Jabar Siaga Satu Libur Panjang, Siapkan Swab dan Rapid Test Acak

News | Selasa, 27 Oktober 2020 10:00
Jabar Siaga Satu Libur Panjang, Siapkan Swab dan Rapid Test Acak

Reporter : Ahmad Baiquni

Jabar mengantisipasi lonjakan Covid-19 dari aktivitas mudik dan wisata selama liburan.

Dream - Jawa Barat ditetapkan dalam status Siaga I menghadapi masa libur panjang. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 akibat aktivitas liburan.

Pemerintah Provinsi Jabar akan menerapkan swab dan rapid test acak bagi para wisatawan. Polisi juga bersiaga di sejumlah titik strategis terutama gerbang masuk destinasi wisata mulai Selasa, 27 Oktober 2020.

" Polisi sudah bergerak ke lapangan untuk mengamankan di tol, dipusatkan di Cikopo, penebalan (anggota) di daerah wisata," ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, disiarkan Channel Youtube Humas Jabar.

Ridwan mengatakan, para pemudik dan wisatawan akan di-swab atau rapid test secara acak. Petugas nantinya akan menghentikan setiap kendaraan yang melintas menuju destinasi wisata di Jabar.

" Jangan kaget nanti diberhentikan dengan baik dan sopan oleh tim Satgas dan polisi untuk PCR dan rapid test secara acak. Mudah-mudahan tidak ada yang positif," kata Ridwan.

2 dari 6 halaman

Komitmen Pengelola Tempat Hiburan Diminta

Selain itu, pengelola destinasi wisata diminta berkomitmen menerapkan protokol kesehatan. Pengetesan juga akan dilakukan di sejumlah tempat hiburan malam.

" Saya imbau kepada kafe, restoran, bar, mohon memastikan dari sekarang pengaturan jarak, sirkulasi udara yang ditemukan pelanggaran," ucap Ridwan.

Ridwan menyatakan hasil evaluasi penanganan Covid-19 dari sisi ekonomi mulai membaik. Dia pun meminta kelas menengah untuk rajin berbelanja dan tidak menahan rencana membeli kendaraan.

Data terakhir yang dipegang Ridwan menunjukkan zona merah saat ini hanya berada di Kota Depok. Ini dipicu meningkatnya klaster rumah dan perkantoran.

Lalu, jumlah pelanggar sudah sebanyak 38 ribu. Mayoritas merupakan pelanggaran individu.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 6 halaman

Cegah Penularan Covid-19, Biarkan Ventilasi Terbuka

Dream - Aktvitas di luar ruangan lebih dianjurkan dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Baik berupa pertemuan, rapat hingga pesta pernikahan. Hal ini karena berada di ruangan tertutup bisa meningkatkan risiko penularan.

Bagaimana kalau terpaksa harus berada di dalam ruangan dan bertemu dengan beberapa orang? Pastinya protokol kesehatan harus dilakukan, yaitu mengenakan masker 3 lapis, menjaga jarak minimal 2 meter dan mencuci tangan dengan sabun setelah memegang sesuatu.

Hal yang juga sangat penting adalah perhatikan ventilasi dalam ruangan. Pastikan udara dalam ruangan mengalir, karena aliran udara yang buruk dapat meningkatkan risiko paparan Covid-19.

Dikutip dari Hindustan Times, menurut penelitian yang dilakukan Scientific Advisory Group for Emergencies (SAGE). Studi dari tim Universitas Cambridge pada bulan September 2020 lalu menemukan peningkatan risiko paparan virus dari sistem ventilasi di gedung perkantoran modern, yang dirancang untuk menjaga suhu tetap nyaman dan meningkatkan efisiensi energi.

 

4 dari 6 halaman

Para ahli SAGE mengatakan dalam sebuah makalah ventilasi merupakan faktor penting dalam mengurangi risiko penularan secara aerosol. Aktivitas yang dapat menghasilkan aerosol tingkat tinggi (bernyanyi, ucapan keras, aktivitas aerobik) cenderung menimbulkan risiko terbesar. Pada beberapa ruang bahkan ventilasi yang ditingkatkan mungkin tidak sepenuhnya mengurangi risiko ini.

Bila harus berada dalam ruangan dan bertemu dengan banyak orang, CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat menyarankan untuk meningkatkan sirkulasi udara luar ruangan sebanyak mungkin dengan membuka jendela dan pintu jika memungkinkan, dan menggunakan kipas angin.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 6 halaman

Jokowi Minta Libatkan Ormas Keagamaan: Agar Umat Yakin Kehalalan Vaksin Covid-19

Dream - Jokowi meminta para menteri melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk menyosialisasikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Ormas diharapkan bisa menjelaskan serta meyakinkan umat soal manfaat dan kehalalan vaksin virus corona.

" Libatkan dari awal majelis dan organisasi keagaamaan, MUI, NU, Muhammadiyah, ormas-ormas lainnya. Terutama manfaat vaksin dan meyakinkan umat mengenai kehalalan mengenai vaksin," jelas Jokowi saat memimpin rapat terbatas dari Istana Merdeka, Jakarta, sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin 26 Oktober 2020.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu mengingatkan para menteri untuk menyiapkan strategi komunikasi publik saat menjelaskan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi.

Jokowi meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dengan dibantu Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan strategi komunikasi untuk menjelaskan manfaat vaksin Covid-19.

" Sehingga tidak terjadi disinformasi dan penyebaran berita hoaks dari berbagai platform di berbagai media yang ada," kata Jokowi.

6 dari 6 halaman

Keamanan Vaksin

Jokowi meminta menterinya memastikan keamanan vaksin corona dengan memeperhatikan data-data science dan kesehatan.

Pasalnya, hal ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah melakukan vaksinasi.

" Keamanan itu artinya kalau disuntik itu betul-betul memang sudah melalui sebuah tahapan-tahapan uji klinis yang benar. Karena kalau tidak, ada satu saja yang masalah, nanti bisa menjadikan ketikdakpercayaan masyarakat akan upaya vaksinasi ini," tutur dia.

Join Dream.co.id