Beredar Pesan Sebut Puncak Inkubasi Virus Corona 23 Maret-3 April, Cek Faktanya!

News | Senin, 30 Maret 2020 11:51
Beredar Pesan Sebut Puncak Inkubasi Virus Corona 23 Maret-3 April, Cek Faktanya!

Reporter : Ahmad Baiquni

Pesan tersebut tersebar lewat aplikasi percapakan WhatsApp.

Dream - Beredar pesan berantai berisi peringatan untuk tidak keluar rumah mulai 23 Maret sampai 3 April 2020. Pesan itu mengklaim pada tanggal yang disebutkan merupakan puncak inkubasi virus corona.

Dikutip dari Liputan6.com, pesan tersebut tersebar lewat aplikasi percakapan WhatsApp sejak 27 Maret 2020. Pesan tersebut juga memuat narasi fase inkubasi dari dua pekan pertama akan muncul orang-orang yang terinfeksi, dua pekan kemudian masa tenang dan dua pekan selanjutnya mulai berkurang.

Berikut isi pesan berantai tersebut.

Baru saja mendapat info ini: Mulai besok, jangan keluar rumah mencari makanan atau untuk apa pun, karena hal yang terburuk dimulai, tanggal inkubasi telah tiba dan banyak yg terinfeksi positif akan menunjukkan gejalanya dan banyak orang bisa tertular, jadi sangat penting untuk tetap di rumah dan tidak berhubungan dengan tidak bertemu orang lain, sangat berhati-hati adalah sangat penting.

Dari 23 Maret hingga 3 April kita harus menjaga diri kita sendiri, karena kita akan berada di puncak penyebaran virus dalam dua minggu, biasanya dalam dua minggu itu semua yang terinfeksi akan muncul kemudian ada dua minggu tenang dan kemudian dua minggu lagi mulai berkurang.

* Apa yang terjadi di Italia adalah bahwa siklus ini diabaikan pada musim penularan dan itulah mengapa semua kasus bercampur menjadi satu *.

*Dan akhirnya, jangan menerima kunjungan dari siapa pun, bahkan dari keluarga yang sama. Ini semua untuk kebaikan semua. *

KITA AKAN BERADA DI TINGKAT INFEKSI MAKSIMUM.

-*JANGAN ABAIKAN PESAN INI, BAGIKAN KE SEMUA KONTAK ANDA *

 

 

2 dari 5 halaman

Hasil Penelusuran

Setelah dilakukan penelusuran lewat laman pencarian Google dengan kata kunci " larangan keluar dari rumah mulai besok" , muncul dua muncul artikel berita berjudul " Viral Hoax Larangan Keluar dari Rumah 28 Maret, Pemerintah: Delete Saja!" . Berita tersebut dimuat di laman detik.com edisi Jumat, 27 Maret 2020 dengan narasumber utama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Berikut isi artikel tersebut.

Jakarta - Muncul pesan berantai yang melarang orang-orang keluar dari rumah pada Sabtu (28/3) besok karena hal buruk soal wabah virus Corona dikatakan bakal terjadi, penularan bakal banyak terjadi. Pemerintah memastikan pesan bak virus itu adalah hoax." Memang ini teror informasi. Ada yang tidak ingin ada ketenangan di negara ini, yakni pihak yang membikin hoax," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, kepada wartawan, Jumat (27/3/2020).

Yuri memastikan tak akan ada hal buruk terkait peningkatan penularan virus Corona pada 28 Maret besok. Penjelasan hoax bahwa itu adalah momentum masa inkubasi dinilainya tidak masuk akal.

" Tidak mungkinlah. Pesan itu bisa membikin tertawa sendiri. Dasarnya apa virus bisa menentukan tanggal 28 Maret? Setahu saya, virus tidak sekolah dan tidak bisa membaca kalender," kata Yuri.

Pesan viral itu dipungkasi dengan kata-kata yang sangat khas hoax, yakni, " Jangan abaikan pesan ini, bagikan ke semua kontak Anda." Yuri yakin masyarakat sudah semakin cerdas dan tidak mudah termakan hoax. Cara terbaik untuk melawan hoax adalah dengan tidak meneruskan (forward) pesan hoax itu.

" Langsung delete saja. Tidak ada ruginya men-delete langsung pesan seperti itu," kata Yuri.

Berikut adalah pesan yang perlu langsung Anda delete dari aplikasi perpesanan Anda karena pesan ini adalah hoax:

Baru saja mendapat info ini

Mulai besok 280320, jangan keluar rumah mencari makanan atau untuk apa pun, karena hal yang terburuk dimulai, tanggal inkubasi telah tiba dan banyak yg terinfeksi positif akan menunjukkan gejalanya dan banyak orang bisa tertular, jadi sangat penting untuk tetap di rumah dan tidak berhubungan dengan tidak bertemu orang lain, sangat berhati-hati adalah sangat penting.

Dari 23 Maret hingga 3 April kita harus menjaga diri kita sendiri, karena kita akan berada di puncak penyebaran virus dalam dua minggu, biasanya dalam dua minggu itu semua yang terinfeksi akan muncul kemudian ada dua minggu tenang dan kemudian dua minggu lagi mulai berkurang.

Apa yang terjadi di Italia adalah bahwa siklus ini diabaikan pada musim penularan dan itulah mengapa semua kasus bercampur menjadi satu

Dan akhirnya, jangan menerima kunjungan dari siapa pun, bahkan dari keluarga yang sama. Ini semua untuk kebaikan semua.

KITA AKAN BERADA DI TINGKAT INFEKSI MAKSIMUM.

JANGAN ABAIKAN PESAN INI, BAGIKAN KE SEMUA KONTAK ANDA

Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, pesan berantai yang beredar di WhatsApp adalah hoaks atau bohong. Pesan tersebut diduga berasal dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Sumber: Liputan6.com/Hans Jimenez Salim

3 dari 5 halaman

Hoaks Video Bayi Bicara Telur Rebus Penangkal Corona

Dream - Media sosial dihebohkan dengan viralnya video bayi bisa bicara. Di video itu, si bayi ditampakkan seolah-olah menyebut telur rebus bisa menangkal virus corona.

Dikutip dari Liputan6.com, salah satu akun yang mengunggah video itu adalah akun Facebook Muhammad Nasrun Ridin. Video tampak seperti hasil manipulasi.

" Mama telur mama telur, jangan lupa jam 12 setengah malam, mama telur rebus jangan lupa, mama telur rebus jangan lupa satu orang satu mama,"  demikian ucapan yang terdengar dari video tersebut.

Akun tersebut juga mencantumkan keterangan dalam unggahan videonya.

" Astaghfirullah ada betulan ple INI YANG LAGI HEBOH DI KALANGAN WARGA INDONESIA MALAYSIA SAMPAI KE CHINA VIRAL. BAYI YANG BARU LAHIR BISA BICARASURUH REBUS TELOR DAN DIMAKAN BUAT PENANGKAL VIRUS CORONA#boleh_percaya_boleh_tidak,"  tulis admin.

 Hoaks Bayi© Facebook

 

4 dari 5 halaman

Hasil Penelusuran

Setelah dilakukan penelusuran menggunakan mesin pencari Google, ditemukan artikel berita berjudul " Jubir Covid-19 Mimika: Telur Bukan Penangkal Virus Corona" . Berita tersebut dimuat di laman media online, suarapapua.com tanggal 26 Maret 2020.

" TIMIKA | Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Mimika, Papua, Reynold Ubra menegaskan telur rebus bukan penangkal atau obat untuk menyembuhkan Virus Corona.

“ Kalau untuk daya tahan tubuh, iya… Tapi bukan telur saja. Banyak bahan makanan lain yang juga baik untuk imunitas tubuh, contoh sayur, buah-buahan dan nutrisi yang lainnya,” Jelas Reynold saat dihubungi Seputarpapua.com Kamis (26/3)."

Berita serupa juga tayang di laman manado.tribunnews.com di tanggal yang sama. Di media tersebut memuat judul " HOAKS: Bayi Baru Lahir Berbicara, Makan Telur Rebus Sebelum Jam 12 Malam untuk Cegah Virus Corona."

 

5 dari 5 halaman

Polisi: 100 Persen Hoaks

Media tersebut mencantumkan keterangan klaim pembuat video yang menyatakan fakta bayi bisa bicara terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud. Tepatnya di Desa Pantuge, Kecamatan Kabaruan.

Tetapi, Kapolsek Kabaruan, Ajun Komisaris Ferry Pradama, menegaskan video yang beredar tersebut adalah bohong atau hoaks.

" Tidak benar, 100 persen itu hoaks, di desa Pantuge tak ada kejadian yang seperti dirumor tersebut, yang saya ketahui berita tersebut ada juga menyampaikan bahwa dari Singkawang,'' kata Ferry.

Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono

Join Dream.co.id