir diupdate pada 12 September kemarin menyatakan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia diapresiasi sebagai salah satu yang terbaik di dunia karena mampu menurunkan angka kasus hingga 58 persen dalam kurun waktu dua minggu," ujar 

Meski demikian, Nadia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada sebab potensi lonjakan kasus Covid-18 belum hilang. Terlebih varian COvid-19 terus bermunculnya sehingga meningkatkan risiko.

Nadia mengatakan tren positif dalam penanganan Covid-19 terus dipertahankan Indonesia. Indikator ini terlihat dari kecilnya angka kasus harian sejak empat bulan terakhir, yang sampai mencapai angka terendah 2.577 kasus pada awal pekan ini.

" Tren positif di hampir seluruh indikator merupakan salah satu bukti keseriusan kita semua untuk dapat mengendalikan pandemi Covid-19 di negara kita," kata dia.

6 dari 6 halaman

Dorong Masyarakat Ikut Vaksinasi

Tetapi, Nadia mengingatkan upaya terberat adalah mempertahankan tren positif tersebut. Dia pun mengajak masyarakat untuk terlibat dalam vaksinasi, dengan mengikutinya bagi yang belum mendapatkan vaksin.

Pemerintah menjamin vaksin terus tersedia dan didistribusikan ke seluruh daerah. Sehingga vaksin bisa langsung digunakan untuk masyarakat.

Percepatan vaksinasi menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan kesiapan daerah menuju masa transisi. Vaksinasi lanjut usia juga terus ditingkatkan mengingat angka kematian kelompok ini masih tinggi.

" Kami berharap stakeholder terkait, terutama di daerah, untuk menyusun kembali strategi dalam menjangkau populasi rentan seperti lansia, sesuai dengan keunikan masalah di masing-masing wilayah," kata Nadia, dikutip dari Merdeka.com.

Join Dream.co.id