Pertama Kali ITB Punya Rektor Perempuan, Reini Wirahaadikusumah

News | Selasa, 21 Januari 2020 06:12
Pertama Kali ITB Punya Rektor Perempuan, Reini Wirahaadikusumah

Reporter : Maulana Kautsar

Reini ingin membawa ITB lebih maju.

Dream - Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki pucuk pimpinan baru dan sekaligus mengukir sejarah di lembaganya. Reini Wirahadikusumah diketahui telah dilantik sebagai rektor baru ITB untuk periode 2020-2025. Reini menjadi perempuan pertama yang menjadi Rektor ITB.

Pelantikan Reini dilaksanakan melalui surat keputusan Majelis Wali Amanat (MWA) ITB nomor 005/SK/I1-MWA/KP/2020 yang diketuai Yani Panigoro.

Reini menyatakan siap membawa ITB bertransformasi sehingga siap menghadapi tantangan perubahan zaman. Strategi transformasi yang dirancang akan dimulai dari fondasi.

Struktur organisasi, katanya, akan diperkuat karena setiap anggota civitas akademika akan berperan sama pentingnya dalam mewujudkan visi ITB yang lebih maju.

" Setelah 100 tahun eksis, kini saatnya memulai kembali membangun kekuatan untuk menjawab tantangan perubahan zaman. Kita susun strategi transformasi untuk 100 tahun yang akan datang," kata Reini, dilaporkan Merdeka.com, Senin, 20 Januari 2020.

2 dari 6 halaman

Harapan Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai keberadaan Reini secara langsung mengangkat kontribusi perempuan di dunia pendidikan yang sebelumnya tak lepas dari peran pahlawan nasional Dewi Sartika.

" Saya mengucapkan selamat kepada Ibu Reini, rektor baru ITB, dan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat saya mengucapkan selamat bertugas," ujar dia.

Selain itu, pria yang akrab disapa Emil itu berharap jajaran kepemimpinan yang baru mampu meningkatkan peringkat ITB di level dunia. Berdasarkan penilaian QS World Rangking, saat ini ITB menduduki peringkat ke-331 dunia.

" Saya titip empat kualitas SDM unggul, yaitu IQ-nya (kecerdasan), EQ-nya (akhlak), SQ-nya (keimanannya), dan fisik," ucap Emil.

Sumber:

3 dari 6 halaman

Jusuf Kalla Raih Gelar Doktor Kehormatan dari ITB

Dream - Mantan wakil presiden, Jusuf Kalla (JK) mendapat gelar doktor kehormatan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pemberian gelar itu dilakukan dalam sidang terbuka di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat.

Ketua Tim Promotor, Prof Abdul Hakim Halim menyebutkan, JK layak mendapat gelar doktor kehormatan atas inovasi peningkatan produktivitas dalam sebuah sistem, baik di pemerintahan dan perusahaan.

" Empat contoh kongkret inovasi yang dilakukan Jusuf Kalla ialah PT Bukaka Teknik dan konversi minyak tanah ke LPG," kata Abdul Hakim, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 13 Januari 2020.

Selain itu, JK juga menggelar bantuan uang tunai dan pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan itu, JK menyampaikan orasi ilmiah dengan judul, Mendorong Produktivitas Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa. Dalam orasinya, mantan Wapres yang mendampingi dua presiden berbeda itu menyebut, kunci kemakmuran suatu bangsa adalah semangat dan produktivitas.

" Negara dengan produktivitas tinggi akan mampu memproduksi barang dan jasa melebihi kebutuhan. Selisih antara apa yang diproduksi dan dikonsumsi memungkinkan mereka melakukan investasi yang pada gilirannya mendongkrak produktivitas dan kemakmuran ke taraf yang lebih tinggi," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Devira Prastiwi)

4 dari 6 halaman

Pesan JK ke Santri Papua: Kalian Akan Jadi Pelopor

Dream - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Nusantara (AFKN) Hafiz Quran dan Hadis di Kampung Bunut, Desa Tamansari, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kunjungan itu, JK berpesan ke para santri asal Papua untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya di pesantren. Sehingga, ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan di tanah kelahiran mereka.

" Untuk itu saya ingin menyampaikan bahwa kalian selama belajar di pondok ini agar belajar dengan serius dan menimba ilmu sebanyak banyaknya selama belajar di Pondok ini," kata JK, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 31 Oktober 2019.

JK, yang didampingi Ustaz Fadlan Garamatan, mengaku baru pertama kali mengunjungi pesantren tersebut. Dia menyebut, beberapa kali ingin menyambangi pesantren itu, namun batal.

" Saya merasa bersyukur karena akhirnya dapat mengunjungi pondok ini, setelah beberapa kali direncanakan," ujar JK.

Pondok pesantren AFKN memiliki santri yang didominasi dari Papua. Sebanyak 95 persen dari 750 santrinya berasal dari Bumi Cendrawasih.

Mereka dididik di pesantren ini secara gratis dan diharapkan kelak kembali ke daerahnya dan menjadi pelopor bagi masyarakat tempat asalnya.

5 dari 6 halaman

Tol Langit Beroperasi, Akses Internet di Papua Makin Cepat

Dream - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan proyek Palapa Ring atau Tol Langit akan memberikan layanan internet dengan kecepatan tinggi.

Pemanfaatan Palapa Ring, kata Rudiantara, akan lebih dirasakan oleh masyarakat di daerah-daerah pelosok.

“ Di Papua kami membangun di 30 kabupaten/kota baru yang tidak ada jaringan tulang punggung atau backbone internet kecepatan tinggi. Jadi, Palapa Ring itu adalah seperti jalan tol untuk internet kecepatan tinggi,” kata Rudiantara diakses dari laman Setkab, Senin, 14 Oktober 2019.

Rudiantara memastikan tol langit secara keseluruhan telah resmi beroperasi.

" Palapa Ring Barat sebetulnya sudah selesai tahun lalu, Palapa Ring tengah sampai di provinsi Maluku sudah selesai di awal tahun,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Tol Langit

 Palapa ringPalapa ring © Istimewa

Dia menyebut, Palapa Ring Timur, ditemukan berbagai hambatan dan tantangan karena kondisi geografis yang tidak menentu. Misalnya, kondisi geografis pegunungan Papua sehingga target penyelesaiannya baru selesai di Agustus 2019.

“ Palapa ring timur ini khususnya yang mencakup Papua, Maluku, NTT sampai ke Kabupaten Rote Ndao, rencana awalnya pada akhir kuartal kedua, namun di Papua kondisi geografisnya tidak memungkinkan kami untuk tepat waktu hingga baru selesai Agustus kemarin,” ucap dia.

Terkait
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id