Ibunda NWR Bikin Pernyataan Mengejutkan, Minta Anak Tidak Diautopsi

News | Minggu, 5 Desember 2021 17:37

Reporter : Ahmad Baiquni

Sang ibu justru meminta kasus anaknya tidak dibesar-besarkan.

Dream - Ibunda NWR, Fauzun Safaroh, membuat pernyataan mengejutkan mengenai kematian anaknya. Dia menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan anaknya dan meminta agar kasus ini tidak dibesar-besarkan.

" Kesalahan anak saya mohon dimaafkan," ujar Fauzun, dalam sebuah video yang beredar di Twitter.

Fauzun mengaku kejadian ini di luar nalar dia. Dia tidak menyangka putrinya akan mengakhiri hidup di makam sang ayah.

" Ini adalah kejadian yang di luar nalar saya, di luar kemampuan saya dan mohon maaf sekali supaya ini tidak dibesarkan di Twitter maupun apapun," kata dia.

 

Ibunda NWR Bikin Pernyataan Mengejutkan, Minta Anak Tidak Diautopsi
Ilustrasi (Shutterstock.com)
2 dari 4 halaman

Sebut Anak Depresi

Selain itu, dia mengatakan putrinya memang sedang dalam tekanan. Bahkan dia sempat mengantarkan NHW untuk berobat ke Rumah Sakit Jiwa.

" Anak saya di RSJ diberikan obat dan memang anaknya sudah tertekan berat," kata dia, dikutip dari Info Mojokerto.

Dia pun meminta kasus ini tidak diperpanjang. Fauzun berharap warganet tidak lagi memviralkan kasus tersebut.

" Saya meminta agar kejadian ini tidak dibesar-besarkan, baik di Twitter atau apapun," ucap dia.

 

3 dari 4 halaman

Tolak Autopsi

Fauzun juga menyinggung soal autopsi. Dia mengaku sudah meminta kepolisian untuk tidak menjalankan autopsi terhadap jenazah NWR dengan alasan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

" Memang saya tidak bersedia anak saya diautopsi karena ini musibah keluarga saya dan saya tidak ingin membesarkan masalah ini. Saya hanya minta doanya supaya disa anak saya diampuni," kata dia.

Di media sosial beredar sepucuk surat berisi pernyataan penolakan autopsi. Surat tersebut ditandatangani Fauzun, dengan mencantumkan beberapa alasan.

 

4 dari 4 halaman

Viral Surat Penolakan Autopsi

Berikut isi surat tersebut:

Bahwa sehubungan dengan kejadian diatas dengan ini saya memohon kepada bapak Kapolres Mojokerto untuk tidak dilakukan tindakan hukum berupa Autopsi baik diluar atau dalam di Rumah Sakit mengingat bahwa saya selaku ibu kandung sdri Novia Widyasari Rahayu menerima bahwasanya anak kami tersebut meninggal dunia secara wajar dan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh anak kami saat diketemukan meninggal dunia tersebut.

Perlu bapak Kapolres Mojokerto ketahui bahwasanya sebelum diketemukan meninggal dunia tersebut anak kami atas nama NW memiliki riwayat:

a. Depresi dikarenakan bapaknya meninggal dunia sekitar 3 bulan yang lalu

b. Depresi dikarenakan kuliahnya yang menginjak sampai dengan semester 10 namun tidak kunjung selesai/wisuda.

c. Pernah kami periksakan ke Rumah Sakit Jiwa untuk mengurangi depresinya tersebut sehingga secara rutin meminum obat.

d. Karena depresi yang memuncak tersebutlah pada akhirnya anak kami tanpa sepengetahuan kami memutuskan untuk mengakhiri hidup (bunuh diri) dengan cara meminum bahan kimia yang berbahaya yang mana sebelumnya sudah pernah beberapa kali percobaan bunuh diri dilakukan namun ketahuan oleh saya selaku ibu kandung.

e. Depresi dikarenakan asrama hubungan dengan pacar/kekasihnya yang putus" , tulis surat tersebut.

Join Dream.co.id