30 Jam Pertarungan Hidup Mati Korban Selamat Ledakan Lebanon

News | Senin, 10 Agustus 2020 10:01
30 Jam Pertarungan Hidup Mati Korban Selamat Ledakan Lebanon

Reporter : Ahmad Baiquni

Al Zahed ditemukan dalam kondisi penuh luka.

Dream - Seorang pekerja pelabuhan di Beirut, Lebanon yang sempat dinyatakan hilang saat ledakan dahsyat ditemukan selamat. Pekerja tersebut dilaporkan masih hidup setelah 30 jam terapung di lautan dalam kondisi penuh luka. 

Media lokal melaporkan pekerja pelabuhan bernama Amin Al Zahed itu ditemukan dalam kondisi tubuhnya penuh darah di Laut Mediterania. Foto Al Zahed sempat dipajang di akun Instagram disertai keterangan dinyatakan hilang.

Lokasi penemuan Al Zahed oleh tim SAR cukup jauh dari pusat ledakan. Diduga, dia terlempar ketika ledakan terjadi.

Usai ditemukan, Al Zahed dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Rafic Hariri. Tetapi, media setempat melaporkan pihak keluarga tidak bisa menghubungi dia.

Tidak ada keterangan resmi yang menjelaskan bagaimana Al Zahed bisa bertahan hidup selama 30 jam tersebut. Termasuk pula kondisi yang dia alami saat ini.

Investigasi tengah dijalankan untuk mengetahui penyebab ledakan yang menewaskan sedikitnya 137 orang pada Selasa sore dan membuat 5.000 lainnya luka-luka.

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, menyatakan ada 2.750 ton amonium nitrat tersimpan di gudang pelabuhan telah meledak.

(Sumber: Alarabiya)

2 dari 5 halaman

Ditangkap! Ini Pemilik 2.750 Ton Amonium Nitrat yang Meledak di Beirut Lebanon

Dream - Ledakan pelabuhan Beirut, Lebanon, diduga disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang di pelabuhan. Bahan Kimia itu disita dari kapal bernama Rhosus milik Igor Grechushkin, pria berkebangsaan Rusia yang tinggal di Siprus.

Otoritas Siprus menyatakan berhasil menangkap dan menginterogasi seorang pria Rusia yang diduga sebagai pemilik kapal yang mengangkut kargo amonium nitrat terbengkalai di Beirut dan menyebabkan ledakan dahsyat.

Juru bicara Kepolisian Siprus, Christos Andreou, mengatakan, pria yang namanya dirahasiakan telah diinterogasi di rumahnya di Siprus pada Kamis 6 Agustus malam waktu setempat.

" Ada permintaan dari Interpol Beirut untuk melacak orang ini dan menginterogasinya dengan sejumlah pertanyaan terkiat kargo tersebut," kata Andreou.

Ia mengatakan, informasi terbaru yang didapat langsung dikirim ke Beirut, Lebanon. Namun, Andreou menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.

3 dari 5 halaman

Sumber keamanan, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyebutkan bahwa pria itu merupakan pengusaha asal Rusia, Igor Grechushkin, yang berusia 43 tahun. Grechushkin belum berhasil dihubungi.

Boris Prokoshev, yang merupakan kapten kapal kargo Rhosus pada 2013, mengungkapkan bahwa bahan kimia itu berakhir di Beirut setelah si pemilik kapal, Igor Grechushkin memintanya berhenti di Lebanon untuk mengambil kargo tambahan.

Bahan kimia yang disimpan di Beirut selama 6 tahun itu meledak pada Selasa 4 Agustus, dalam bencana paling mengerikan di Lebanon.

 

4 dari 5 halaman

Pada 2013, Kapal Rhosus terdampar di Beirut akibat mengalami kerusakan. Kapal berbendera Moldova itu berangkat dari Georgia menuju Mozambik.

Ketika kapal masih berada di Beirut, Igor Grechhukshin menyatakan bangkrut, akibatnya kapal Rhosus beserta krunya sempat terlantar di Beirut.

The Siberian Times menyebut penyitaan itu akibat kurangnya dokumen dan persyaratan transportasi. Kru kapal itu terdiri atas delapan warga Ukraina dan dua warga Rusia.

Kru kapal sempat mengeluhkan aksi Igor Grechuskhin yang menelantarkan kru dan tidak memberikan uang. Saat itu, kru kapal meminta tolong pemerintah Ukraina dan organisasi internasional agar bisa pulang.

5 dari 5 halaman

Selanjutnya pada 2014, otoritas Lebanon menyita 2.750 amonium nitrat di kapal itu. Amonium nitrat itulah yang lantas ditaruh di gudang dekat pelabuhan dan mengakibatkan ledakan.

Kronologi itu sesuai dengan versi Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab yang berkata amonium nitrat telah tersimpan selama enam tahun di gudang yang meledak.

Sumber: Liputan6.com 

Join Dream.co.id