Dari Markas PBB, Indonesia Desak Israel Stop Permukiman Ilegal di Palestina

News | Jumat, 10 Mei 2019 19:00
Dari Markas PBB, Indonesia Desak Israel Stop Permukiman Ilegal di Palestina

Reporter : Maulana Kautsar

Pada 2017 jumlahnya telah mencapai 620 ribu.

Dream - Indonesia mendesak Israel menghentikan pembangunan permukiman ilegal di wilayah Palestina. Desakan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi saat memimpin pertemuan informal di Markas Besar PBB, New York.

" Terus berlangsungnya pembangunan permukiman ilegal oleh Israel di wilayah pendudukan Palestina tidak dapat diterima," kata Retno, dikutip dari laman Setkab, Jumat, 10 Mei 2019.

Pertemuan yang diprakarsai Indonesia bersama Kuwait dan Afrika Selatan, itu turut mengundang Menlu Palestina, Riyad al-Maliki.

Retno mengatakan, permukiman ilegal Israel terus bertambah. Ada sekitar 110 ribu pada 1993 menjadi sekitar 620 ribu pada 2017.

Kemunculan bangunan ilegal itu menunjukkan pemukiman ilegal Israel menjadi halangna besar bagi terciptanya perdamaian Israel dan Palestina.

" Meskipun situasi saat ini sangat suram, masyarakat internasional tidak boleh kehilangan harapan untuk dapat menyelesaikan konflik Palestina-Israel melalui perundingan dan dialog," kata Retno.

Retno juga meminta masyarakat menekan agar Israel menghentikan pembangunan pemukiman di Palestina. Salah satu upaya yang muncul yaitu mempertimbangkan Hari Solidaritas Internasional bagi Korban Permukiman Ilegal.

2 dari 3 halaman

Di Markas PBB, Indonesia: Lawan Perampasan Israel Atas Palestina!

Dream - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi meminta dunia menentang aneksasi Israel atas Palestina. Pesan itu disampaikan Retno saat menghadiri UN Forum on Palestine, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

" Perampasan atau aneksasi atas wilayah Palestina sedang berlangsung secara perlahan dan tidak manusiawi. Semua negara harus menentang hal ini," kata Retno, dalam keterangan resminya, Jumat, 5 April 2019.

Retno menyinggung ketidakadilan di wilayah Timur Tengah itu. Retno menyontohkan, semakin bertambahnya pendatang Israel di wilayah Palestina dan aksi penutupan pintu gerbang Masjid Al Aqsa.

Retno menyerukan ke komunitas internasional untuk meneruskan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Dia juga berharap Palestina dapat diterima sebagai anggota penuh PBB.

Salah satu seruan penting lain yang disampaikan Retno yaitu pesan ke negara-negara PBB agar tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Serta, menghormati resolusi DK PBB.

3 dari 3 halaman

Diapresiasi

 Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Permanen Observer Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan, komunitas internasional punya peran untuk mengangkat posisi Palestina dan melindungi hak rakyat Palestina.

" Saat ini, Palestina dan kekuatan penjajah tidak berada pada posisi yang sama," ujar Mansour.

Mansour juga mengapresiasi langkah diplomatik Indonesia untuk melawan penjajahan Israel.

" Indonesia adalah sahabat baik Palestina. Terima kasih atas segala upaya yang telah dilakukan Indonesia guna memajukan isu Palestina di forum PBB," kata dia. (ism)

Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?
Join Dream.co.id