Sedih.. Istri Kejar Ambulans Pembawa Jasad Suami Korban Corona

News | Jumat, 21 Februari 2020 18:02
Sedih.. Istri Kejar Ambulans Pembawa Jasad Suami Korban Corona

Reporter : Maulana Kautsar

Sang suami adalah Liu Zhiming, direktur rumah sakit di Wuhan, China, yang meninggal karena telah bekerja keras merawat korban virus corona atau Covid-19.

Dream - Istri Liu Zhiming, direktur rumah sakit di Wuhan, China, tampak menangis karena ambulans membawa jenazah suaminya ke krematorium. Video adegan yang menyedihkan ini dibuat perawat Cai Liping.

Dilaporkan The Sun, video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang perempuan yang meraung haru. Dia mengejar ambulans yang bergerak pelan keluar dari rumah sakit Tongji Wuhan, Selasa, 18 Februari 2020.

Ambulan tersebut disebut menuju ke Yusunshan Crematorium. Liu meninggal pekan beberapa hari lalu karena terinfeksi virus corona, Covid-19. Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan menyebut Liu bekerja keras merawat pasien Covid-19.

" Sejak epidemi dimulai, kawan Liu Zhiming mengesampingkan keselamatan pribadinya," kata Komisi Kesehatan Kotamadya Wuha.

Para dokter di China berjuang di garis depan pertempuran melawan Covid-19. Mereka kelelahan tanpa henti untuk merawat para korban.

Seorang dokter di rumah sakit Wuhan mengatakan dia tidak berada di rumah dalam dua pekan dan pasien yang marah dalam antrian besar telah mengancamnya.

Dia mengatakan, selama pergantian tengah malam baru-baru ini bahwa 150 orang mengantri di klinik rawat jalan tempat dia bekerja.

2 dari 8 halaman

Direktur Rumah Sakit di Wuhan Meninggal Akibat Virus Corona

Dream - Direktur Rumah Sakit Wuhan Wuchang, Chinga, Dr Liu Zhiming, meninggal dunia karena infeksi virus corona, Covid-19. Dia dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 18 Februari 2020 pada pukul 10.30 waktu setempat.

Dilaporkan Straits Times, kepergian Liu menjadi kematian kedua profesi dokter akibat patogen virus Covid-19.

Awal bulan ini, Dr Li Wenliang, meninggal dunia. Li merupakan dokter yang mengabarkan gejala awal wabah Covid-19.

Seperti dalam kasus kematian Li, ada kebingungan dikalangan warganet Cina tentang kondisi Liu pada Senin malam. Departemen Propaganda Partai Komunis menulis di sebuah unggahan media sosial bahwa Liu telah meninggal.

3 dari 8 halaman

Kabar Kematian Sempat Simpang Siur

Tetapi, dalam unggahan berikutnya dia masih hidup. " Menurut kerabat Liu, rumah sakit masih mencoba yang terbaik untuk menyelamatkannya," kata Departemen Propaganda di unggahan kedua. Televisi pemerintah kemudian mengumumkan kematian Liu pada Selasa, 18 Februari 2020.

Saat ini, puluhan ribu pekerja medis telah berjuang untuk menahan penyebaran Covid-19, yang diyakini pertama kali muncul di pasar makanan laut di Wuhan, ibukota provinsi pusat Hubei.

Beijing dituduh menutupi sepenuhnya wabah sindrom pernapasan akut (SARS) pada 2003. Dalam wabah Covid-19 saat ini, Beijing telah menyerukan transparansi.

Seorang pejabat senior kesehatan China mengatakan, bahwa 1.716 petugas kesehatan telah terinfeksi coronavirus dan enam dari mereka telah meninggal pada Jumat, 14 Februari 2020.

4 dari 8 halaman

Pulang dari Malaysia, Warga Palembang Diisolasi Diduga Suspek Virus Corona

Dream - Seorang warga Palembang menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH). Pasien tersebut diduga menjadi suspek virus corona, Covid-19.

Kepala Humas RSMH Palembang, Suhaimi, menjelaskan pasien laki-laku berinisial TH itu merupakan pasien rujukan dari RS RK Charitas Palembang.

Pasien diketahui baru saja pulang ke Palembang setelah pergi ke Malaysia pada 11-15 Februari 2020.

" Dengan diagnosa Febris, suspek Pneumonia dd suspect Covid. Batuk (+/positif), dahak (+/positif), sesak napas (+/positif), GCS 15," kata Suhaimi, dilaporkan Merdeka.com, Selasa, 18 Februari 2020.

Saat ini, kata Suhaimi, tim medis sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisinya. Hasil laboratorium baru diketahui dua hari mendatang.

" Saat ini pasien dirawat di ruang isolasi," kata dia.

Andai hasil laboratorium menunjukkan negatif, pasien kemungkinan tidak memerlukan perawatan dan diizinkan pulang.

Sumber: 

5 dari 8 halaman

China Ciptakan Alat Tes Covid-19, Klaim Bisa Deteksi Virus Corona 15 Menit

Dream - Universitas Nankai China telah mengumumkan terobosan dalam mengembangkan alat pendeteksi virus corona, Covid-19. Alat ini diklaim dapat mengidentifikasi infeksi di antara pasien dalam waktu 15 menit.

Dilaporkan Straits Times, produk pendeteksi virus yang baru, yang disebut alat deteksi antibodi IgM/IgG Novel Coronavirus (2019-nCoV), dikembangkan Universitas Nankai dengan perusahaan biofarmasi. Kartu tes cepat, bagian dari peralatan, dapat mendeteksi virus hanya dalam 15 menit.

Peralatan tes dapat mempersingkat waktu pengujian, menyediakan operasi yang lebih mudah, dan lebih cepat, serta membuat diagnosis tepat terhadap pasien yang diduga mengidap Covid-19. Selain itu, peralatan tes berkorelasi dengan orang-orang yang berhubungan langsung di tempat.

Pekan lalu, Kementerian Sains dan Teknologi China meminta proyek penelitian tentang alat tes cepat untuk virus corona. Kementerian tersebut mengatakan bahwa reagen deteksi asam nukleat saat ini membutuhkan waktu lama dan memiliki operasi yang rumit.

Alat tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pengujian cepat pada pasien yang dicurigai dan mengalami infeksi tanpa gejala. Alat uji Nankai diharapkan akan segera digunakan dalam pencegahan dan pengendalian epidemi.

6 dari 8 halaman

Merinding, Pasien Sembuh Virus Corona Ceritakan Masa-Masa Pengobatan

Dream - Seorang perempuan berusia 47 tahun yang menjalani perawatan intensif di ICU di Singapura karena virus corona, Covid-19, dinyatakan telah pulih, Minggu, 16 Februari 2020.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan, perempuan tersebut diketahui bernama Zhang. Dia merupakan pengidap Covid-19 di Singapura.

Zhang, suami dan putranya, termasuk dalam 92 warga Singapura yang dievakuasi dari Wuhan, China pada 30 Januari 2020.

Selama berada di Wuhan, China, Zhang yang merupakan warga naturalisasi Singapura, tidak memperlihatkan simptom virus corona. Tapi, dilaporkan The Star, gejala Covid-19 mulai terlihat saat, Zhang tiba di Singapura.

Dia mengaku mengalami demam selama observasi kesehatan oleh National Centre for Infectious Diseases (NCID). 

" Saya sangat takut. Tim medis memasukkan selang oksigen ke hidung saya, dan menaikkan levelnya sehingga saya bisa bernapas. Tetapi, paru-paru saya tidak berfungsi dengan baik," kata Zhang.

7 dari 8 halaman

Kepala Merekam Percakapan

Zhang mengingat dengan jelas momen saat mengalami kesulitan bernapas yang luar biasa. Dia bahkan sempat berpikir hidupnya sedang sekarat.

" Saya bahkan berpikir `Apakah saya sekarat`," ujar dia.

" Pada waktu itu, saya tidak bisa bergerak, tetapi pikiran saya bekerja. Saya mendengar percakapan mereka (tim medis) dengan jelas," kata dia.

Seorang dokter perempuan terus memegangi kepalanya dan mengatakan agar tidak khawatir. " Jangan khawatir kami akan memasukkan selang untuk membantumu berpanas," katanya.

Suami Zhang tidak terinfeksi virus. Sementara itu putranya, dinyatakan positif dan terus menjalani pengobatan di NCID. Kondisi sang putra terus membaik dan tidak ditemukan simptom di tubuhnya.

8 dari 8 halaman

Pesan untuk Pasien yang Masih Terpapar

Zhang mengatakan, rasa terima kasihnya kepada staf medis di NCID yang memperlakukannya " seperti keluarga" dan " terus membesarkan hatinya setiap hari" .

Sekarang setelah dia dinyatakan sembuh, Zhang berencana untuk kembali ke kehidupannya sehari-hari.

" Aku hanya ingin kembali ke kehidupanku yang biasa, pergi berolahraga bersama teman-temanku, lalu pemasaran, dan minum kopi. Kemudian di malam hari, menyiapkan makan malam untuk suamiku dan anak-anak. Aku pikir itu akan baik," ujar dia.

Kepada pasien lain yang masih menjalani perawatan, dia berkata, " Kita harus melewati. Kita punya keluarga dan teman. Penyakit ini tidak berarti kematian yang tak terhindarkan.

" Saya memiliki kepercayaan pada tim medis kami dan keterampilan mereka. Saya percaya mereka akan bisa menyelamatkan kami," kata dia.

Terkait
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin
Join Dream.co.id