Ini Aturan Baru Upah Pegawai dan Buruh, Yuk Pelajari

News | Senin, 22 Februari 2021 11:46
Ini Aturan Baru Upah Pegawai dan Buruh, Yuk Pelajari

Reporter : Syahid Latif

Ketentuan pengupahan ini merupakan turunan dari UU Cipta Kerja

Dream - Presiden Joko Widodo menerbitkan beleid baru yang mengatur tentang pengupahan. Payung hukum tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 dan telah ditetapkan pada 2 Februari 2021..

Peraturan tersebut merupakan salah satu turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Aturan yang mengatur soal pengupahan baik pegawai maupun tenaga honorer ini memiliki 86 pasal yang memiliki 11 ruang lingkup. Selain upah, PP ini juga mengatur tentang pengupahan serta sanksi administrasi.

" Arah kebijakan pembangunan sistem pengupahan, menekankan pada aspek perlindungan upah bagi pekerja/buruh untuk mencapai kesejahteraan dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan kondisi perekonomian nasional," tulis penjelasan atas PP tersebut.

 

2 dari 4 halaman

Apa Saja yang Diatur

Kebijakan pengupahan dalam beleid ini meliputi upah minimun, struktur dan skala upah, upah kerja lembur, upah tidak masuk kerja dan atau tidak melakukan pekerjaan karena alasan tertentu.

Ketentuan lain adalah bentuk dan cara pembayaran upah, hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan ipah, dan upah sebagai dasar perhitungan atau pembayaran hak dan kewajiban lainnya.

Nah agar kamu bisa memahami secara utuh, berikut beberapa ketentuan soal upah dari PP tersebut:

 

3 dari 4 halaman

Komponen Upah

Dalam pasal 6 dan 7 dijelaaskan tentang upah yang terdiri atas komponen upah tanpa tunjangan; upah pokok dan tunjangan tetap; upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap; dan upah pokok dan tunjangan tidak tetap.

Besaran upah pokok untuk pegawai yang menerima tunjangan tetap dan atau ditambah dengan tunjangan tidak tetap ditetapkan sebesar 75 persen dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap.

Selain upah, perusahaan juga bisa memberikan insentif, bonus, uang pengganti fasilitas kerja, dan atau uang service pada usaha tertentu.

Upah juga bisa ditetapkan berdasarkan satuan waktu dan ata satuan hasil. Upah berdasarkan waktu ditetapkan per jam, harian, atau bulanan.

 

4 dari 4 halaman

Aturan Upah per Jam, Harian, dan Berdasarkan Hasil

Khusus untuk upah per jam hanya diperuntukkan bagi pekerja/buruh yang bekerja secara paruh waktu. Upah tersebut juga harus disepakati pengusaha dan pekerja/buruh. Formula untuk upah per jam ini dihitung dengan uang sebulan dibagi 126.

" Angka perhitungan upah per jam dapat dilakukan peninjauan apalagi terjadi perubahan median jam kerja pekerja/buruh paruh waktu secara signifikan."

Sementara untuk upah harian perhitungannya dibagi berdasarkan sistem waktu kerja. Untuk pegawai yang bekerja enam hari seminggu, upah sebulan dibagi 25.

Sedangkan perusahaan yang menetapkan sistem kerja lima hari dalam seminggu, upah sebulan dibagi 21.

Untuk pekerja yang mendapatkan upah satuan hasil ditetapkan sesuai dengan hasil pekerjaan yang telah disepakati. Upah ini ditetapkan berdasarkan upah rata-rata 12 bulan terakhir yang diterima oleh pekerja atau buruh.

Join Dream.co.id