Penampakan Uang Korupsi Ratusan Miliar, Bisa Tutup Satu Ruangan!

News | Sabtu, 16 November 2019 06:01
Penampakan Uang Korupsi Ratusan Miliar, Bisa Tutup Satu Ruangan!

Reporter : Maulana Kautsar

Disetor ke negara.

Dream - Sebagian dari uang senilai Rp100 miliar itu ditata di atas meja panjang di Gedung Utama Ruang Sasana Pradana, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 15 November 2019.

Jaksa Agung, ST Burhanuddin terkejut dengan jumlah uang tersebut. Dia memegang sebagian uang tersebut.

" Uang yang ada di sini Rp100 miliar, artinya kalau ditumpuk, kita tidak bisa kelihatan yang ada di sini," ujar Burhanuddin.

Uang ratusan miliar itu merupakan milik terdakwa Kokos Leo Lim. Uang itu sebagian dari total denda senilai Rp477.359.539.000 yang harus dia bayarkan ke negara.

Uang pengganti tersebut telah disetor ke kas negara oleh jaksa eksekutor melalui sistem informasi PNBP online atau simponi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dengan kode billing 8201911139235018.

“ Itu yang kami lakukan hari ini,” kata dia.

 

 

2 dari 6 halaman

Menyebabkan Negara Merugi

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Warih Wardono menjelaskan Kokos terlibat kasus korupsi dalam perjanjian kerjasama antara PT PLN Batubara dengan PT Tansri Madjid Energi (PT TME). Korupsi muncul terkait izin pengadaan batubara untuk keperluan PLN.

Saat itu, Kokos menjabat sebagai Direktur Utama PT Tansri Madjid Energi (PT TME).

Atas kejadian itu, negara merugi hingga Rp 477.359.539.000. Pendek kata, MA memvonis Kokos Leo Lim. Selain hukuman penjara, harta milik Kokos dirampas negara.

“ Kokoh Sian sudah kita eksekusi badan, saat ini proses eksekusi terhadap uang pengganti yang diputus oleh MA,” kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahadi

3 dari 6 halaman

Sri Mulyani Cap Direksi BUMN yang Korupsi Sebagai Pengkhianat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengecap para direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan korupsi sebagai aksi pengkhianatan.

" Itu adalah sesuatu yang saya sebut memang selama ini, di Kemenkeu pun, kalau kejadian seperti itu saya anggap itu adalah suatu pengkhianatan," ujar Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.

Menurut Sri Mulyani ulah para koruptor telah menyebabkan muncul persepsi di masyarakat jika perilaku serupa juga dilakukan institusi lain. Mendapat reputasi tersebut tentu akan menjadi tugas berat bagi aparatur negara.

" Buat mereka yang jujur, mereka yang komit, itu merupakan sesuatu penghianat. Jadi, mereka merasa bahwa apa yang telah mereka lakukan dengan baik mudah sekali hancur reputasinya," ucap Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menilai munculnya aksi korupsi yang berulang memicu pertanyaan tentang kemampuan internal institusi dalam mendeteksi perilaku tersebut.

Upaya yang bisa dilakukan pemerintah, lanjut Sri Mulyani adalah memperkuat peranan pengawasan di kementerian, lembaga atau BUMN harus ditingkatkan. Tujuannya untuk menekan perilaku koruptif yang merugikan negara.

" Kalau masing-masing itu kepatuhan internalnya bahkan sampai irjennya, di korporasi pasti ada itu," dia menandaskan.

4 dari 6 halaman

Sri Mulyani Berduka, Kehilangan Sosok Pejabat Hangat di Kemenkeu

Dream - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah berduka. Wanita yang dikenal dekat anak buahnya itu baru saja ditinggal salah satu pegawainya.

Meski hanya pegawai berpangkat eselon 2, Sri Mulyani beserta beberapa jajaran pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyempatkan diri melayat ke rumah duka.

Duka Bendahara Negara itu disampaikannya lewat sebuah unggahan di akun Instagramnya, @smindrawati pada Kamis, 26 September 2019.

"Tadi malam keluarga besar Kementerian Keuangan menerima berita duka atas meninggalnya Ibu Hana Sri Juni Kartika, salah satu pejabat eselon dua di @kemenkeuri yang menjabat sebagai Sekretaris Pengadilan Pajak, Sekretariat Jenderal," tulis Sri Mulani.

Menurut Sri Mulyani, pegawainya yang biasa disapa Ibu Hana meninggal dunia akinat sakit kanker yang dideritanya. Selama bekerja, mendiang dikenal sebagai salah satu pejabat yang hangat dalam bergaul dan selalu semangat dalam bekerja mengabdi pada negara.

Karirnya mendiang diawali di Kemenkeu pada tahun 1990. Kala itu Hanna diterima bekerja di Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

Almarhumah memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Diponegoro, gelar LLM dari University of Melbourne pada tahun 1996 dan berhasil memperoleh gelar Doktor di Universitas Diponegoro pada tahun 2013.

"Doa kami semua agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan serta kesabaran," ujarnya.

      View this post on Instagram

Tadi malam keluarga besar Kementerian Keuangan menerima berita duka atas meninggalnya Ibu Hana Sri Juni Kartika, salah satu pejabat eselon dua di @kemenkeuri yang menjabat sebagai Sekretaris Pengadilan Pajak, Sekretariat Jenderal. Ibu Hana meninggal setelah menderita sakit kanker yang dideritanya. Kami berduka cita dan kehilangan salah seorang pejabat yang dikenal hangat dalam bergaul dan selalu semangat dalam bekerja mengabdi pada negara. Karirnya di Kementerian Keuangan berawal pada tahun 1990 di Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Almarhumah memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Diponegoro, gelar LLM dari University of Melbourne pada tahun 1996 dan berhasil memperoleh gelar Doktor di Universitas Diponegoro pada tahun 2013. Atas nama negara dan seluruh jajaran Kementerian Keuangan, saya menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga Ibu Hana, suami dan putra putrinya. Doa kami semua agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan serta kesabaran. Jakarta, 26 September 2019

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on 

5 dari 6 halaman

Cerita Menkeu `Ditodong` Permintaan Bocah SD

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan “ surat cinta” yang dikirimkan oleh anak-anak SD. Ada 10 surat terpilih yang ditujukan untuk orang nomor satu Kementerian Keuangan itu yang didapat dari kegiatan Kemenkeu Mengajar pada Oktober 2017.

“ Suatu kebanggaan dan keharuan buat saya untuk menjawab satu per satu surat tersebut. Sebagai calon pemimpin dan penerus tongkat estafet bangsa Indonesia, anak-anak perlu diberikan rasa optimism, diajarkan nilai-nilai kesopanan dan semangat kebangsaaan sedini mungkin,”tulis dia di akun resmi Instagramnya, dikutip Selasa 12 Desember 2017.

Isi sepuluh surat ini beraneka macam. Ada yang memuji kehebatan dan kecantikan Sri Mulyani. Ada yang meminta dia untuk mendoakan sang pengirim agar bisa menjadi dokter/menteri.

Namun unggahan dari seorang siswi SDN Menteng 03 paling menarik perhatian. 

6 dari 6 halaman

Bocah SD Minta Emas dan Pulsa

Lewat secarik kertas, Siswa bernama Fadavi, meminta Sri Mulyani untuk membelikannya emas hingga pulsa senilai Rp200 ribu.

“ Bu Sri Mulyani, saya minta 1 kg emas dan 2 kucing angora, 1 laki 1 perempuan kucing dan pulsa Rp200 ribu Telkomsel ke 0812xxxx,” tulis Fadavi.

 Anak SD minta pulsa sampai emas kepada Sri Mulyani.

Menanggapi surat itu, Sri Mulyani menasihati Fadavi supaya tidak terlalu banyak bermain gawai. Dia juga bertanya emas 1 kg akan digunakan untuk apa. Tak lupa mantan pejabat Bank Dunia itu turut mendoakan anak ini supaya menjadi anak pintar dan bisa membeli emas sendiri.

“ Wah minta 1 kg emas mau dipakai untuk apa Fadavi? Bagus Fadavi suka memelihara kucing, jangan banyak main dengan telpon ya, nanti lupa belajar dan bermain dengan teman. Semoga Fadavi jadi anak pintar dan terus rajin belajar supaya nanti dapat membeli 1 kg emas sendiri,” balas Sri Mulyani.

(Sah)

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id