Kapal Perang 3 Negara Asing Berlabuh di Jakarta, Ada Apa?

News | Senin, 20 Mei 2019 14:02
Kapal Perang 3 Negara Asing Berlabuh di Jakarta, Ada Apa?

Reporter : Ahmad Baiquni

Selain 3 kapal perang, sebanyak 7 unit pesawat tempur dari Angkatan Laut Perancis mendarat di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda Aceh.

Dream - Dari awal hingga pertengahan Mei, Indonesia kedatangan alat tempur dari empat negara, Australia, Jepang, Amerika Serikat dan Perancis. Mereka datang menggunakan kapal perang dan pesawat tempur teknologi canggih.

Sabtu kemarin, 18 Mei 2019, kapal perang HMAS Canberra (LHD-02) Royal Australian Navy atau Angkatan Laut Australia berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Di hari yang sama, 7 pesawat tempur milik Angkatan Laut Perancis mendarat Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda Aceh. Pesawat ini berangkat menyusuri udara dari kapal induk Charles De Gaule.

Selang beberapa hari sebelumnya, tepatnya Rabu, 8 Mei 2019, armada perang Angkatan Laut Jepang atau Dai-Nippon Teikoku Kaigun, JS Samidare juga berjangkar di Tanjung Priok.

Sementara pada Kamis, 2 Mei 2019, US Navy juga berlabuh di Jakarta dengan USS Blue Ridge. Kapal perang ini dilengkapi alat tempur seperti helikopter dan lain sebagainya.

Kedatangan sejumlah armada tempur ini jadi momen istimewa. Misi apa yang dibawa masing-masing armada tempur ini sehingga berlabuh di Indonesia?

 

2 dari 5 halaman

HMAS Canberra (LHD-02)

Kapal perang ini adalah yang terbesar milik Australia dan dapat memuat helikopter atau pesawat tempur berkemampuan lepas-landas dan mendarat secara vertikal (VTOL).

Bentuknya mirip kapal induk namun ukurannya lebih kecil. Kapal ini dilengkapi landasan pacu pesawat yang menanjak di bagian ujung.

 HMAS Canberra

Kunjungan ini membawa misi penguatan kerja sama antara Australia dengan Indonesia di bidang militer dan keamanan. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari misi muhibah Gugus Tugas Indo-Pacific Endeavour 2019 Angkatan Bersenjata Australia.

Kapal perang ini berlabuh dengan dua kapal perang kelas fregat berpeluru kendali yaitu HMAS Newcastle (FFG 06) dan HMAS Sussex sebagai kapal pendukung. Tetapi, keduanya tidak ikut berlabuh di Tanjung Priok.

" Indonesia dan Australia merupakan mitra yang telah lama bersahabat dan kedua militer tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas persahabatan ini dalam berbagai aspek." ujar Pejabat Royal Austalian Navy, Vice Admiral Michael Joseph Noonan.

3 dari 5 halaman

7 Pesawat Tempur jenis Rafale

Armada tempur milik Angkatan Laut Perancis ini mendarat darurat di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Blangnbintang, Aceh Besar pada Sabtu, 18 Mei 2019. Diduga, pendaratan ini terjadi lantaran base mereka yaitu Kapal Induk Charles De Gaule mengalami cuaca buruk.

Kapal induk tersebut berada di 100 Nm barat Sumatera. Pendaratan di Lanud Sultan Iskandar Muda merupakan pengalihan sesuai prosedur penerbangan dan alasan keamanan.

 Pesawat tempur Rafale

Para kru pesawat kemudian menjalani pemeriksaan. Identitas mereka diketahui yaitu Bob/Captain Adeleus Thomas (Rafale 38), Captain Duboin Jean (Rafale 39), Captain Dennis Pierre (Rafale 45), Captain Hetier Hubert (Rafale 6), Squid/Captain Denis Guiluame (Rafale 21), Lea/Captain Droz Bartholet (Rafale 31), dan Choco/Captain Bon Camile (Rafale 42).

Hasil pemeriksaan jajaran Lanud Sultan Iskandar Muda, tujuh pesawat itu sedang melakukan " exercise air to air" . Mereka terbang dengan rute Kapal Induk Charles De Gaule dan melintasi udara lalu kembali ke base.

" Kami sudah melakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku dengan tetap koordinasi dan bekerja sama pihak terkait," ujar Danlanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Hendro Arief Herianto.

4 dari 5 halaman

JS Samidare

Kapal perang milik Angkatan Laut Jepang, JS Samidare, berlabuh di Tanjung Priok pada Rabu, 8 Mei 2019. Kunjungan ini dalam rangka mempererat kemitraan dengan Angkatan Laut RI.

Sebelumnya, JS Samidare baru menyelesaikan perjalanan panjang untuk bergabung dalam operasi maritim anti-pembajakan di lepas pantai Somalia. Kapal ini beroperasi dalam gugus tugas kontra-pembajakan Pasukan Maritim Gabungan 151 (CTF151) yang merupakan mitra utama Operasi Atalanta Inisiatif NATO dan Uni Eropa.

 JS Samidare

Kapal tipe destroyer ini merupakan keenam dalam kelas Murasame, yang merupakan generasi kedua kapal penghancur Angkatan Laut Jepang. Kapal ini dilengkapi radar canggih array OPS-24 dan radar pencarian permukaan serta target akuisisi OPS-28.

Untuk persenjataan, kapal ini dilengkapi beragam sistem misil. Seperti Mk 41 for VL-ASROC dan Mk 48 for Sea Sparrow dan sistem rudal SSM-1B (surface-to-surface missile) buatan Jepang.

Kapal ini juga mampu menampung dua unit helikopter. Saat di Jakarta, kapal tersebut membawa satu unit Mitsubishi Sikorsky Sea Hawk SH-60J/K.

" MSDF menganggap TNI-AL sebagai mitra yang penting. Melalui kerja sama, pertukaran dan pelatihan ini, diharapkan kemitraan kita akan semakin erat dan berkontribusi pada peningkatan hubungan bilateral serta bersama-sama mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," ujar komandan Escort Division 4, induk gugus tugas JS Samidare, Kapten (Laut) Takahiro Nishiyama.

 

5 dari 5 halaman

USS Blue Ridge

Kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat ini juga berlabuh di Tanjung Priok padal Kamis, 2 Mei 2019. Kunjungan ini dijalankan dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia AS.

USS Blue Ridge adalah salah satu kapal perang yang memperkuat armada tempur AS. Kapal ini sanggup mengangkut beberapa unit helikopter.

" Kami ingin melanjutkan penguatan hubungan kerja sama antara Indonesia dan AS, khususnya di bidang militer Angkatan Laut," kata Panglima Armada ke-7 Angkatan Laut AS Laksamana Madya Philip G. Sawyer.

 USS Blue Ridge

Di antara sekian awak kapal, rupanya ada orang berdarah Indonesia. Namanya Chunchun Meares. Pangkatnya Letnan II.

Meares lahir dan menetap di Ponorogo hingga usia 13 tahun. Dia lalu pindah dan menjadi anggota militer karena sudah pindah kewarganegaraan.

Meski begitu, Meares mengaku sering pulang ke Indonesia namun tidak dalam rangka tugas. Baru pada awal Mei lalu, dia pulang kampung dengan mengenakan seragam putih-putih khas US NAVY.

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id