`Tsunami` Covid-19 di India, Stok Oksigen Habis Mayat Dikremasi di Parkiran

News | Jumat, 23 April 2021 15:01
`Tsunami` Covid-19 di India, Stok Oksigen Habis Mayat Dikremasi di Parkiran

Reporter : Ahmad Baiquni

Gelombang kedua Covid-19 di India menyebabkan lebih dari 314 ribu tambahan kasus per hari.

Dream - India tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 sangat mengerikan. Tercatat penambahan kasus harian mencapai 314 ribu kasus.

Jumlah orang meninggal akibat Covid-19 di India juga meroket. Kondisi ini menyebabkan fasilitas kremasi umum sampai kewalahan.

Warga Delhi, Nitish Kumar terpaksa menyimpan jenazah ibunya di rumah selama hampir dua hari lantaran tak mendapati ruang di fasilitas krematorium kota. Kumar akhirnya mengkremasi ibunya, yang meninggal karena Covid-19, di fasilitas kremasi massal darurat yang memanfaatkan lahan parkir bersebelahan dengan krematorium, di Seemapuri, timur laut Delhi.

" Saya pindah dari satu tempat ke tempat lagi, tapi setiap krematorium punya alasan ... ada yang bilang kehabisan kayu," kata Kumar.

India mencatatkan penambahan kasus harian tertinggi di dunia dari 314.835 infeksi virus korona pada hari Kamis. Gelombang kedua pandemi menghancurkan infrastruktur kesehatan negara itu yang lemah.

2 dari 4 halaman

Rumah Sakit Kekurangan Oksigen

Di Delhi saja, banyak rumah sakit kehabisan pasokan oksigen medis. Akibatnya, masing-masing rumah sakit mencatatkan kenaikan kematian harian mencapai lebih dari 26 ribu.

Di Ibu kota India itu sebanyak 306 orang meninggal karena Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Mereka terpaksa dikremasi di fasilitas darurat.

Foto udara menunjukkan tumpukan kayu pemakaman hanya berjarak beberapa meter di krematorium terbuka yang penuh sesak. Mayat terbakar di atas tumpukan kayu di tempat parkir.

 

 

3 dari 4 halaman

Anak-anak, Sepasang Pengantin, Orang Dewasa Jadi Korban

Jitender Singh Shunty yang menjalankan layanan medis nirlaba, Shaheed Bhagat Singh Sewa Dal, mengatakan hingga Kamis sore 60 jenazah telah dikremasi di fasilitas darurat tempat parkir dan 15 lainnya sedang disiapkan.

" Tak seorang pun di Delhi tidak akan pernah menyaksikan pemandangan seperti itu," kata Shunty dengan air mata berlinang.

" Anak-anak yang berusia lima tahun, 15 tahun, 25 tahun sedang dikremasi. Pengantin baru dikremasi. Sulit untuk dilihat," lanjut dia.

 

 

4 dari 4 halaman

Jumlah Jenazah Dikremasi Naik Drastis

Shunty mengatakan tahun lalu selama puncak gelombang pertama terjadi, jumlah maksimum jenazah yang dia bantu kremasi dalam satu hari adalah 18. Sedangkan rata-rata delapan hingga 10 sehari.

Sementara pada Selasa kemarin, dia menyebut 78 jenazah dikremasi di satu tempat itu saja.

Kumar mengatakan ketika ibunya yang berprofesi sebagai petugas kesehatan pemerintah dinyatakan positif 10 hari yang lalu, pihak berwenang tidak dapat menemukan tempat tidur rumah sakit untuknya.

" Pemerintah tidak melakukan apa-apa. Hanya kamu yang bisa menyelamatkan keluargamu. Kamu sendirian," katanya.

Sumber: abc.net.au.

Join Dream.co.id