Penelitian dari Wuhan, Ini Efek Infeksi Covid-19 pada Wanita Hamil dan Bayi

News | Rabu, 1 April 2020 07:13
Penelitian dari Wuhan, Ini Efek Infeksi Covid-19 pada Wanita Hamil dan Bayi

Reporter : Sugiono

Para ahli di Wuhan melakukan studi terhadap wanita hamil positif Covid-19 dan kondisi janin mereka.

Dream - Menurut sebuah penelitian di Wuhan, dengan perawatan yang tepat wanita hamil dengan Covid-19 bertahan lebih baik daripada mereka yang terinfeksi SARS. Sementara penularan ibu positif Covid-19 kepada bayi dalam kandungan masih perlu penelitian lebih lanjut.

" Dalam penelitian kami, tingkat kesehatan janin yang dikandung dan bayi yang baru dilahirkan oleh wanita hamil positif Covid-19 lebih baik daripada mereka yang terinfeksi sindrom pernapasan akut parah (SARS)," tulis para peneliti dalam riset yang dipublikasikan di jurnal kesehatan The Lancet pada Selasa, 31 Maret 2020.

Penelitian tersebut melibatkan tujuh wanita hamil dalam trimester ke tiga yang dinyatakan positif Covid-19. Semua pasien dirawat di Rumah Sakit Tongji di Wuhan antara 1 Januari dan 8 Februari 2020. Ini adalah penelitian pertama yang melaporkan efek virus corona terhadap wanita hamil pada trimester ke tiga.

2 dari 6 halaman

Saat itu, tingkat kematian ibu hamil yang terinfeksi SARS adalah 25 persen, tulis enam dokter dari Rumah Sakit Tongji, yang merawat pasien Covid-19 sejak wabah dimulai pada bulan Desember 2019.

" Namun tidak ada satu pun wanita hamil positif Covid-19 di Wuhan dalam penelitian yang mengalami kondisi parah. Bayi yang baru lahir semuanya dalam kondisi sehat," lapor penelitian yang melibatkan dokter anak Yu Nan dan dokter kandungan Lin Xingguang.

Para dokter mencatat bahwa pasien hanya mengalami masalah kadar hormon yang berubah dengan cepat dan volume paru yang lebih rendah, yang disebabkan oleh peningkatan ukuran rahim selama kehamilan.

3 dari 6 halaman

Namun, para dokter puas dengan proses pemulihan tujuh pasien yang diteliti. Ketujuh pasien melahirkan dengan cepat setelah mendapat terapi oksigen dan pengobatan antivirus dari dokter berbagai disiplin ilmu.

Penulis penelitian mengatakan semua pasien telah menerima terapi oksigen melalui kateter hidung secara terpisah. Selain itu mereka juga menerima perawatan antivirus dan antibiotik dengan obat-obatan China tradisional.

Penelitian melaporkan selain menderita demam dan batuk, ketujuh pasien mengalami diare dan sesak napas yang merupakan gejala kurang umum.

4 dari 6 halaman

Para dokter di Wuhan juga mengatakan bahwa ketujuh pasien yang diteliti melahirkan bayi mereka melalui operasi Caesar.

Dari tujuh bayi yang dilahirkan di rumah sakit, empat diperbolehkan pulang karena tidak menunjukkan gejala terjangkit SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab wabah Covid-19.

Sementara dari tiga bayi berikutnya, dua dinyatakan negatif. Satu bayi positif Covid-19 setelah 36 jam dilahirkan. Namun, hasil tes asam nukleat terhadap plasenta dan darah tali pusat menunjukkan negatif.

" Ini berarti penularan virus SARS-CoV-2 dari ibu ke bayi tidak terjadi," tulis peneliti.

5 dari 6 halaman

Bayi baru lahir dengan hasil positif tersebut merupakan salah satu dari dua kasus Covid-19 yang dilaporkan di China.

Kasus lainnya melibatkan seorang bayi yang dinyatakan positif setelah 17 hari dilahirkan dari ibu dengan Covid-19 di Shanghai.

Namun, penyelidikan lebih lanjut melaporkan bahwa telah terjadi kontak dekat antara bayi tersebut dengan dua orang yang dikonfirmasi positif Covid-19, yaitu ibu bayi itu dan seorang anggota keluarganya.

6 dari 6 halaman

Bayi tersebut memiliki gejala sesak napas ringan tetapi tidak ada demam dan batuk. Bayi tersebut diperbolehkan pulang setelah dirawat satu minggu dan menjalani dua hasil tes asam nukleat dinyatakan negatif.

Untuk kasus bayi baru dilahirkan positif Covid-19 ini, para dokter di China masih bersikap hati-hati dalam menarik kesimpulan.

" Tetapi belum ada bukti yang bisa mendukung kemungkinan terjadi penularan Covid-19 dari ibu ke bayi yang dikandungnya," kata Qiao Jie, seorang dokter dari Rumah Sakit Ketiga Universitas Peking di Beijing, di The Lancet, pada 12 Februari 2020

Sumber: SCMP

Join Dream.co.id