Hasil Rapid Test Jabar: 677 Orang Terindikasi Positif Covid-19

News | Jumat, 3 April 2020 18:52
Hasil Rapid Test Jabar: 677 Orang Terindikasi Positif Covid-19

Reporter : Maulana Kautsar

Sebanyak 310 orang berasal dari Sukabumi, 226 lainnya dari Bandung.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaatakan, ada 677 orang di wilayahnya yang terindikasi positif terinfeksi virus corona. Indikasi itu ditemukan setelah melakukan rapid test terhadap 15 ribu orang di sejumlah wilayah Jawa Barat.

" Laporan baru masuk sekitar 15 ribu hasil tes dan ini yang mungkin jadi perhatian, dari rapid test yang sudah dilaporkan terdapat indikasi positif 677 individu," kata Ridwan kamil, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 2 April 2020.

Menurut pria yang karib disapa Kang Emil itu, sebelumnya Dinas Kesehatan Jawa Barat membagikan 61 ribu alat tes ke 27 kabupaten atau kota. Dari jumlah itu, 15 ribu di antaranya telah masuk kembali ke Dinas Kesehatan dengan indikasi 667 positif Covid-19 itu.

Hasil itu membuat Ridwan Kamil ingin melakukan tes cepat lebih masif lagi di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, sudah berada pada jalur yang benar dengan mengikuti arahan organisasi kesehatan dunia (WHO), memperbanyak wilayah pengetesan secara masif.

" Karena semakin banyak tes masif, maka kita akan menemukan peta baru yang selama ini tak terlihat. Dan inilah masukan ke provinsi lain untuk memaksimalkan pengetesan masif kepada mereka yang diwaspadai," ujar dia.

2 dari 5 halaman

Segera Berkoordinasi

Dari 667 hasil tes cepat, dia memaparkan, sebanyak 310 individu berasal dari Kota Sukabumi. Mayoritas para pasien positif itu berada di institusi kenegaraan.

Angka terbesar kedua sebanyak 226 individu terindikasi positif berada di Kota Bandung. Klaster ini berasal dari kegiatan keagamaan di Lembang.

" Jadi sampai hari ini kita terus melakukan pengetesan sampai total 61 ribu RDT bisa kita selesaikan dan kita terima hasilnya," ujar dia.

Dalam temuan tersebut, pihaknya juga meminta kepada empat institusi kenegaraan yang terindikasi positif melalui tes masif untuk terbuka dan mengikuti arahan selanjutnya yaitu melakukan tes swab. Tes tersebut dilakukan untuk memastikan agar mengetahui hasil uji yang lebih akurat.

" Kesimpulan saya mengimbau kepada lembaga kenegaran di pemerintah pusat yang memiliki lembaga pendidikan yang berlokasi di Jawa Barat agar segera berkordinasi dengan kami untuk melakukan pengetesan siswa yabg sedang berasrama di lokasi lembaga kenegaraan tersebut," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon

3 dari 5 halaman

Ridwan Kamil Ungkap Obat Corona Bisa Dikembangkan di Jawa Barat

Dream - Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk virus corona (Covid-19). Para pasien positif dirawat seperti pasien pnemunia dengan obat untuk meredakan gejalanya agar tidak semakin parah.

Hingga saat ini, virus sendiri belum bisa ditangkal dengan obat dan vaksin tertentu. Sejumlah peneliti pengobatan di berbagai negara sedang bekerja keras untuk mencari obat untuk penyakit yang telah menjangkiti 124 negara ini.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melalui akun Instagram membawa fakta yang cukup menggembirakan. Ia mengungkap penelitian yang dipublikasi di China dan National Institute of Health, Amerika Serikat. Menurut penelitian tersebut 100 pasien corona membaik kondisinya karena pemberian obat yang mengandung Kloroquin Fosfat.

" Menurut Prof Keri Lestari @keri.unpad dari UNPAD Kloroquin Fosfat itu nama lain dari Obat KINA sebagai obat Malaria, yang ternyata bisa mencegah pertumbuhan dan memblokir infeksi virus covid-19. Dan Pohon KINA itu selama 70 tahun ditanam di tanah Jawa Barat yang diproduksi Kimia Farma,"  tulisnya.

 Postingan RIdwan Kamil© Instagram

(Foto: Instagram Ridwan Kamil)

Mengetahui fakta tersebut Ridwan Kamil langsung berkoordinasi dengan Profesor Keri. Ia juga meminta pihak tim penelitian di berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat untuk melakukan kajian lebih lanjut seputar virus Covid-19.

" Pemprov Jawa Barat mendorong perguruan tinggi di Jabar untuk segera melakukan kajian-kajian ilmiah terkait penanganan masalah virus covid-19,"  tulisnya.

 

4 dari 5 halaman

Corona Berpotensi Menyebar di KRL, Ini Antisipasi KCI

Dream - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) angkat bicara tentang virus corona berpotensi menyebar di KRL. Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini menyebut kejadian sebenarnya tak seperti yang tertangkap di gambar yang beredar di media sosial.

" PT KCI pada hari ini menghadiri rapat membahas protokoler penanganan penyebaran virus corona bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rapat yang dihadiri KCI berbeda dengan rapat yang dokumentasi fotonya beredar tersebut," kata Vice President Corporate Communication KCI, Anne Purba, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 12 Maret 2020.

 Corona Berpotensi Menyebar di KRL, Ini Antisipasi KCI© Dream

Anne mengatakan KCI mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengantisipasi peredaran virus corona. Misalnya, edukasi untuk mencegah penularan virus berkode Covid-19.

Hal ini telah dilakukan sejak 3 Februari 2020. Salah satunya edukasi tentang cuci tangan yang benar dan membagikan masker kepada pengguna di 36 stasiun.

" Dua, menyediakan lebih dari 700 botol hand sanitizer untuk 88 rangkaian kereta dan 80 stasiun. Tiga, rutin membersihkan seluruh rangkaian kereta seusai beroperasi dengan menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan. Empat, menugaskan On Trip Cleaning yang membersihkan rangkaian kereta saat sedang beroperasi melayani pengguna," kata dia.

KCI juga memberikan materi edukasi dan imbauan di 88 rangkaian kereta dan 80 stasiun. Selanjutnya menyiapkan pos kesehatan di 30 stasiun KRL yang dapat memberikan pertolongan pertama jika pengguna mengalami masalah kesehatan.

" Di pos ini, pengguna juga dapat mengukur suhu tubuh, mendapatkan masker, hingga obat-obatan. Jika tidak dapat ditangani, petugas kesehatan akan merujuk pengguna ke rumah sakit terdekat. Tujuh, mewajibkan pegawai frontliner yang berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk cek kesehatan termasuk suhu tubuh sebelum berdinas," kata dia.

5 dari 5 halaman

Sosialiasasi dan Antisipasi

Tidak sampai di situ PT KCI, terus melakukan upaya sosialisasi dan antisipasi. Pekan lalu, bekerja sama dengan PT KAI Daop 1 Jakarta, PT KCI mengadakan kegiatan rail clinic di Stasiun Depok dan Bogor.

Pada kegiatan ini, KAI mengerahkan kereta Rail Clinic yang melayani pengobatan gratis dan cek kesehatan bagi penumpang, serta memberikan edukasi mengenai kebersihan dan gaya hidup sehat untuk menangkal virus corona.

" Dalam waktu dekat, kereta Rail Clinic juga akan hadir kembali di lintas Bogor-Depok untuk memberi edukasi dan layanan kesehatan," kata Anne.

Mulai Kamis 12 Maret 2020, tim kesehatan bersama jajaran pegawai KCI juga akan melakukan roadshow sosialisasi lanjutan ke sejumlah stasiun untuk melanjutkan upaya edukasi, membagikan masker, dan menjelaskan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus Corona yang dapat diikuti pengguna.

Petugas juga akan melakukan random check suhu tubuh pengguna di stasiun-stasiun.

(Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti, Rita Ayuningtyas)

Join Dream.co.id