Penelitian: Orang Tak Divaksin 11 Kali Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19

News | Senin, 27 September 2021 18:00

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Jumlah kematian di antara orang-orang yang tidak divaksin jauh lebih tinggi ketimbang mereka yang sudah mendapat dosis penuh.

Dream - Hasil riset terbaru yang diterbitkan Pusat Pengendalian dan Pencegehan Penyakit AS atau CDC menemukan orang yang tidak divaksin Covid-19 berisiko 11 kali lebih besar kemungkinannya untuk meninggal dunia jika tertular virus.

Tak hanya itu, orang yang tidak divaksin juga kemungkinan mengalami komplikasi kesehatan yang parah, membutuhkan rawat inap, dan dalam skenario terburuk mengakibatkan kematian.

Menurut laman Mashble.com, penelitian ini melibatkan lebih dari 600.00 kasus Covid-19 di Amerika Serikat.

Hasil riset ini diterbikan sebagai rilis awal dalam CDC Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) berkaca pada kasus Covid-19 yang muncul dari 4 April hingga 17 Juli 2021.

Penelitian: Orang Tak Divaksin 11 Kali Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19
Ilustrasi Vaksin (Foto: Liputan6.com)
2 dari 6 halaman

Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa jumlah kematian di antara orang-orang yang tidak divaksin jauh lebih tinggi ketimbang mereka yang sudah mendapat dosis penuh.

Di saat yang bersamaan, ketika varian Delta menghantam Amerika Serikat, jumlah kematian orang yang divaksin lengkap juga meningkat, yang menunjukkan penurunan efikasi vaksin.

Namun, bukan berarti Anda boleh menyepelekan vaksinasi. Ketika melihat jumlah kematian di antara orang yang tidak divaksinasi selama waktu yang sama, mereka masih menyumbang sebagian besar kematian, yaitu 84 persen.

Secara umum, orang yang tidak divaksinasi menyumbang 82 persen kasus baru, dan 84 persen rawat inap.

3 dari 6 halaman

Jadi, meskipun ada indikasi vaksin kurang efektif terhadap varian Delta, angkanya masih menunjukkan bahwa vaksinasi secara signifikan mengurangi risiko komplikasi dan kematian akibat Covid-19.

" Intinya adalah: Kami memiliki alat ilmiah yang dibutuhkan untuk mengubah sudut pandang pada pandemi saat ini," kata direktur CDC, Rochelle Walensky.

" Vaksin bekerja dan melindungi kita dari komplikasi parah Covid-19. Ini akan melindungi anak-anak kita dan memunykinan mereka untuk segera bersekolah dengan aman.," pungkasnya.

Sumber: Mashble.com

4 dari 6 halaman

Indonesia Masuk Kriteria 'Peringatan Keras' Aturan Perjalanan AS

Dream - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah melonggarkan rekomendasi perjalanan ke lebih dari 110 negara. Singapura dan Jepang masuk dalam daftar negara yang mengalami pelonggaran tersebut.

Dalam daftar yang diunggah ke laman resminya, CDC membuat empat pemeringkatan, didasarkan pada kondisi Covid-19 di masing-masing negara.

Dalam daftar baru tersebut, menurut laman Straits Times, terdapat 61 negara yang diturunkan dari peringkat bahaya Level 4 tertinggi yang melarang semua perjalanan ke level leebih rendah.

Sebanyak 50 negara dan wilayah lainnya diturunkan ke Level 2 dan Level 1. Pedoman tersebut merekomendasikan semua pelancong ke tujuan mana pun untuk terlebih dahulu divaksinasi sepenuhnya.

Level 3 menyarankan semua individu yang tidak divaksinasi agar tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke negara-negara tersebut.

Level 2 menyatakan individu yang tidak divaksinasi yang berada pada peningkatan risiko penyakit parah akibat Covid-19 harus menghindari perjalanan yang tidak penting.

Sedangkan Level 1, peringkat untuk negara-negara yang dianggap paling aman untuk bepergian, mengatakan siapa pun yang divaksinasi penuh dapat bepergian.

Negara-negara dengan peringkat terendah untuk risiko Covid-19 sekarang termasuk Singapura, Israel, Korea Selatan, Islandia, Belize, dan Albania.

5 dari 6 halaman

Revisi Daftar

Di antara mereka yang sekarang terdaftar di Level 3 adalah Prancis, Ekuador, Filipina, Malaysia, Indonesia, Afrika Selatan, Kanada, Meksiko, Rusia, Spanyol, Swiss, Turki, Ukraina, Honduras, Hongaria, dan Italia.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan sedang dalam proses merevisi travel advisory untuk mencerminkan perubahan CDC. Pada Selasa pagi, Departemen Luar Negeri telah menurunkan peringkatnya di lebih dari 90 negara dan wilayah, termasuk untuk Jepang.

Pada 24 Mei, Departemen Luar Negeri telah mendesak warga AS agar tidak melakukan perjalanan ke Jepang. Alasannya, terdapat gelombang baru kasus virus corona sebelum Olimpiade Tokyo akan dimulai pada 23 Juli.

Peringatan Departemen Luar Negeri menimbulkan kekhawatiran dan mendorong Gedung Putih untuk menegaskan kembali dukungannya terhadap rencana Tokyo menyelenggarakan Olimpiade musim panas ini. Juga untuk atlet AS yang bersaing di sana meskipun ada gelombang infeksi baru dan tingkat vaksinasi yang rendah di negara tuan rumah.

Penonton asing telah dilarang, dan penyelenggara diharapkan membuat keputusan akhir bulan ini tentang penonton domestik.

CDC mengatakan perubahan itu terjadi setelah merevisi kriteria pemberitahuan kesehatan perjalanan. CDC juga telah merevisi peringkatnya untuk Amerika Serikat ke Level 3 dari Level 4.

6 dari 6 halaman

Daftar Baru Peringkat Keamanan Negara Tujuan Bepergian AS

Berikut pemeringkatan negara yang disusun CDC sebagai panduan warga AS jika ingin bepergian di tengah pandemi Covid-19.

Level 4 " sangat keras" waspada risiko Covid-19

Di level ini, warga AS diminta mengindari bepergian ke negara-negara ini. Jika harus bepergian ke sana, mereka diharuskan sudah divaksinasi penuh sebelum berangkat.

Negara tersebut yaitu: Bangladesh, Brasil, India, Irak, Belanda, Korea Utara, Pakistan, Arab Saudi, Sri Lanka, Swedia.

Level 3 peringatan " keras"

Di negara-negara masuk peringkat ini, warga AS diharuskan sudah divaksinasi lengkap sebelum bepergian. Pelancong yang tidak divaksinasi harus menghindari perjalanan yang tidak penting ke tujuan ini.

Negara tersebut yaitu: Kanada, Prancis, Jerman, Indonesia, Iran, Italia, Jepang, Malaysia, Filipina, Afrika Selatan, Spanyol, Swiss, Thailand, Uni Emirat Arab, Inggris Raya.

Level 2 peringatan " sedang"

Pelancong diharuskan sudah divaksinasi lengkap sebelum bepergian ke destinasi-destinasi tersebut. Mereka yang tidak divaksinasi berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah akibat Covid-19 harus menghindari perjalanan yang tidak penting ke tujuan-tujuan ini.

Negara tersebut yaitu: Bhutan, Kamboja, Finlandia, Guam, Kenya, Mauritius, Uganda

Level 1 peringatan " rendah"

Pelancong diharuskan sudah divaksinasi lengkap sebelum melakukan perjalanan ke destinasi tersebut.

Negara/wilayah yang dimaksud yaitu: Australia, Brunei Darussalam, China, Hong Kong, Israel, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam.

Join Dream.co.id