Mantan Kepala BIN Hendropriyono: `Demo di Rumah Siapapun, Berbahaya`

News | Jumat, 4 Desember 2020 07:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Mantan Kepala BIN itu meningatkan agar pengepungan rumah Mahfud MD di Pamekasan tidak terulang.

Dream - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, mengingatkan semua pihak untuk menggelar aksi demonstrasi di depan rumah siapapun. Dia mengatakan tindakan tersebut akan mendatangkan konsekuensi yang berbahaya.

" Jangan sekali-kali berdemonstrasi di rumah keluarga siapapun, seperti yang dilakukan di kediaman Pak Mahfud MD itu, di mana anggota keluarga seperti istri, anak, dan orangtua tidak tahu apa-apa tiba-tiba didemo, itu berbahaya," ujar Hendropriyono, dikutip dari Merdeka.com.

Hendropriyono mengatakan kondisi yang terjadi di rumah Mahfud tergolong darurat. Sehingga, keluarga Mahfud bisa melakukan tindakan pembelaan hingga melampaui batas.

Hal itu diatur dalam Pasal 48 dan 49 KUHP. Dua pasal tersebut memberikan kelonggaran kepada pihak yang diserang untuk melakukan pembelaan diri karena terpaksa.

 

Mantan Kepala BIN Hendropriyono: `Demo di Rumah Siapapun, Berbahaya`
Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono (Liputan6.com)
2 dari 6 halaman

Hak Bela Diri Dilindungi UU

Hendropriyono kemudian menjelaskan, ketentuan Pasal 49 KUHP mengatur perbuatan pembelaan darurat atau pembelaan terpaksa (noodweer) untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri ataupun orang lain akibat adanya serangan atau ancaman serangan sangat dekat.

Sedangkan Pasal 48 KUHP mengatur tentang overmacht, yaitu tindak pidana yang dilakukan seseorang karena daya paksa. Sehingga, kata Hendropriyono, jika pihak diserang membela diri bahkan sampai melampaui batas, mereka tidak bisa dihukum.

" Hak bela diri ini bukan berarti main hakim sendiri, tetapi karena keadaan jiwa keluarga yang diserang itu menjadi goncang," kata dia.

 

3 dari 6 halaman

Jika Sampai Penyerang Terbunuh, Tak Bisa Dihukum

Sehingga apabila keluarga Mahfud melakukan pembelaan diri, tindakan tersebut dilindungi oleh UU. Termasuk jika sampai membunuh si penyerang.

" Keluarga siapa pun, seperti keluarga Mahfud MD yang diserang, cukup dengan alasan dapat mengira akan ada serangan atau ancaman serangan terhadap mereka, maka pembelaan terpaksa jika mereka lakukan, dilindungi oleh Pasal 49 KUHP tersebut. Maksud dari pembelaan diri sampai melampaui batas, disebutkan, adalah sampai matinya si penyerang," kata dia.

Lebih lanjut, Hendropriyono mengingatkan agar masyarakat tidak melaksanakan demonstrasi di kediaman seseorang yang juga menjadi tempat tinggal istri, anak, maupun orangtua.

" Kita berada di negara-bangsa Indonesia ini untuk hidup bersama, bukan untuk mati bersama-sama," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra)

4 dari 6 halaman

Rumah Ibundanya di Pamekasan Dikepung Massa, Mahfud MD Marah

Dream - Menko Polhukam, Mahfud MD, bereaksi atas insiden pengepungan rumah ibundanya di Pamekasan, Jawa Timur, Selasa 1 Desember 2020. Mahfud tampak marah dan meluapkannya di media sosial.

Melalui akun Twitter, @mohmahfudmd, Mahfud mengungkapkan selalu berusaha tidak menindak pihak-pihak yang menyerang pribadinya. Dasarnya, khawatir egois dan sewenang-wenang karena punya jabatan.

Video pengepungan rumah ibunda Mahfud MD viral di media sosial. Mahfud mengkonfirmasi kejadian itu benar berlangsung di rumah ibundanya, namun dia mengatakan situasi telah diatasi.

" Aman," kata Mahfud.

5 dari 6 halaman

Massa Geruduk Rumah Ibunda di Madura, Menko Mahfud MD: `Sudah Diurus, Aman`

Dream - Sebuah video sejumlah massa mendatangi rumah yang dihuni oleh ibunda Menteri Koordinator Polhukam Mahfud MD di Pamekasan, Madura ramai di media sosial. Massa berdatangan menggunakan kendaraan truk, sebagian besar mengenakan peci dan sarung.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @m.bahrunnajach, terlihat massa berkumpul di depan rumah yang tertutup. Sebagian massa berteriak meminta pemilik rumah keluar.

Dugaan rumah tersebut merupakan kediaman Menko Polhukam Mahfud MD di Pamekasan, Jawa Timur terdengar dari suara perekam salah satu video.

"Rumah Mahfud MD yang di Pamekasan digerebek massa," ujar perekam video.

      Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh M. Bahrun Najach (MBN) (@m.bahrunnajach)

6 dari 6 halaman

"Mulih, Fud."

Terdapat dua unggahan pada akun tersebut. Satu unggahan berisi satu video yang memperlihatkan sejumlah massa berdatangan menggunakan truk maupun berjalan kaki.

Sementara pada unggahan lainnya berisi dua video. Video pertama terlihat massa mengenakan sarung, peci, dan kemeja dominan putih sedang berjalan kaki.

Di video kedua, terlihat massa berteriak di depan rumah yang diduga milik Mahfud MD. Sebagian di antara mereka yang berteriak meminta Mahfud pulang kampung.

"Mulih Fud, mulih Fud (Pulang Fud, pulang Fud)," teriak massa.

      Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh M. Bahrun Najach (MBN) (@m.bahrunnajach)

Join Dream.co.id