Hore! OJK Setujui Merger 3 Bank Syariah BUMN, Ini yang Terjadi Berikutnya

News | Rabu, 27 Januari 2021 18:12
Hore! OJK Setujui Merger 3 Bank Syariah BUMN, Ini yang Terjadi Berikutnya

Reporter : Syahid Latif

Merger bank syariah BUMN diharapkan efektif pada 1 Februari 2021

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui rencana penggabungan usaha tiga bank syariah milik pemerintah. Dengan persetujuan tersebut, PT Bank BRISyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah akan bernaung di bawah identitas baru, PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Persetujuan OJK tersebut dinyatakan dalam Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021 yang ditetapkan hari ini, Rabu, 27 Januari 2021.

“ Saya mewakili seluruh tim Project Management Office berterima kasih kepada OJK dan seluruh regulator terkait atas dukungan dan bimbingannya selama proses merger ini berlangsung, sejak awal proses ini dimulai. Meski di tengah pandemi, seluruh pihak tetap bekerja, saling bahu-membahu, mendukung bersatunya tiga bank Syariah dan melahirkan Bank Syariah Indonesia. Sejatinya kita semua ini bersatu untuk Indonesia,” kata Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi, dalam keterangan tertulisnya.

Setelah mendapatkan izin dari OJK, proses penggabungan usaha ketiga bank syariah ini akan dilanjutkan dengan permohonan persetujuan perubahan anggaran dasar kepada Kementerian Hukum dan HAM dan permohonan pencatatan saham tambahan ke Bursa Efek Indonesia.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, merger tiga bank syariah BUMN ini diperkirakan akan efektif berjalan pada Senin, 1 Februari 2021. Di tanggal tersebut, ketiga bank resmi menjadi identitas baru sebagai PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

 

2 dari 3 halaman

Nasabah Tak Perlu Gelisah

Hery yang juga Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, mengatakan manajemen PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan fokus memastikan proses integrasi layanan dan core banking dari ketiga bank berjalan baik dan minim disrupsi demi peningkatan layanan kepada masyarakat dan nasabah.

" Insya Allah, kami akan kawal sebaik mungkin. Kami akan lakukan dengan saksama secara bertahap, tidak terburu-buru demi meminimalisasi risiko disrupsi bagi nasabah selama proses integrasi berlangsung,” jelasnya.

Sementara Direktur Utama PT BRIsyariah Tbk, Ngatari memastikan proses operasional ketiga bank syariah yang akan menjalani merger akan tetap berjalan seperti biasa.

Ngtarai menambahkan manajemen akan senantiasa menginformasi kepada nasabah jika terjadi perubahan-perubahan layanan dan operasional sebagai hasil proses integrasi tersebut.

" Kami juga menjamin seluruh dana nasabah tetap aman dan dijamin sesuai regulasi. Bila ada pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi kami baik di cabang atau melalui call center,” jelas Ngatari yang mengimbau nasabah untuk tetap tenang dengan adanya penggabungan usaha ini.

 

3 dari 3 halaman

Masuk 10 Besar Bank dengan Aset Terbesar

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo menambahkan, pasca merger dan tuntasnya proses integrasi akan membuta layanan keuangan syariah bagi masyarakat semakin beragam dan luas cakupannya. Dia juga memastikan akan ada peningkatan kualitas layanan.

“ Bank Syariah Indonesia akan memiliki layanan dan produk keuangan syariah yang bisa diakses serta memenuhi kebutuhan nasabah UMKM, korporasi, ritel, dan investor global. Kualitas layanan kami terus kami pacu sesuai standar internasional dengan rasa lokal," ujarnya.

Dengan merger ini, Bank Syariah Indonesia rencananya akan menjalankan kegiatan usaha di lebih dari 1.200 kantor cabang dan unit eksisting yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah.

Merujuk proforma keuangan per 30 Juni 2020, total aset Bank Hasil Penggabungan nantinya mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Jumlah tersebut menempatkan Bank Hasil Penggabungan dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Join Dream.co.id