Ida Fauziyah, dari Cawagub Jateng Menuju Kursi Menteri

News | Selasa, 22 Oktober 2019 18:02
Ida Fauziyah, dari Cawagub Jateng Menuju Kursi Menteri

Reporter : Ahmad Baiquni

Ida memang wajah baru di jajaran calon menteri.

Dream - Wajah Ida Fauziyah diproyeksikan menghiasi Kabinet Kerja II. Politisi wanita ini diusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk duduk di kursi menteri oleh partainya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ida mungkin termasuk wajah baru di lingkungan pemerintahan. Apalagi di jajaran menteri pembantu Jokowi.

Ida sebenarnya cukup lama meniti karier di bidang politik. Wanita kelahiran Mojokerto, 16 Juli 1969 ini kini merupakan anggota DPR fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jombang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, dan Kota Madiun.

Setahun sebelumnya, Ida sempat menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Sudirman Said yang diusung Gerindra. Sayangnya, dia kalah dalam ajang Pemilihan Gubernur dan kalah dari pasangang yang diusung PDI Perjuangan yakni Ganjar Pranowo dan Gus Yasin.

Kariernya di dunia politik cukup panjang meski namanya tidak terlalu tenar. Selama 20 tahun lamanya, Ida tercatat sebagai anggota DPR.

Dia memulai karier di Senayan pada 1999 dalam usia 29 tahun. Dia pun didaulat sebagai anggota DPR termuda dan dipercaya memimpin Sidang Paripurna DPR masa bakti 1999-2004.

Pada 1999-2012, Ida duduk di kursi Badan Legislasi (Baleg) DPR serta Wakil Ketua Komisi II. Periode 2012-2014, dia mendapat amanah menjadi Ketua Komisi VIII menangani Departemen Agama, Departemen Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia serta Zakat.

Sedangkan pada 2014-2019, Ida ditugaskan di Badan Anggaran. Dia juga bertugas di Komisi I membawahi bidang pertahanan, intelijen, komunikasi dan informatika.

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 6 halaman

Siti Nurbaya Jadi Menteri Kedua yang Diizinkan Bocorkan Posisinya

Dream - Siti Nurbaya menjadi menteri kedua setelah Sri Mulyani Indrawati yang diizinkan mengumumkan pos kementerian yang akan ditempatinya. Politisi Nasdem ini akan kembali dipercaya menjadi menteri lingkungan hidup dan kehutanan (LHK).

" Kami sudah izin Bapak, saya izin boleh saya sebutkan, 'Ok buat Bu Siti boleh disebutkan," ujar Siti usai bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019.

Menurut Siti, di periode kedua jabatannya sebagai menteri LHK, presiden memberikan amanat untuk semakin menyelesaikan berbagai pekerjaan yang belum selesai semasa menjabat menteri periode 2014-2019.

Salah satu yang akan menjadi perhatiannya adalah pengembangan lingkungan hidup.

Beberapa persoalan yang ditekankan Jokowi kepada Siti Nurbaya untuk masa jabatan keduanya adalah upaya sektor kehutanan membantu defisit neraca berjalan dan kontribusi di segala sektor serta penciptaan lapangan kerja.

" Di dalam kaitan ini ada beberapa sektor tertentu menjadi sangat penting dan khususnya pengembangan lingkungan hidup atau KLHK, paling besar lapangan kerja perkebunan atau hutan rakyat dan hutan sosial," ucap dia.

3 dari 6 halaman

Fadjroel Rachman, dari Komisaris Adhi Karya Jadi Jubir Presiden

Dream - Fadjroel Rachman mengaku ditugaskan Jokowi sebagai Juru Bicara Presiden. Komisaris Utama PT Adhikarya itu bahkan menyebut Surat Keputusan jabatan itu sudah ditandatangani oleh Jokowi, Senin 21 Oktober 2019.

" Berdasarkan surat keputusan Presiden, penugasan khusus bidang komunikasi dengan pembidangan sebagai Juru Bicara Presiden," ujar Fadjroel dikutip dari Liputan6.com, Selasa 22 Oktober 2019.

Fadjroel menyatakan, tugas khusus yang diterimanya untuk membantu Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu bukanlah kali pertama. Pada periode pertama kepemimpinan Jokowi, Fadjroel diberi tugas sebagai Komisaris di PT Adhi Karya.

" Pada 2015 sebenarnya sudah ada penugasan khusus kan, komisari Adhi Karya. Ini penugasan khusus kedua dari presiden yaitu menjadi jubir. Tetap bisa dijalankan secara hukum, ternyata tidak ada masalaah, jadi merangkap jabatan (jubir dan komisaris)," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

4 dari 6 halaman

Dipanggil Jokowi Bersama Pratikno, Fadjroel Rachman: Siap Bantu Beliau

Dream - Sejumlah tokoh terus berdatangan ke Istana Negara memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo. Selama dua hari, Jokowi menggelar interview dengan sejumlah nama yang bakal menduduki posisi menteri.

Pada siang hari sekitar pukul 14.07 WIB, datang tiga orang secara bersamaan. Mereka adalah Sekretaris Negara, Pratikno; peneliti Populi Center, Nico Harjanto; dan Komisaris Utama Adhi Karya, Fadjroel Rachman; kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Tetapi, Pratikno enggan memberikan keterangan terkait kedatangannya ke Istana. Dia irit bicara. " Sebentar, sebentar," ujar Pratikno, dikutip dari Merdeka.com, Senin 21 Oktober 2019.

Sementara, Fadjroel Rachman mengaku datang ke Istana hanya mendampingi Pratikno. Tetapi, dia mengaku siap jika diminta Jokowi untuk menjadi menteri. " Insyaallah kalau untuk negara. Semua (upaya) kalau untuk negara," kata dia.

" Saya bersedia menerima apapun yang dimintakan kepada saya untuk membantu beliau dan negara ini," tambah Fadjroel.

5 dari 6 halaman

Airlangga Hartarto Dipanggil ke Istana: Siap Bantu Jokowi

Dream - Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, juga datang ke Istana Negara. Dia termasuk salah satu nama yang memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo.

" Kami insyaallah menyatakan siap untuk mendukung Pak Presiden (Jokowi) dan Pak Ma'ruf Amin (Wapres), siap sampai 2024," ujar Erlangga di Istana Negara, Senin 21 Oktober 2019.

Menurut Airlangga, tidak hanya dirinya yang menyatakan siap mendukung Jokowi, namun juga Partai Golkar. Dia mengakui ada sejumlah kader Golkar yang dipanggil Jokowi.

" Kader Golkar insyaallah ada yang dipanggil dan ada yang tidak dipanggil," kata dia.

Tapi, Airlangga enggan menyebut posisi apa yang akan ditempati. Dia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Jokowi. " Saya kira menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden," kata dia.

6 dari 6 halaman

Bantu Jokowi, Erick Thohir Bakal Duduki Menteri Bidang Ekonomi

Dream - Bos Mahaka Group, Erick Thohir, bakal masuk dalam daftar menteri pembantu Presiden Joko Widodo. Dia akan menduduki salah satu kursi menteri di bidang ekonomi.

" Saya rasa lebih banyak di ekonomi, (pastinya) saya enggak tahu lebih banyak di ekonomi," ujar Erick di Istana Negara, Jakarta, Senin 21 Oktober 2019.

Erick sempat berbincang dengan Jokowi membahas visi pemerintahan ke depan. Dalam pembicaraan itu, kata Erick, Jokowi menyampaikan pikirannya yang positif untuk rakyat.

" Dengan rendah hati, background saya swasta seperti juga Nadiem dan Wishnutama, ini bagian tugas negara yang saya rasa tidak pernah terpikirkan, tetapi intinya bagaimana beliau menyampaikan visinya, kita-kita semua wajib lah membantu," kata Erick.

Meski demikian, Erick mengakui menduduki kursi menteri bukanlah momen yang disambut dengan euforia. Sebaliknya, dia menilai jabatan tersebut merupakan amanah yang cukup berat dijalankan.

" Apalagi beliau juga tidak sungkan-sungkan, semua calon menteri harus menandatangani pakta integritas," ucap dia.

Dia juga mengakui ada keharusan untuk melepas jabatan ketika nantinya duduk di kursi menteri. Ini untuk mencegah adanya konflik kepentingan.

" Sudah pasti dengan jabatan seperti ini tidak boleh conflict of interest, memang cukup berat buat saya," kata dia.

Lebih lanjut, Erick mengatakan posisi pastinya akan diumumkan oleh Jokowi. Keputusan akan diambil setelah Jokowi selesai berdialog dengan sejumlah calon menteri.

" Kalau beliau (Jokowi) sudah berencana, tentu harus bersedia," ucap Erick.

Representasi Feminisme Versi Barli Asmara
Join Dream.co.id