Lomba Azan Berhadiah Rp4,5 Miliar

News | Selasa, 25 Juni 2019 12:00
Lomba Azan Berhadiah Rp4,5 Miliar

Reporter : Maulana Kautsar

Pendaftaran dibuka hingga 22 Juli 2019.

Dream - Lebih dari 13.000 peserta dari 162 negara telah terdaftar mengikuti kompetisi pembacaan Alquran dan azan yang digelar Saudi General Entertainment Authority (GEA).

Dilaporkan Arab News, GEA mengalokasikan hadiah sebesar US$3,2 juta, atau setara Rp4,5 miliar. Hadiah tersebut merupakan hadiah terbesar dalam ajang kompetisi pembacaan Alquran dan azan.

Hadiah besar itu bertujuan untuk menunjukkan perbedaan budaya di dunia Islam. Caranya, yaitu melalui munculnya beragam teknik baca Alquran dan azan. Selain itu, kompetisi ini diharapkan meningkatkan wajah Islam dan Muslim di dunia.

Kompetisi ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat kaum muda Islam untuk belajar membaca Alquran dan mendapat pengalaman dalam membaca Alquran dan azan.

Pendaftaran kompetisi ini dibuka sejak 22 Mei hingga 22 Juli 2019. Para pendaftar nantinya akan diseleksi pada 22 Juli hingga 23 Agustus 2019. Peserta yang diseleksi akan masuk pada tahap kedua.

Penampilan para peserta di panggung akan dimulai sejak 24 Agustus 2019 hingga 24 September 2019.

Para finalis akan kembali berlomba pada 25 September 2019. Sementara itu pengumuman hasil pemenang akan diputuskan pada 25 Oktober 2019.

2 dari 6 halaman

Alquran Braille Digital untuk Tunanetra

Dream - Tunanetra kerap menghadapi tantangan untuk membaca Alquran. Dengan perkembangan teknologi, ilmuwan Arab Saudi, Meshal Al Harasani, mengembangkan mushaf digital untuk membantu tunanetra.

Peneliti dari Universitas King Abdul Aziz ini sejak usia 13 tahun dikenal telah mengembangkan temuan untuk bidang kemanusiaan dan sosial.

" Ini adalah papan elektronik dengan 28 karakter dan setiap karakter memiliki enam huruf Braille, dan halaman papan berisi 28 baris," kata Al-Harasani kepada Arab News.

“ Tunanetra dapat membaca Alquran dengan mudah dan menavigasi halaman dengan mudah karena seluruh Alquran terdaftar di papan tulis,” ucap dia.

Al-Harasani menjelaskan bagaimana mushaf digital akan memudahkan proses membaca Alquran untuk tunanetra dibandingkan dengan versi normal Alqur'an dalam huruf Braille.

“ Tunanetra membaca Alquran huruf Braille dalam enam volume besar yang menyulitkan mereka untuk mencapai halaman, bab atau surat. Membawanya dan menyimpannya juga sulit karena ukurannya,” ucap dia.

3 dari 6 halaman

Ini Inspirasinya

Al-Harasani terinspirasi membuat mushaf digital ketika dia mengunjungi Kompleks Raja Fahd untuk Mencetak Alquran Suci di Madinah.

“ Saya meneliti tentang bacaan Alquran untuk mereka yang berkebutuhan khusus, terutama bagi tunanetra. Dan dari sana, muncul ide untuk membuat mushaf digital bagi para tunanetra,” ujar dia.

Penemuannya masih dikembangkan dan diharapkan akan diluncurkan dalam satu tahun ke depan.

“ Sejauh ini, papan elektronik berisi 28 karakter dan 28 baris untuk menyerap jumlah karakter yang sama seperti halaman-halaman Quran dalam huruf braille. Idenya sekarang dalam tahap pengembangan. Saya dan tim sedang berupaya mengejar pekerjaan itu selangkah demi selangkah dan sesegera mungkin.”

Dalam pengembangan aplikasi ini, Al-Harasani mengatakan, bekerja dengan para tunanetra.

" Saya bekerja dengan sekelompok orang terkemuka, termasuk orang-orang tunanetra, dan inilah yang mendorong saya untuk bekerja lebih keras, ketika saya melihat rasa takjub dan kebahagiaan di wajah mereka ketika mengejar pekerjaan terhormat ini," ucap dia.

4 dari 6 halaman

Imam Muda Hafiz 30 Juz Alquran Ini Lulus Jadi Dokter

Dream - Pemuda asal Cyberjaya, Selangor, Malaysia, viral di media sosial. Di usianya yang masih sangat muda, pemuda bernama Syazwan Basli ini dan menjadi imam masjid besar.

Syazwan ramai menjadi perbincangan netizen setelah videonya saat menjadi imam sholat viral di Facebook. Video itu sudah dilihat 1,4 juta penonton dan dibagikan sebanyak 29 ribu kali.

Dikutip dari Siakapkeli, Syafwan mengaku video itu direkam saat sholat Tarawih di Masjid Raja Haji Fi Sabilillah Cyberjaya. Dia berstatus sebagai imam rawatib (tambahan) di masjid tersebut.

 Syafwan

Yang lebih mengagumkan, Syafwan juga sudah hafal Alquran 30 juz. Proses menjadi hafiz dia jalani ketika menempuh pendidikan agama di Darul Quran sebelum kuliah.

 

5 dari 6 halaman

Persiapan Jadi Dokter

Selain sebagai imam masjid, Syafwan rupanya juga mahasiswa tingkat akhir Jurusan Kedokteran dan Bedah di Cyberjaya University College of Medical Sciences (CUCMS).

 Syafwan

Saat ini, Syafwan sedang menempuh jam praktik dokter di Rumah Sakit Kajang. Praktik ini harus dijalankan sebelum Syafwan resmi menyandang profesi dokter.

6 dari 6 halaman

Kehidupan Dunia dan Akhirat Seimbang

Selanjutnya, Shafwan mengatakan sepanjang Ramadan kemarin, dia tidak hanya menjadi imam sholat Tarawih di Cyberjaha. Dia juga mengimami jemaah di beberapa masjid seperti di Shah Alam, Puchong, Kedah serta Klang.

Terkait hafalan Alquran, Syafwan selalu menyediakan waktu setengah jam setiap hari. Waktu tersebut dia gunakan untuk menguatkan hafalan agar lancar membaca Alquran terutama ketika menjadi imam sholat.

Lebih lanjut, Syafwan berpandangan kehidupan di dunia dan akhirat haruslah seimbang. Alquran, di mata dia, merupakan penyokong terkuat untuk meraih kesuksesan dan bukan merupakan beban.

Terkait
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya
Join Dream.co.id