Ilmuwan Temukan Virus Corona di Air Susu Ibu

News | Kamis, 28 Mei 2020 19:00
Ilmuwan Temukan Virus Corona di Air Susu Ibu

Reporter : Sugiono

Penelitian ini berguna dalam menemukan cara yang tepat untuk merawat mereka yang sedang hamil atau melahirkan bayi di tengah pandemi Covid-19.

Dream - Dr Thira Woratanarat, profesor kedokteran di Universitas Chulalongkorn, Thailand, menginformasikan di halaman Facebooknya bahwa peneliti Jerman telah menemukan virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, di dalam Air Susu Ibu (ASI).

Menurut Dr Woratanarat, penemuan para peneliti dari Jerman tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal The Lancet bulan ini.

Para peneliti, menurut jurnal itu, menguji dua pasien Covid-19 yang baru melahirkan bayinya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan prosedur reaksi berantai transkripsi polimerase terbalik.

2 dari 4 halaman

Hasil Peneliti Jerman

Hasilnya, sampel ASI dari Ibu 1 menunjukkan hasil negatif setelah dilakukan pengujian. Sebaliknya, RNA SARS-CoV-2 terdeteksi dalam ASI Ibu 2 pada hari ke 10, 12, dan 13 dia dirawat usai melahirkan.

Para peneliti bahkan menemukan RNA SARS-CoV-2 dalam sampel ASI dari Ibu 2 selama empat hari berturut-turut.

Deteksi viral load (jumlah virus) dalam ASI dari Ibu 2 bertepatan dengan ditemukannya gejala Covid-19 ringan setelah dilakukan tes diagnostik pada bayinya yang baru lahir.

Ibu 2 telah memakai masker bedah sejak munculnya gejala Covid-19. Dia juga mengikuti protokol pencegahan saat merawat atau memberi makan bayinya.

3 dari 4 halaman

Belum Bisa Disimpulkan

Para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 94.800 hingga 132.000 virus corona baru hidup di setiap 1 sentimeter kubik ASI.

Namun, para peneliti tidak dapat menyimpulkan apakah bayi Ibu 2 itu tertular Covid-19 dari ASI ibunya atau dari sumber lain.

Penelitian sebelumnya tidak menemukan bukti SARS-CoV-2 dalam ASI. Mungkin karena ukuran sampelnya terlalu kecil.

4 dari 4 halaman

Masih Perlu Penelitian Lebih Jauh

Penelitian lebih lanjut tentang virus dalam ASI wanita menyusui dan kemungkinan penularan virus melalui menyusui masih perlu dilakukan.

Hal ini berguna untuk mengembangkan rekomendasi apakah ibu dengan Covid-19 harus menyusui.

Sementara itu, Dr Woratanarat mengatakan bahwa penelitian ini akan berguna dalam menemukan cara yang tepat untuk merawat mereka yang sedang hamil atau melahirkan bayi di tengah pandemi Covid-19.

Sumber: NationThailandThe Lancet

Join Dream.co.id