Jadi Sorotan, Kementan Beri Penjelasan Soal Kalung Antivirus

News | Minggu, 5 Juli 2020 12:31
Jadi Sorotan, Kementan Beri Penjelasan Soal Kalung Antivirus

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Kalung berbasis eucalyptus atau biasa disebut sebagai daun atsiri telah melalui uji laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Dream - Kementerian Pertanian (Kementan) baru meluncurkan produk yang bertujuan mengurangi penularan virus covid-19 dalam bentuk kalung.

Peluncuran tersebut dilakukan di ruang utama Agriculture War Room (AWR), Jakarta pada Jumat, 8 Mei 2020, yang cukup mengundang perhatian masyarakat.

Kalung berbahasn eucalyptus atau biasa disebut sebagai daun atsiri telah melalui uji laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Terdapat fakta-fakta lain terkait kalung antivirus corona yang telah dirangkum dari Pikiran Rakyat.

2 dari 8 halaman

1. Kalung Virus Corona Berbasis Daun Atsiri

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kalung anti virus corona berbahan atsiri memiliki hasil pengujian eucalyptus terhadap virus influenza, virus Beta, dan gamma corona yang menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen.

" Insyaallah ini akan berhasil. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk takut terhadap virus ini, tetapi kita juga harus terus waspada. Saya berharap inovasi ini bisa cepat dibagikan kepada masyarakat luas," ujarnya.

Kalung virus corona sendiri memiliki tampilan pada kemasan luar berupa lubang, ketika dipakai akan mengeluarkan aroma eucalyptus yang kuat.

Hasil pengujian Balitbangtan menyimpulkan bahwa paling efektif membunuh virus corona yaitu tanaman eucalyptus dengan kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol).

 

 

3 dari 8 halaman

2. Diproduksi Massal Pada Agustus 2020 Mendatang

Kementan rupanya telah membagikan kalung anti virus corona kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan jajaran eselon I Kementerian PUPR.

Produksi kalung anti virus corona secara massal yang akan dilakukan dalam waktu dekat dikonfirmasi pula oleh Kepala Balitbangtan.

" Dalam waktu dekat kita akan kembangkan secara luas sesuai arahan dan presiden dan menteri pertanian," ujarnya.

Kemungkinan besar kalung tersebut akan diproduksi pada Agustus 2020 mendatang agar masyarakat umum dapat memakainya.

4 dari 8 halaman

3. Kalung Hasil Pengembangan Balitbangtan

Menurut Mentan Syahrul Yasin Limpo pada Jumat, 3 Juli 2020 penemuan inovatif itu hasil dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

" Ini antivirus hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih. Dari 700 jenis, satu yang bisa mematikan Corona hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak," ujarnya.

5 dari 8 halaman

4. Banyak Manfaat

Kalung anti virus berbasis atsiri itu dilaporkan dapat membunuh 42 persen virus corona jika dipakai selama 15 menit.

" Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen. Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya," ujar Mentan.

Selain itu, atsiri memiliki sederet manfaat lain yang bersifat antimikroba, menyembuhkan pilek dan masalah pernapasan, meredakan sakit tenggorokan dan perawatan gigi.

Juga bermanfaat untuk infeksi dan luka jamur, obat nyamuk, pereda sakit dan paling penting dari semuanya yakni merangsang kekebalan tubuh. Mentan turut menyebutkan bahwa eucalyptus berfungsi menghilangkan lendir dan mual.

6 dari 8 halaman

5. Produk Tidak Hanya Berbentuk Kalung

Inovasi dari artisiri diproduksi dalam bentuk inhaler, roll on, salep, balsam dan difuser. Mentan menambahkan, pihaknya akan menargetkan korban positif virus corona sebagai pengguna utama produk tersebut.

" Bahkan, Balitbangtan membuat beberapa prototipe eucalyptus dengan nano teknologi dalam bentuk inhaler, roll on, salep, balsam, dan defuser. Kami akan terus kembangkan dengan target utamanya korban terpapar virus Covid-19," kata Mentan.

7 dari 8 halaman

6. Rangkul Perusahaan Swasta

Demi melancarkan produksi massal pada Agustus 2020 mendatang, Kementan RI telah melakukan kerja sama lisensi dengan PT Eagle Indo Pharma di ruang Agriculture War Room, Kementan pada Senin 29 Juni 2020 lalu.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Fadjry Djufry kerja sama itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya permintaan dari jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas terhadap hasil olahan produk eucaliyptus.

" Kita bertemu dengan mitra yang melisensi beberapa produk kita seperti inhaler, roll on dan yang kalung. Produk ini yang paling banyak diminta banyak gubenur dan bupati hampir se-Indonesia, karena ini bisa jadi anti Corona," ujarnya.

8 dari 8 halaman

7. Respon Positif dari Masyarakat

Berdasarkan laporan, hasil uji laboratorium antivirus berbasis eucalyptus yang diluncurkan beberapa waktu lalu oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendapat respons positif dari masyarakat.


Sumber: Pikiran Rakyat

 

 

 

Join Dream.co.id