Inilah Surat Rasulullah kepada Para Pemimpin Negara

News | Senin, 15 Mei 2017 14:02
Inilah Surat Rasulullah kepada Para Pemimpin Negara

Reporter : Ahmad Baiquni

Surat-surat tersebut berisi ajakan agar para pemimpin negara untuk memeluk Islam.

Dream - Rasulullah Muhammad SAW pernah berkirim surat kepada sejumlah pemimpin negara tetangga. Surat-surat tersebut berisi ajakan agar para pemimpin negara memeluk Islam.

Salah satu pemimpin negara yang dikirimi surat itu adalah Raja Mesir Al Muqawqis pada 6 Hijriyah. Dalam surat tersebut, Rasulullah mengundang sang raja untuk memeluk Islam dan mengatakan jika sang raja menjadi Muslim, maka Allah akan melipatgandakan pahalanya.

 Surat Rasulullah© alarabiya.net

Rasulullah juga mengutip salah satu ayat dalam Alquran, 'Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah.' Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, 'Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).'

 Surat Rasulullah© alarabiya.net

Rasulullah juga mengirim surat kepada Raja Ethiopia, Ashama ibn Abjar; Kaisar Bizantium, Heraclius; Raja Persia, Chosroes; Penguasa Bahrain, Munzir ibn Sawa; Pangeran Yaman, Himyarite Harith; dan Gubernur Syam, Harith Gassani.

Seluruh surat Rasulullah yang ditujukan kepada para penguasa negara untuk memeluk Islam disimpulkan dalam pernyataan: Jika berpaling, Anda menanggung dosa para pengikut Anda.

 Surat Rasulullah© alarabiya.net

Dalam beberapa narasi sejarah, Raja Persia, Chosroes, menyobek surat tersebut. Saat Rasulullah mendengar kabar itu, Rasulullah berjanji akan menghancurkan Chosroes.

 Surat Rasulullah© alarabiya.net

Beberapa surat tersebut kini disimpan di Museum Istanbul, Turki. Sementara Museum Madinah di Arab Saudi menyimpan beberapa lembar surat asli Rasulullah.

Sumber: alarabiya.net

2 dari 3 halaman

Tulisan Bersejarah Peninggalan Zaman Nabi Muhammad Dirusak

Dream - Komisi Turisme dan Peninggalan Nasional (SCTNH) Arab Saudi tengah menyelidiki penghapusan tulisan bersejarah di Gunung Uhud, situs yang berdekatan dengan makam para mujahid yang wafat dalam peperangan paling bersejarah dalam Islam.

Menurut Direktur SCTNH cabang Madinah, Saleh Abbas, penghapusan itu dilakukan oleh orang yang tidak dikenal. Laporan lengkap tentang kasus ini telah disampaikan oleh Presiden SCTNH kepada Pangeran Sultan Bin Salman.

Petugas SCTNH telah mendokumentasikan kerusakan itu melalui sejumlah foto. Mereka akan melakukan upaya penyelamatan tinggalan bersejarah itu, antara lain dengan cara memotong batu yang di permukaannya terdapat tulisan-tulisan zaman Rasulullah tersebut.

“ Ini sulit bagi komisi untuk menunjuk penjaga keamanan pada setiap gunung sehingga ini akan lebih mudah untuk menjaga tulisan-tulisan itu dengan memotong batu yang mengandung tulisan itu,” ujar Abbas, sebagaimana dikutip Dream dari Saudi Gaztte, Selasa 15 Maret 2016.

Sementara, peneliti sejarah Kota Madinah, Abdullah Kabir, mencatat tulisan-tulisan bersejarah tersebut dirusak oleh orang-orangyang tidak bertanggung jawab. Tulisan-tulisan yang dihapus antara lain tentang sumur Al-Mihras.

Tilisan tentang sumur Al-Mihras itu berkisah tentang Ali Bin Abi Talib yang mengambil air dari sumur untuk membersihkan luka Nabi Muhammad SAW yang diderita saat perang. Namun Nabi tidak suka karena air yang diambil itu berbau tidak sedap.

Kabir yakin perluasan bangunan perkotaan di Madinah dekat Al-Mihras membuat tulisan bersejarah di batu-batu tersebut dirusak oleh orang-orang yang tidak peduli dengan pentingnya sejarah dan budaya.

Dia merekomendasikan dibangun pagar di seluruh daerah untuk perlindungan atau memotong batu-batu yang berisi tulisan-tulisan untuk menjaga mereka, sehingga bisa dilihat oleh generasi yang akan datang. 

[crosslink_1]

3 dari 3 halaman

Mukjizat Nabi Muhammad dan Unta Loyo

Dream - Nabi Muhammad memiliki mukjizat. Sejumlah riwayat mengisahkan keistimewaan yang diberikan Allah kepada Rasul selama berdakwah menyebarkan Islam. Salah satunya dikisahkan oleh Jabir bin Abdillah.

Berikut kisah tersebut:

Diceritakan bahwasannya Jabis bin Abdillah RA berkata, “ Saya sedang bepergian dengan Nabi Muhammad SAW, sedangkan unta yang saya naiki payah. Lalu beliau mendoakannya.”

Lalu beliau bersabda, “ Naiklah!” Saya kemudian menaikinya. Maka unta itu menjadi yang terdepan di antara orang-orang.

Kemudian beliau bertanya, “ Bagaimana engkau melihat untamu?”

Lalu saya menjawab, “ Mendapat berkah darimu, wahai Rasulullah.”

Lalu beliau bertanya, “ Apakah engkau mau menjualnya kepadaku?”

Saya merasa malu, padahal unta itu satu-satunya milikku. Lalu saya menjawab, “ Ya.”

Beliau senantiasa menambahiku dan bersabda, “ Boleh engkau naiki sampai ke Madinah.”

Ketika kami sampai di sana, Beliau bersabda kepada Bilal, “ Berikan uangnya kepadanya dan tambahilah kepadanya.”

Suhaili kemudian berkata, “ Hikmah atas pembelian, penambahan harga, dan pengembalian Beliau adalah seperti yang tersurat dalam firman Allah pada surat At Taubah: 111.”

“ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri mereka....”

Dan firman di Surat Yunus: 26:

“ Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya...”

Dan karena firman-Nya pada surat Ali Imran ayat 169:

“ Jangan kamu mengira bahwa orang-orangyang gugur di jalan Allah itu mati...”

Semoga Allah memberi tambahan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya.

*Kisah ini dikutip dari buku “ Mutiara Hikmah Tasawuf” Pustaka Tebuireng, terjemahan dari Kitab An-Nawadir.

Menu Berbuka Puasa Sehat dan Anti Ribet Ala Chef Deny Gumilang
Join Dream.co.id