Kota Pertama di AS dengan Penduduk Mayoritas Muslim

News | Jumat, 30 Juli 2021 08:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Hamtramck kini memiliki 60 persen populasi Muslim.

Dream - Banyak orang mengira kota-kota di Amerika Serikat lebih banyak dihuni oleh umat non-Muslim. Padahal, sebenarnya ada kota yang ternyata umat Islam menjadi mayoritas penduduk di wilayahnya.

Kota itu adalah Hamtramck, dibaca Hemtremik. Lokasinya dekat dengan Detroit di Negara Bagian Michigan.

Hamtramck diakui sebagai kota berpenduduk Muslim terbanyak pertama di AS sejak 2014 lalu. Kebanyakan dikarenakan warganya adalah Muslim pendatang imigran.

Sebelumnya, pada 1970-an kota ini dikenal sebagai tempat tinggal keturunan Polandia dengan populasi hingga 90 persen. Tetapi sejak 2000-an, banyak Muslim berdatangan ke sana dari Yaman, Bangladesh, serta Bosnia.

Dari sensus 2016, penduduk keturunan Polandia hanya tinggal 10 persen. Sedangkan penduduk Muslim meningkat menjadi 60 persen.

 

Kota Pertama di AS dengan Penduduk Mayoritas Muslim
Penduduk Di Hamtramck (Foto: Facebook/CityofHamtramc)
2 dari 3 halaman

Sempat Muncul Isu Akan Terapkan Hukum Islam

Wanita mengenakan burqa sudah menjadi pemandangan biasa. Hebatnya, tidak ada gesekan sama sekali atas dasar agama di kota ini. Nilai toleransinya cukup tinggi, dibuktikan dengan walikotanya yang seorang Nasrani.

Salah satu pemuda kota itu, Shaffwab Ahmed, bercerita proses Hamtramck menjadi kota yang toleran tidaklah mudah. Isu Islamophobia sempat menguat dan menjadi alasan warga keturunan Polandia banyak meninggalkan kota ini.

Kekhawatiran itu semakin meninggi pada 2015, akibat mayoritas kursi Dewan Kota diisi Muslim. Sempat juga muncul isu Hamtramck akan menerapkan hukum Islam.

" Mereka berasumsi bahwa karena kami berada di sini maka bar-bar akan ditutup, hukum Syariah akan diberlakukan, dan lain-lain," kata Ahmed.

 

3 dari 3 halaman

Kota Yang Beragam

Dia mengatakan banyak orang mungkin tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya. Meskipun Dewan Kota diisi lebih banyak Muslim, mereka " tidak melakukan perubahan apa-apa yang membuat kota ini lebih bernuansa Muslim."

Wali Kota Hamtramck, Karen Majewski, wanita keturunan Polandia dan seorang non-Muslim, mengakui sempat ada gesekan ketika kota yang dipimpinnya berubah menjadi tempat tinggal mayoritas Muslim. Meski pada akhirnya, semua orang bisa menerima perbedaan yang terjadi.

" Etnisitas dan keberagaman menjadi ciri khas kota ini," kata dia.

Dia juga mengakui apa yang terjadi saat ini melalui proses yang tidak mudah. Namun, semua terjadi secara alami hingga setiap orang bisa menerima satu sama lain.

" Ada suasana penerimaan seiring berjalannya waktu. Mereka secara perlahan menerima kehadiran Muslim. Dan ini yang membuat kita berpotensi untuk dijadikan kota contoh mengenai interaksi dalam keberagaman," kata Majewski, dikutip dari VOA.

Join Dream.co.id