Jafar Umar Thalib, Eks Panglima Laskar Jihad Meninggal Dunia

News | Minggu, 25 Agustus 2019 17:12
Jafar Umar Thalib, Eks Panglima Laskar Jihad Meninggal Dunia

Reporter : Ahmad Baiquni

Dia disebut meninggal karena serangan jantung.

Dream - Eks Panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Thalib meninggal dunia pada Minggu sore, 25 Agustus 2019. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.

Dikutip dari Rakyatku, kabar meninggalnya Jafar datang dari kuasa hukumnya, Achmad Michdan. Dia menyebut Jafar meninggal karena serangan jantung.

Jafar baru saja bebas dari vonis lima bulan penjara pada 28 Juli 2019. Dia dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus kekerasan oleh Pengadilan Negeri Makassar pada 16 Juli 2019.

Jafar hanya menjalani masa hukuman penjara selama 11 hari. Ini lantaran dia sudah ditahan dalam waktu lama.

Kasusnya bermula ketika Henock Niki, warga Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua memutar lagu kerohanian dengan volume keras pada 27 Februari 2019. Tiba-tiba, dia didatangi tujuh orang pria, salah satunya Jafar.

Jafar menegur Henock karena aktivitasnya mengganggu ibadah di masjid. Polisi mengatakan Jafar memerintahkan dua santrinya yang membawa pedang untuk memotong kabel pengeras suara di rumah Henock.

Kasus itu perujung ke meja hijau. Hingga akhirnya Jafar bersama enam pengikutnya ditangkap dan diadili.

Jafar memiliki rekam jejak panjang kekerasan yang terjadi di Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Panglima Laskar Jihad dan namanya disebut-sebut terlibat dalam kerusuhan Ambon.

 

2 dari 6 halaman

Oknum Aparat yang Rasis ke Mahasiswa Papua Bakal Ditindak

Dream - Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, untuk menindak tegas oknum aparat yang bersikap rasis terhadap mahasiswa Papua.

" Presiden kemarin juga sudah menyampaikan kepada Panglima, kalau memang ada aparatnya yang nyata-nyata melakukan hal seperti itu (rasis) tindak, enggak ada alasan," kata Moeldoko, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 22 Agustus 2019.

Moeldoko menyebut, Jokowi telah memanggil Kapolri, Panglima TNI, dan Menkopolhukam, Wiranto, untuk membicarakan hal tersebut.

Moeldoko menduga, tindakan rasis itu terjadi lantaran oknum yang tak paham dengan situasi di lapangan.

" Karena ini enggak boleh terjadi. Siapa pun enggak boleh terjadi. Apalagi selaku, walaupun itu oknum ya, jelas-jelas oknum yang tidak memahami situasi lingkungan yang begitu dinamis," ucap dia.

Sumber:Liputan6.com/Lizsa Egeham

3 dari 6 halaman

Kemenkominfo Blokir Akses Internet di Papua dan Papua Barat

Dream - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir layanan data di Papua dan Papua Barat. Keputusan itu dibuat agar proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya bisa lebih cepat.

" Pemblokiran berlaku hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal," kata Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, diunggah laman Setkab, Kamis, 22 Agustus 2019.

Sebelumnya, Kementerian kominfo telah melakukan pelambatan akses atau throttling di beberapa wilayah Papua Barat dan Papua saat aksi massa Senin, 19 Agustus 2019. Beberapa lokasi yang terkena throttling diantaranya, Manokwari, Jayapura, dan beberapa tempat lain.

Pelambatan akses tersebut dilakukan sejak Senin, 19 Agustus 2019 pukul 13.00 WIT. Akses kembali dinormalkan pada 20.30 WIT, usai suasana dianggap sudah kondusif.

“ Dapat kami sampaikan bahwa tujuan dilakukan throttling adalah untuk mencegah luasnya penyebaran hoaks yang memicu aksi,” ucap Ferdinandus.

Ferdinandus meminta masyarakat mengecek kembali kabar dan informasi yang didapat. Dia juga meminta masyarakat tak turut menyebar hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian berbasis SARA.

4 dari 6 halaman

BIN Petakan Aktor Aksi Kerusuhan di Papua

Dream - Badan Intelejen Negara (BIN) telah memetakan aktor aksi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin 19 Agustus 2019.

" Siapa bermain, siapa itu, sudah ada pemetaan. Dan kami antisipasi supaya bisa segera dilakukan peredaan ketegangan," kata Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 21 Agustus 2019.

Wawan mengatakan, BIN sudah sudah melihat gejala kerusuhan ini. Tapi mereka tak ingin gegabah. " Kita semua itu harus menahan dirilah. Artinya tidak gegabah. Semua ini kan ada sensitivitas," ujar dia.

Wawan meminta semua pihak untuk tak asal berkomentar. Sebab, tiap komentar dapat menimbulkan perselisihan pandangan.

" Maka cooling down itu penting," kata dia.

5 dari 6 halaman

Kelompok Provokator

Wawan telah berkoordinasi dengan lembaga lain untuk melaporkan kondisi terkini di Papua.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menyebut ada kelompok yang ingin memancing kerusuhan di Fakfak, Papua Barat.

Kelompok itu, kata Dedi, menyusup di antara para pendemo yang sedang melakukan aksi damai.

" Segelintir orang mencoba memprovokasi. Ya, ada sekelompok kecil saja masyarakat yang mengagitasi situasi," kata Dedi.

Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya

6 dari 6 halaman

Aktivitas Papua Barat Kembali Normal

Dream - Pasca-aksi menolak rasisme yang berujung ricuh, aktivitas warga Kota Sorong, Papua Barat, sudah kembali berjalan normal. Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa.

Dilaporkan Liputan6.com, yang mengutip Antara, jalan utama di depan Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, sudah ramai dengan warga yang melintas.

Sementara itu, aktivitas di Bandara Sorong telah mulai terlihat sejak pukul 06.00 WIT. Kendaraan bebas masuk keluar tanpa dikendalikan karena fasilitas halaman parkir masih rusak.

Di lokasi lain, terpantau waga bergotong royong membersihkan puing kayu dan batu. Material itu sebelumnya digunakan massa untuk memblokade jalan.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Mario Siregar mengimbau warga setempat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi hoaks dan isu yang menyesatkan.

" Mari kita menenangkan diri dan tidak melakukan aksi-aksi yang mengganggu kamtibmas yang pada akhirnya merugikan kita semua selaku warga Kota Sorong," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com

Terkait
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id