Deretan Indikator Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja

News | Kamis, 17 Juni 2021 18:17

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Kondisi Jakarta tengah dalam keadaan tidak baik.

Dream - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, kondisi Jakarta tengah dalam keadaan tidak baik. Hal itu dikarenakan kasus Covid-19 di Ibu Kota terus meningkat.

Fadil juga mengimbau masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan demi keselamat diri dan orang-orang terdekat.

" Mari jaga diri, jaga keluarga, supaya taat prokes, supaya kita cepat keluar dari persoalan pandemi ini," katanya.

Berikut sejumlah indikator kondisi Jakarta tidak baik-baik saja:

Deretan Indikator Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 5 halaman

1. Kasus Harian Melonjak

Kasus Corona di DKI Jakarta mengalami lonjakan drastis. Menurut data BNPB pada Kamis, 17 Juni 2021 sore, kasus aktif mencapai 4.144. Merupakan lonjakan tertinggi alias rekor sejak penambahan harian 4.213 pada 7 Februari 2021 lalu. 

Penambahan kasus harian tersebut menyebar di hampir di lima wilayah administrasi. Masing-masing tersebar di Kepulauan Seribu sebanyak 5 kasus, Jakarta Barat 824 kasus, Jakarta Pusat 490 kasus, Jakarta Selatan 932 kasus, Jakarta Timur 1.370 kasus, dan Jakarta Utara 523 kasus.

Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak antara lain Cengkareng 205 kasus, Duren Sawit 189 kasus, Cipayung 177 kasus, dan Jagakarsa 172 kasus.

3 dari 5 halaman

2. Uji Coba Sekolah Tatap Muka Diberhentikan

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara proses uji coba sekolah tatap muka seiring lonjakan kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir pascalibur lebaran. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti dalam kanal YouTube BNPB, Kamis 17 Juni 2021.

" Dengan kondisi saat ini dan hasil rapat bersama antara satgas, kita putuskan saat ini sementara tidak dilanjutkan piloting tatap muka nanti sambil menunggu situasi di DKI Jakarta," katanya.

Dia menjelaskan, keputusan menghentikan proses uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) diambil dari hasil rapat antara dinas terkait. Namun ia tidak menyebutkan sampai kapan proses uji coba dihentikan.

 

4 dari 5 halaman

3. Pemberlakuan WFH 75%

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta perkantoran di Ibu Kota membatasi jumlah pegawai yang bekerja dari kantor berdasarkan data kasus Covid-19 wilayahnya. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 759 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan PPKM Mikro.

" Zona merah work from home (WFH) sebesar 75 persen dan work from office (WFO) sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," kata Anies dalam kepgub yang dikutip Liputan6.com, Kamis 17 Juni 2021.

Sedangkan untuk perkantoran dengan zona oranye dan kuning dapat menyelenggarakan WFH dengan kapasitas 50 persen.

5 dari 5 halaman

4. BOR Capai 77 Persen

Melonjaknya kasus aktif di DKI Jakarta berdampak pada tingkat keteririsan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran. Menurut data pada Kamis, 17 Juni 2021, mencapai 77,49 persen.

Jumlah BOR itu telah melewati ambang batas aman yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebesar 60 persen. Adapun per Kamis, 17 Juni 2021, RSD Wisma Atlet menerima 179 pasien baru, sehingga secara keseluruhan pasien yang dirawat berjumlah 5.370 orang.

" Pasien rawat inap terkonfirmasi positif di Tower 4, 5, 6 & 7 (Perawatan) total 5.730 orang, bertambah 179 orang, semula 5.551 orang," kata Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Airs Mudian, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 17 Juni 2021.

Jumlah tersebut, kata dia, terbagi atas 2.861 pasien pria dan 2.869 pasien wanita.

Sementara itu, data rekapitulasi pasien tower 4, 5, 6, dan 7 terhitung sejak 23 Maret 2020 sampai dengan hari ini totalnya sebanyak 93.578 orang sebagai pasien Covid-19 terdaftar.

Join Dream.co.id