Janji Belaka, Anwar Ibrahim Mengaku Teperdaya Mahathir Mohamad

News | Selasa, 28 Juli 2020 06:12

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Mahathir Mohammad sebelumnya menjanjikan menyerahkan jabatan perdana menteri kepadanya.

Dream - Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim merasa ditipu mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad yang menjanjikan akan menyerahkan jabatan perdana menteri Malaysia kepadanya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Sin Chew Daily, Anwar mengungkap pada awalnya dia sangat yakin Mahathir akan memenuhi janji menyerahkan jabatan.

“ Kami tidak tahu sebelumnya, tapi sekarang jadi sadar,” kata Anwar, seperti dilansir The Star, Senin 27 Juli 2020.

Janji Belaka, Anwar Ibrahim Mengaku Teperdaya Mahathir Mohamad
Politisi Malaysia, Anwar Ibrahim
2 dari 3 halaman

Mahathir Tak Suka Kepadanya

Mahathir diketahui sebelumnya terus mengganti tanggal penyerahan kepemimpinan sampai akhirnya menyatakan dirinya akan mengosongkan jabatan itu sampai pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Namun pada 24 Februari 2020 lalu, Mahathir mengundurkan diri tanpa memberitahu pimpinan koalisi Pakatan Harapan (PH). Hal ini langsung memicu kolapsnya pemerintahan Pakatan Harapan dan membatalkan janji penyerahan kepemimpinan kepada Anwar.

Anwar juga menyinggung soal pihak-pihak yang tak suka dirinya menjadi perdana menteri, termasuk Mahathir. Dia berkali-kali mengatakan Anwar tak cocok dengan jabatan itu karena tak disukai orang Melayu.

“ Banyak miliarder, termasuk orang Melayu kaya yang saya kenal. Saya juga tahu mereka yang korup dan menentang saya. Mereka memainkan kartu rasial dengan mengatakan ‘Anwar bukan orang Melayu, dan dia tidak melindungi orang Melayu’,” katanya.

 

3 dari 3 halaman

Timpakan Kesalahan ke Mahathir

Lebih lanjut Anwar menyebut pengunduran diri Mahathir sebagai penyebab utama runtuhnya pemerintahan Pakatan Harapan yang hanya berusia 22 bulan.

Jika Mahathir tidak mundur, kata dia, Pakatan tetap memimpin pemerintahan saat ini. Dia juga menegaskan semua masalah internal sebenarnya dapat diatasi jika semua pihak terbuka.

“ Faktanya ada pengkhianat di PKR dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (saat itu dipimpin Mahathir). Tapi apakah Anda mengira pengkhianat itu menjamur dalam waktu sepekan? Mereka pasti sudah merencanakan ini sejak lama,” tutur suami Wan Azizah Wan Ismail itu.

(Sah, Sumber: Thestar.com.my)

 

Join Dream.co.id