Ibu Kos Pengusir 3 Perawat Ternyata Bidan, Ini Kata Gubernur Ganjar

News | Selasa, 28 April 2020 15:26
Ibu Kos Pengusir 3 Perawat Ternyata Bidan, Ini Kata Gubernur Ganjar

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Ganjar menyayangkan sikap dari ibu kost, padahal juga tenaga medis.

Dream - Insiden pengusiran tenaga medis kembali terjadi. Kali ini, dialami oleh tiga perawat RSUD Bung Karno Surakarta, Jawa Tengah.

Tiga perawat itu diusir oleh pemilik kos di Grogol, Sukoharjo, lantaran khawatir menularkan Covid-19 kepada penghuni rumah. Terutama kepada suami dari ibu kost tersebut.

Kabar tidak mengenakkan ini sampai kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Ganjar langsung menelepon perawat yang diusir dan meminta kronologis kejadian sekaligus nomor telepon pemilik kos.

" Tadi langsung saya telepon ketiganya, Alhamdulillah semuanya sudah aman karena sudah dijemput pihak rumah sakit. Karena itu rumah sakit baru, jadi ada banyak ruangan yang kosong yang dipakai untuk mereka sementara," kata Ganjar, dikutip dari Liputan6.com.

Ganjar juga telah menghubungi pemilik kos. Kepada Ganjar, ibu pemilik kos tersebut mengaku bingung lantaran suaminya sedang sakit dan takut tertular Covid-19.

2 dari 6 halaman

Berprofesi Bidan Tapi...

Ganjar menyayangkan hal tersebut, apalagi pemilik kos diketahui berprofesi sebagai bidan. Dia pun menegur tindakan sang pemilik kos yang dinilainya tidak patut.

" Saya telepon pemiliknya, dia nangis-nangis dan minta maaf. Bahasanya dia tidak mengusir, hanya takut suaminya tertular. Saya heran kenapa bisa begitu, padahal si ibu pemilik kos ini adalah bidan," terang Ganjar.

Sampai saat ini, tiga perawat yang diusir itu dalam kondisi aman. Mereka sementara tinggal di rumah sakit dengan fasilitas seadanya.

" Edukasi memang harus kita tingkatkan untuk menghindari hal-hal semacam ini. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan tempat khusus yang dapat digunakan para tenaga medis untuk tinggal apabila terjadi hal serupa. Namun sebenarnya, kalau edukasi kepada publik sudah baik, tentu tidak akan terjadi hal semacam ini," tegasnya.

 

3 dari 6 halaman

Shelter Khusus Tenaga Medis Covid-19

Pihaknya sudah menyiapkan sejumlah tempat tinggal para dokter dan tenaga medis di Jateng. Sejumlah hotel milik Pemprov Jateng serta beberapa tempat lain sudah dipersiapkan.

" Memang harus ada shelter yang disiapkan agar para tenaga medis ini tenang. Di Semarang sudah kami siapkan Hotel Kesambi, di Solo juga ada bekas Bakorwil yang bisa ditempati. Itu rumahnya besar, kamarnya banyak dan nyaman. Selain itu, ada juga hotel milik kami yang ada di Solo yang bisa ditempati," terangnya.

Ganjar menyayangkan kejadian pengusiran tenaga medis dari tempat tinggalnya itu. Ia berharap, semua masyarakat mendukung para tenaga medis dengan tidak memberikan stigma negatif pada mereka termasuk keluarganya.

" Edukasi memang harus dilakukan, tapi prinsipnya kami sudah menyiapkan tempat untuk merescue mereka apabila terjadi hal-hal semacam ini. Semoga kedepan tidak ada lagi peristiwa ini," kata Ganjar.

Sumber: Liputan6.com/Felek Wahyu

4 dari 6 halaman

Tega Banget! Perawat Positif Covid-19 Diusir dari Tempat Tinggal

Dream – Di Tanah Air, beberapa daerah diketahui ada yang menolak jenazah yang dimakamkan secara prosedur pasien Covid-19. Terakhir, ramai dan viral warga di Kabupaten Cianjur yang menolak jenazah.

Bahkan terpaksa jenazah itu harus dikebumikan di daerah lain karena warga benar-benar menolaknya.

Selain penolakan terhadap jenazah, banyak curhatan di media sosial, perawat, dan dokter juga banyak yang diusir dari rumah atau kos mereka karena positif virus corona.

Fenomena sosial tersebut sangat disayangkan sebenarnya. Karena pengetahuan yang minim di masyarakat.

Ternyata hal yang sama juga terjadi di Spanyol. Bagaimana kisahnya, mari kita simak cerita di bawah ini dari Daily Star

5 dari 6 halaman

Perawat Itu Dikirim ke Bangsal Covid-19

Seorang perawat di Madrid, Spanyol, ini dinyatakan positif Covid-19. Perawat itu bernama Clara Serrano berusia 31 tahun. Serrano mengaku diusir pemilik flat usai diberitahu banwa dirinya positif terinfeksi virus corona.

Serrano tiba di Madrid pada 11 Maret lalu. Kemudian ia dikirim ke rumah sakit untuk membantu pekerja medis mengatasi pasien Covid-19 di rumah sakit Kota Quintanar del Rey, Spanyol.

Ia menjelaskan pada tanggal 19 Maret ia sudah mulai merasakan gejala itu. Usai dites akhirnya hasilnya keluar pada tanggal 23 Maret bahwa dirinya positif virus corona.

6 dari 6 halaman

Serrano mengatakan pada hari yang sama pula, di saat ia masih kaget dengan kondisi yang tidak diinginkan itu, justru pemilik flat menyuruhnya pergi dari flat.

Padahal teman-teman di flatnya tidak mempermasalahan hal itu. Karena sudah ada kesepakatan untuk menggunakan dapur dan toilet secara bergantian.

Bahkan ia juga mendisinfeksi ruangan itu setelah ia gunakan. Selain itu ia juga hanya menggunakan satu kamar mandi khusus.

Tapi ternyata pemilik flat bersikeras mengusir perawat itu secara paksa. Padahal di saat kalut seperti itu, Serrano merasa sangat ketakutan.

Ia berusaha menjelaskan kepada pemilik flat bahwa ia akan segera pergi namun tidak dalam waktu dekat. Pemilik flat itu pun tetap menekan Serrano supaya segera berkemas dan pergi.

Join Dream.co.id