IDI Jatuhi Sanksi Tegas untuk Dokter Kevin Samuel

News | Kamis, 22 April 2021 16:21
IDI Jatuhi Sanksi Tegas untuk Dokter Kevin Samuel

Reporter : Mutia Nugraheni

Sidang Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Jakarta Selatan dilakukan selama tiga hari berturut-turut.

Dream - Video TikTok yang diunggah dr Kevin Samuel berbuntut panjang. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akhirnya turun tangan dan memanggil dokter Kevin. Hal ini lantara video persalinan' di akun TikToknya dianggap melanggar Etika Kedokteran dengan pelanggaran kategori sedang.

IDI Jakarta Selatan hari Kamis 22 April 2021 menjatuhkan sanksi (hukuman) yang sesuai dengan kategori pelanggaran, yang dilakukan dokter Kevin Samuel Marpaung. Ketua IDI Jakarta Selatan, dr M Yadi Permana SpB(K) Onk, mengatakan, pihaknya telah menginvestigasi kasus tersebut sejak Senin, 19 April 2021. Pada kesempatan itu turut memanggil dr Kevin Samuel.

Sidang Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Jakarta Selatan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Sampailah pada putusan bahwa yang dr Kevin Samuel telah melakukan pelanggaran Etika Profesi Kedokteran kategori sedang.

" Maka IDI Cabang Jakarta Selatan, dalam hal ini MKEK, telah menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan sesuai dengan kategori pelanggaran sanksi kategori satu dan kategori dua yang terukur selama enam bulan," kata Yadi di dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor IDI Cabang Jakarta Selatan, Jalan Lebak Bulus 3 Nomor 86, Cilandak, dikutip dari Liputan6.com.

 

2 dari 7 halaman

Ada pun alasannya, dr Kevin Samuel Marpaung di dalam persidangan mengakui perbuatannya. Ia berjanji tidak mengulangi perbuatan atau pun yang sejenis. Serta ke depannya akan lebih berhati-hati.

Pada kesempatan tersebut, dr Yadi menyampaikan pesan untuk seluruh wanita di Indonesia agar tidak takut memeriksakan diri ke dokter, terlebih bagi calon ibu yang akan memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan laki-laki. Menurut Yadi, seluruh dokter di Indonesia telah mengucapkan, berikrar, dan berjanji dengan melafalkan Sumpah Dokter, yang sesuai Kode Etika Kedokteran Indonesia.

" Di mana salah satu lafal atau isinya adalah saya akan menjalankan tugas dengan cara terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya. Di poin nomor tiga, saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran," Yadi menekankan.

 

3 dari 7 halaman

Ia menegaskan bahwa seluruh dokter di Indonesia sudah wajib dan seharusnya bekerja secara profesional. Penting diingat, ketika seorang dokter, baik dokter kandungan, dokter umum seperti dr Kevin Samuel, dokter penyakit dalam, akan memeriksa pasien yang berbeda jenis kelamin, dalam hal ini dokter laki-laki memeriksa pasien perempuan, harus didampingi seorang perawat atau bidan perempuan.

" Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat, khususnya kaum wanita, untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan," ujar Yadi.

" Karena selama pemeriksaan akan didampingi perawat atau bidan wanita untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, maupun untuk menghilangkan kekhawatiran," Yadi menekankan.

Sumber: Liputan6.com

4 dari 7 halaman

Konten TikTok 'Persalinan' Dinilai Melecehkan Wanita, Dokter Kevin Dikecam

Dream - Dokter Kevin Samuel Marpaung sedang menjadi sorotan karena membuat konten video TikTok yang dianggap tak etis, merendahkan perempuan, dan mencoreng profesionalisme profesi rekan sejawatnya.

Dalam video 15 detik yang beredar, Kevin terlihat memeragakan pengecekan pembukaan jelang persalinan. Ia telihat memakai jas putih khas dokter, menggantungkan stetoskop di leher, serta mengenakan sarung tangan lateks putih.

Ia berlagak layaknya dokter obgyn yang diminta mengecek tingkat pembukaan serviks dalam konteks persalinan oleh seorang bidan. " Bidan: Dok, tolong cek pasien Ny. A sudah pembukaan berapa,"  tulis keterangan video.

Saat diminta mengecek pembukaan itu, mata kamera mendekat menyorot Kevin. Ia memicingkan mata, mengerutkan alis, dan mengulum atau menggigit bibir sendiri, lalu mengacungkan dua jari ke depan bibir. Adegan itu diiringi musik disko dengan efek tumpahan cahaya aneka warna berkerlap-kerlip.

Tangannya lalu dijatuhkan seolah melakukan pengecekaan pembukaan, Kevin memandang ke arah atas sambil menggelengkan kepala ke kanan-kiri. Saat itu kembali muncul catatan, " awkward moment" .

5 dari 7 halaman

Konten tersebut dianggap sebagai pelecehan terhadap perempuan dan diunggah ulang oleh beberapa akun di media sosial, salah satunya akun @feministevent, Sabtu 17 April 2021.

" Perempuan mau lahiran masih saja diseksualisasi, dilecehkan. Bisa gak sih kami merasa aman, nyaman, dimanapun dan kapanpun, nggak diliputi rasa takut akan jadi korban pelecehan/kekerasan seksual?," tulis akun @feministevent dalam unggahan ulangnya tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dokter Kevin sempat dinobatkan menjadi lulusan terbaik mahasiswa kedokteran salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung.

6 dari 7 halaman

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Eka Mulyana, menilai, video konten yang diperagakan Kevin itu dapat dinilai pelanggaran kode etik profesi. Bukannya menghibur, Eka bahkan menyampaikan kekhawatiran, bahwa yang dipertontonkan dalam video tersebut dapat mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap dokter.

" Dapat dinilai melanggar kode etik kedokteran. Bisa (diberikan sanksi) sesuai IDI dimana yang bersangkutan berpraktek. Bila terkait etika sanksi etik, (dapat diberikan) teguran untuk tidak mengulangi lagi," katanya.

" Kepercayaan masyarakat dapat tercoreng oleh salah satu oknum," tegasnya.

 

7 dari 7 halaman

Sementara itu, Akademisi dari Pusat Riset Gender dan Anak Unpad, Antik Bintari, berpendapat, hal itu bisa dinggap bentuk pelecehan seksual, bahkan pelecehan terhadap fungsi-fungsi reproduksi perempuan.

Antik menjelaskan, jika yang disebut dengan pelecehan seksual itu adalah seluruh tindakan yang berkaitan dengan perilaku seksual, baik lisan, fisik, isyarat, yang bersifat seksual, maka konten itu bisa saja dikategorikan demikian.

" Ekspresi yang dimunculkan, beserta keterangan yang termuat dalam video, seperti mencoba mengaitkan apa yang ada di dalam pikirannya, yang menurut saya tidak senonoh, dengan tugasnya untuk melakukan pemeriksaan yang sangat sensitif dan sangat intimate," katanya.

Antik menilai, Kevin melecehkan dan menyepelekan aktivitas perempuan yang padahal konteksnya adalah pertaruhan hidup dan mati. Lebih jauh lagi, konten demikian bisa merusak kepercayaan, menimbulkan kekhawatiran dan stereotipe negatif terhadap dokter laki-laki. 

Join Dream.co.id