Ilmuwan China: Pasar Wuhan 'Korban Fitnah' Wabah Corona

News | Jumat, 29 Mei 2020 18:02
Ilmuwan China: Pasar Wuhan 'Korban Fitnah' Wabah Corona

Reporter : Sugiono

Selama ini Kota Wuhan di Provinsi Hubei, China, dilaporkan sebagai tempat pertama kalinya virus corona baru (SARS-CoV-2) muncul.

Dream - Selama ini Kota Wuhan di Provinsi Hubei, China, dilaporkan sebagai tempat pertama kalinya virus corona baru (SARS-CoV-2) muncul. Tetapi bukan berarti Kota Wuhan menjadi pusat penyebaran virus corona baru.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, George Gao Fu, saat diwawancarai oleh media pemerintah China, Global Times.

Gao Fu mengatakan pasar ikan Huanan di Kota Wuhan selama ini justru telah dikambinghitamkan secara tidak adil.

2 dari 4 halaman

Virus Corona Bukan dari Pasar Ikan di Wuhan

" Pada awalnya, kita berasumsi pasar ikan menjadi pusat penyebaran virus (SARS-CoV-2). Tetapi sekarang pasar tersebut lebih seperti korban (fitnah)," ujar Gao Fu.

Gao Fu berani memberi pernyataan seperti karena menurutnya virus SARS-CoV-2 sudah ada jauh sebelumnya.

Selain itu, Gao Fu mengatakan sampel yang dikumpulkan dari hewan di pasar tersebut pada awal Januari tidak ditemukan jejak virus SARS-CoV-2. Meski sampel yang diambil dari lingkungan sekitarnya, seperti limbah, teruji positif.

3 dari 4 halaman

Virus Corona Baru Itu Unik

Dia mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk mempelajari asal virus corona baru.

Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang berupaya melakukan penelitian tentang asal virus yang menginfeksi 5,9 juta manusia di seluruh dunia itu.

" Virus corona baru telah menjungkirbalikan pengetahuan manusia tentang virus. Karena memiliki banyak pola yang tidak diketahui sebelumnya," tambah Gao Fu.

4 dari 4 halaman

Dituduh Remehkan Penularan Virus Corona

Sebelumnya, Gao Fu menghadapi tuduhan sebagai dalang di balik pernyataan kontroversial yang diterbitkan Komisi Kesehatan Wuhan pada 15 Januari lalu.

Pernyataan itu mengatakan meskipun bukti signifikan yang mengkonfirmasi penularan dari manusia ke manusia belum ditemukan, kemungkinan penularan terbatas dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan.'

" Namun penularan dari manusia ke manusia tergolong rendah," lanjut pernyataan tersebut.

Kalimat penularan dari manusia ke manusia yang tergolong rendah itulah yang jadi permasalahan hingga menyeret nama Gao Fu.

" Saya tidak pernah mengatakan tidak ada penularan dari manusia ke manusia. Tidak pernah sama sekali. Bahkan dari awal, tidak elok bagi seorang ilmuwan mengatakan bahwa tidak ada penularan dari manusia ke manusia meskipun virus corona baru ini adalah sesuatu yang belum dikenal," kata Gao Fu.

Sumber: 7News.com.au

Join Dream.co.id