Hubungan Raja Salman dan Pangeran Mohammed Dikabarkan Retak

News | Rabu, 6 Maret 2019 19:00
Hubungan Raja Salman dan Pangeran Mohammed Dikabarkan Retak

Reporter : Maulana Kautsar

Mohammed mengganti dua posisi penting saat Raja Salman pergi ke Mesir.

Dream - Hubungan pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz dengan sang putra mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman dikabarkan retak. Salman dikabarkan sempat memarahi Mohammed karena tidak setuju dengan kebijakan penting dalam beberapa pekan terakhir, termasuk perang di Yaman.

Dilaporkan The Guardian, kegelisahan Salman memuncak tatkala insiden pembunuhan jurnalis, Jamal Kashoggi di Turki. Dikabarkan Badan Intelejen Amerika Serikat (CIA), pembunuhan itu terjadi atas perintah Mohammed.

Ketegangan memuncak pada akhir Februari kala Salman mengunjungi Mesir. Dia mendapat informasi penting dari penasihatnya mengenai resiko terhadap langkah-langkah perlawanan terhadap kepemimpinannya.

Munculnya kewaspadaan itu membuat tim keamanan raja diganti. Sebanyak 30 orang loyalis pilihan raja dari Kementerian Dalam Negeri diterbangkan ke Mesir untuk menggantikan tim yang ada.

Indikasi keretakan lain juga muncul ketika Mohammed yang ditugasi sebagai `wakil raja`, selama Salman ke Mesir, mengganti dua posisi penting.

Dua posisi yang muncul yaitu penunjukkan Putri Reema binti Bandar bin Sultan sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat dan penunjukkan Khalid bin Salman sebagai Menteri Pertahanan.

Gesekan hubungan ayah-anak itu, kata sumber The Guardian, juga muncul ketika Mohammed tak ada saat penyambutan Salman.

Sumber di dalam kerajaan menyebut, para pendukung raja mendorong agar Salman lebih banyak membuat keputusan. Tindakan ini sebagai langkah pencegahan terhadap Mohammed untuk mengambil alih kekuasaan.

Juru bicara kedutaan Saudi di Washington bereaksi atas gosip yang berkembang ini. " Sudah menjadi kebiasaan bagi raja Arab Saudi untuk mengeluarkan perintah kerajaan yang mendelegasikan kekuasaan untuk mengatur urusan negara kepada wakilnya, putra mahkota," kata juru bicara tersebut.

Juru bicara tersebut menyebut rumor mengenai pengangkatan duta besar perempuan itu tidak berdasar.(Sah)

 

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id