Ice-Bucket ala Gaza, Disiram Debu Puing-puing

News | Selasa, 26 Agustus 2014 20:02
Ice-Bucket ala Gaza, Disiram Debu Puing-puing

Reporter : Sandy Mahaputra

Dust-Bucket Challenge dilakukan untuk menggalang dukungan kepada Gaza sekaligus mengirim pesan tentang Gaza ke seluruh dunia.

Dream - Terinspirasi oleh tren Ice-Bucket Challenge, seorang warga Gaza City melakukan hal yang sama. Namun media yang digunakannya bukan air, melainkan puing-puing bekas reruntuhan bangunan di Gaza yang hancur lebur digempur Israel.

Tidak seperti Ice-Bucket Challenge yang dilancarkan untuk menggalang dana. Dust-Bucket Challenge dilakukan untuk menggalang dukungan kepada Gaza sekaligus mengirim pesan tentang Gaza ke seluruh dunia.

" Saya harus melakukan sesuatu untuk mengirim pesan di seluruh dunia tentang Gaza," kata Ayman al Aloul, jurnalis yang mencetuskan Dust-Bucket Challenge kepada NBC News, Selasa 26 Agustus 2014.

" Inspirasi itu tiba-tiba muncul untuk menampilkan seluruh gambar bagaimana Gaza terlihat sekarang, puing-puing, kehancuran, semen dengan pasir, batu-batu kecil," tambah Aloul.

Dust-Bucket Challenge mulai dilakukan Aloul Sabtu lalu setelah dia berdiskusi dengan teman-temannya tentang cara-cara untuk menunjukkan dukungan kepada Gaza.

Ice-Bucket Challenge ala Gaza ini pun menyebar dengan cepat ke seluruh dunia maya. Halaman Dust-Bucket Challenge di Facebook mendapatkan hampir 2000 like hingga Senin pagi kemarin.

Selain Facebook, hashtags #dustbucketchallenge dan #remainsbucketchallenge juga menjadi trending topik di Twitter.

Israel meluncurkan serangan udara telah tanpa henti terhadap Gaza sejak 8 Juli di mana lebih dari 2.100 telah tewas dan ribuan terluka.

Aloul berharap melalui Dust-Bucket Challenge ini akan menyebarkan pesan tentang penderitaan Gaza. " Jika lima orang terkenal di dunia seperti aktor atau presiden melakukan Dust-Bucket Challenge, berarti saya berhasil mengirimkan pesan tentang Gaza," katanya.

Doa Aloul ini terjawab dengan cepat setelah seorang pejabat Turki mengambil tantangan tersebut.

" Ini merupakan alternatif untuk Ice-Bucket Challenge karena anak-anak di Gaza terkubur di bawah reruntuhan rumah mereka yang dibom Israel," kata Mehmet Kaya, perwakilan dari Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) di Gaza, seperti dikutip World Bulletin.

" Ini adalah Gaza, jantung Palestina, di mana anak-anak dan perempuan dibunuh oleh berton-ton bom yang jatuh di atas kepala mereka," tambahnya.

Kaya mengatakan ia mengirim pesan kepada para pemimpin dan ulama di dunia Muslim. " Anda harus mengambil seember debu dan tuangkan di atas kepala Anda untuk merasakan ketidakadilan yang dilakukan terhadap rakyat Gaza," katanya.

Ice-Bucket Challenge bertujuan menggalang dana bagi ALS Association. Kampanye tersebut mendapat respon dari berbagai tokoh terkenal, Mulai dari mantan Presiden AS, George W. Bush dan Lady Gaga hingga Oprah Winfrey.

Viral yang sensasional itu berhasil mengumpulkan dana US$62.5 juta untuk melawan kelainan neurologis yang biasa dikenal dengan nama Lou Gehrig's Disease. (Ism)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id