Kriteria Daerah yang Diizinkan Buka Mall Saat Periode The New Normal

News | Selasa, 2 Juni 2020 10:01
Kriteria Daerah yang Diizinkan Buka Mall Saat Periode The New Normal

Reporter : Arini Saadah

Pembukaan mall dimulai di wilayah zona hijau.

Dream – Meskipun angka kasus pasien positif Covid-19 belum sepenuhnya melandai, pemerintah telah mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi kebijakan The New Normal atau pola kebiasaan hidup baru.

Pembukaan aktivitas perdagangan juga akan dibuka di daerah zona hijau yang telah dinyatakan bebas virus corona Covid-19..

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan pembukaan aktivitas perdagangan memang akan dilaksanakan di daerah dengan angka reproduksi virus kategori Rt < 1. Mengingat ekonomi rakyat harus segera digerakkan.

2 dari 4 halaman

Pembukaan Mall Dimulai di Wilayah Zona Hijau

 Ilustrasi© Pexels

Di Indonesia, sekitar 100 lebih daerah zona hijau di 8 provinsi, yakni Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jambi, DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau. Jumlah zona hijau ini bisa bertambah bisa juga berkurang, tergantung pola hidup dan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Penetapan wilayah zona hijau tersebut telah dievaluasi dan ditetapkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah Setempat. Mendag Agus mengatakan, untuk saat ini daerah yang siap dibuka adalah Semarang, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat yang berada di sekitar Jakarta dengan kontribusi ekonomi yang signifikan.

“ Hal itu berdasarkan hasil analisis trend (KSP) dan analisis per kelurahan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat,” ucap Mendag Agus seperti dilansir dari Liputan6.com.

3 dari 4 halaman

Peraturan Jam Operasioanl dan Batasan Pengunjung

 Ilustrasi© Liputan6.com

Jenis aktivitas perdagangan yang bakal dibuka dalam era new normal meliputi pasar rakyat, toko swalayan termasuk minimarket, supermarket, hypermarket, department store, rumah makan, kafe, toko obat farmasi dan alat kesehatan, mall, atau pusat perbelanjaan, restoran di rest area, salon/SPA, dan tempat hiburan atau pariwisata.

Mendag Agus menyebut, pembukaan aktivitas perdagangan itu disesuaikan dengan fasenya. Yaitu pada fase tertentu, pusat perbelanjaan baru bisa dibuka dengan jam operasional dan jumlah pengunjung yang dibatasi secara bergilir setiap tiga jam.

“ Disesuaikan dengan fasenya. Pada fase tertentu misalnya pusat perbelanjaan baru bisa dibuka dengan jam operasional dan jumlah pengunjung yang dibatasi secara bergilir setiap tiga jam,” ucapnya.

4 dari 4 halaman

Selamatkan Rakyat dan Ekonomi Indonesia

 Ilustrasi© Liputan6.com

Adanya virus corona Covid-19 telah membuat para pelaku usaha gulung tikar. Akibatnya banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan sementara, bahkan juga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Langkah tersebut terpaksa diambil oleh pelaku usaha akibat terhentinya proses operasional secara total akibat pandemic Covid-19.

Tentu saja hal itu berakibat pada pemutusan hubungan kerja besar-besaran, menyebabkan pengangguran, dan juga bermuara pada kemiskinan.

Selain itu, Mendag Agus menambahkan, Covid-19 ini sangat berdampak pada unit-unit usaha kecil, salah satunya para pedagang di pasar rakyat. Akibat wabah, jumlah pedagang diperkirakan menurun sebesar 29 persen. Sedangkan omzet rata-rata pedagang menurun sebesar 39 persen.

“ Pemerintah Indonesia telah bekerja keras melakukan tindakan-tindakan untuk melindungi keselamatan rakyat dan ekonomi Indonesia agar keduanya dapat menjadi pemenang dalam melawan virus corona ini,” pungkasnya.

Join Dream.co.id