Innalillahi, Pengasuh Ponpes Ashiddiqiyah KH Noer Muhammad Iskandar Meninggal

News | Minggu, 13 Desember 2020 15:51
Innalillahi, Pengasuh Ponpes Ashiddiqiyah KH Noer Muhammad Iskandar Meninggal

Reporter : Ahmad Baiquni

Kiai Noer meninggal pada Minggu siang.

Dream - Kabar duka datang dari lingkungan pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Ashiddiqiyah Jakarta, KH Noer Muhammad Iskandar, meninggal dunia pada Minggu, 13 Desember 2020.

Kabar ini dibenarkan Ketua PWNU Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah. Kiai Hasan merupakan salah satu menantu Kiai Noer.

" Leres (benar), mohon doanya," ujar Kiai Hasan, dikutip dari NU Online.

Sebelumnya, kabar meninggalnya Kiai Noer tersebar melalui aplikasi percakapan.

" Mohon maaf segala kesalahan murabbi ruhina abah KH Noer Muhammad Iskandar SQ telah kembali kepada Allah SWT pukul 13:41 siang ini beliau ahli surga husnul khatimah insya Allah," demikian bunyi pesan tersebut.

Kiai Noer merupakan ulama terkenal kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur pada 5 Juli 1955. Ulama ini adalah pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Ashiddiqiyah yang telah berkembang dan membuka cabang di sejumlah daerah.

2 dari 5 halaman

Penularan Covid-19 di Pesantren Masih Terjadi

Dream - Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan penularan Covid-19 di lingkungan pesantren masih terjadi hingga saat ini. Sejumlah santri dan kiai tertular Covid-19 dan Kemenag terus mengupayakan pencegahan.

Waryono mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya menekan penyebaran Covid-19 di pesantren seperti mendorong pembelajaran online. Meski begitu, Waryono mengakui ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran daring.

" Tidak semua pesantren berlokasi di perkotaan, keterbatasan jaringan dan kuota internet ditambah santri berasal dari berbagai daerah yang tentu tidak sama dengan lingkungan sekolah biasa. Jadi tidak mungkin kegiatan pembelajaran daring dapat diterapkan secara merata," ujar Waryono.

Waryono mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi pesantren adalah protokol menjaga jarak. Ini karena kamar asrama dihuni lebih dari satu santri, sehingga mereka didorong untuk semakin disiplin memakai masker.

" Ini merupakan tugas berat. Walaupun kyai sudah sering kali mengingatkan untuk menerapkan 3M. Bahkan, tradisi makan bersama sudah ditiadakan walaupun sebelum pandemi tradisi tersebut menjadi kebiasaan sehari hari," ucap Waryono.

 

 

3 dari 5 halaman

Pesantren Terus Berbenah

Dia mengapresiasi pondok pesantren yang terus berbenah dalam rangka mitigasi penyebaran Covid-19 melalui pengetatan protokol kesehatan. Kemenag sendiri telah memberikan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang bisa dimanfaatkan pesantren untuk menyediakan fasilitas pencegahan Covid-19.

" Pesantren juga terus berbenah untuk meminimalisir penyebaran,” tukasnya.

Meski penularan masih terjadi, Waryono mengatakan tingkat kesembuhan di sana juga terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dari sikap para pimpinan pesantren yang cepat, tanggap terkoordinasi dengan gugus tugas setempat.

" Kami mendapat informasi dari Kemenkes, 90 persen lebih pesantren memiliki gugus tugas. Pesantren taat mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dan mengutamakan keselamatan kyai, ustadz, dan santri,” sambungnya.

Waryono menambahkan, gugus tugas Kemenag juga telah memberikan bantuan penanggulangan di sebagian pesantren yang terdapat peristiwa terkonfirmasi positif Covid-19.

" Saya mengimbau seluruh pengasuh pesantren dan pimpinan lembaga pendidikan keagamaan Islam agar lebih ketat lagi dalam melaksanakan protokol kesehatan," ucap Waryono, dikutip dari Kemenag.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

MUI: Sinovac Belum Lengkapi Dokumen Kehalalan Vaksin Covid-19

Dream - Vaksin Covid-19, Sinovac Biotech dari China sudah hadir di Indonesia. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan ada dokumen yang masih belum dilengkapi di vaksin tersebut.

" Hasil auditingnya masih menunggu ada salah satu dokumen dari sinovac diharapkan segera dilengkapi," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam diskusi virtual dengan tema 'Setelah Vaksin Datang', Sabtu 12 Desember 2020.

Ia menuturkan dokumen yang belum dipenuhi itu terkait dengan bahan yang digunakan Sinovac Biotech dalam proses pembuatan vaksin Corona.

Belum diketahui secara pasti mengapa dokumen tersebut belum diberikan Sinovac Biotech, sejak diminta saat audit pada 2 November lalu. Namun, perusahaan itu telah berkomitmen segera memberikan dokumennya.

 

5 dari 5 halaman

Kata Asrorun, MUI memprioritaskan untuk membahas terkait kehalalan vaksin. Begitu juga BPOM juga masih melakukan proses kajian.

" Jangan sampai kemudian, bisa jadi dari sisi ingredients halal, tetapi dia tidak aman, maka tidak boleh digunakan. Maka ini dalam satu tarikan napas, halalan thayyiban ya," .

Sebelumnya diketahui Menko PMK Muhadjir Effendy menuturkan kajian dari badan jaminan produk halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) terkait vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech China telah rampung.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id