Hari Ini Rekor Kasus Covid-19 Tertinggi di Jakarta, Kasus Bertambah 5.582!

News | Minggu, 20 Juni 2021 17:58

Reporter : Mutia Nugraheni

Tetap terapkan protokol kesehatan yang ketat ke mana pun Sahabat Dream pergi.

Dream - Kabar buruk dari penambahan kasus Covid-19 di Indonesia. Hari ini, 20 Juni 2021 mencetak rekor tertinggi sejak pandemi pada Maret 2020. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada Minggu 20 Juni 2021 penambahan kasus sebanyak 13.737 kasus.

Ternyata ada tiga provinsi dengan kontribusi di atas 1.000 kasus. Pertama, DKI Jakarta sebanyak 5.582 kasus. Angka ini juga merupakan rekor tertinggi bagi ibu kota. Sementara kesembuhan di Jakarta bertambah 2.457 kasus dan kematian bertambah 69 kasus.

Kemudian, Provinsi Jawa Tengah juga turut menyumbang angka kasus tertinggi pada hari ini sebanyak 2.195 kasus dengan bertambah 86 kasus kematian dan kesembuhan bertambah 154 kasus.

Provinsi ketiga dengan penambahan di atas 1.000 kasus yakni Jawa Barat dengan 2.009 kasus, kematian bertambah 62 kasus dan 973 kesembuhan.

 

 

Hari Ini Rekor Kasus Covid-19 Tertinggi di Jakarta, Kasus Bertambah 5.582!
Ilustrasi
2 dari 6 halaman

Kementerian Kesehatan melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 pada Minggu 20 Juni 2021 sebanyak 13.737 kasus. Dengan pertambahan ini, akumulasi kasus menjadi 1.989.909 kasus. Penambahan kasus positif berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 89.183 spesimen.

Sementara itu, kasus meninggal hari ini bertambah 371 kasus. Sehingga secara total 54.662 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 6.385 kasus. Sehingga total, 1.792.528 orang Indonesia sudah sembuh dari Covid-19.

Kementerian Kesehatan juga mencatat terjadi peningkatan kasus aktif sebanyak 6.981 kasus menjadi 142.719 kasus. Sementara itu, masih ada 121.684 kasus suspek.

Laporan Yunita Amalia/ Sumber: Merdeka.com

3 dari 6 halaman

Pakar AS Soroti Lonjakan Corona RI: Covid Tak Hilang dengan Pura-Pura Tidak Ada

Dream - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir mengundang sorotan pakar kesehatan AS, Faheem Younus.

Kepala Departemen Penyakit Menular Universitas Maryland, Amerika Serikat, ini membuat cuitan khusus mengenai kondisi Indonesia.

Faheem menyinggung data kenaikan kasus di Indonesia yang melonjak 67 persen. Selain itu, dia juga menyoroti munculnya kasus baru melebihi angka standar.

" 22 per 100 ribu kasus baru (seharusnya <5/100 ribu)," tulis Faheem di Twitternya, @FaheemYounus.

4 dari 6 halaman

"Covid Tak Akan Pergi Hanya Dengan Berpura-pura Tidak Ada"

Tak hanya itu, dia juga menyoroti tingkat vaksinasi. Menurut dia, baru 6 persen populasi Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin.

" Karena tingkat pengujian rendah, kasus aktual+kematian lebih tinggi. Covid tidak akan pergi hanya dengan berpura-pura tidak ada," tulis dia.

Kasus baru di Indonesia pada 17 Juni 2021 melonjak sangat tinggi mencapai 12 ribu kasus dalam sehari. Padahal sejak Maret 2021, angka kasus harian selalu berada di bawah 10 ribu.

5 dari 6 halaman

Kasus Covid-19 di DIY Meroket, Sultan: Ya Lockdown

Dream - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mempertimbangkan pemberlakuan tutup total atau lockdown. Pernyataan ini menyusul terjadi penambahan kasus Covid-19 di DIY yang meroket beberapa pekan belakangan.

" Kalau realitasnya masih seperti ini mau apa lagi, ya lockdown," ujar Sultan.

Sultan menilai lockdown bisa menjadi pilihan mengendalikan pandemi setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak berjalan efektif. PPKM merupakan salah satu antisipasi penularan Covid-19 dengan melibatkan petugas tingkat RT dan RW di garis terdepan.

Tetapi, dalam pandangan Sultan, PPKM di DIY seperti tidak efektif. Ini ditandai dengan adanya kemunculan kasus baru yang cukup tinggi.

Sultan menjelaskan segala cara sudah dijalankan untuk mengendalikan Covid-19. Termasuk pengetatan mobilitas di tingkat RT atau RT.

" Kalau gagal arep ngopo meneh? (mau apa lagi?) Kita belum tentu bisa cari jalan keluar," kata dia.

 

6 dari 6 halaman

BOR Naik Tinggi

Sultan juga menyoroti kenaikan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Rate/BOR) di DIY. Kenaikan yang terjadi cukup tinggi, bahkan dua kali lipat.

" Saya enggak tahu sekarang yang mestinya BOR rumah sakit itu 36 persen koma sekian, sekarang kira-kira sudah 75 persen," kata dia.

Lebih lanjut, Sultan menyatakan lockdown dipilih sebagai opsi terakhir mengingatkan penularan sudah sampai level terbawah. Selain itu, mobilitas masyarakat sangat massif di akhir pekan.

Sultan juga mengatakan sebenarnya sudah ada aturan yang menyatakan izin penyelenggaraan kegiatan harus sampai kapawonan (kecamatan) dan tidak lagi hanya kelurahan. Aturan ini dikeluarkan pada 15 Juni 2021 dengan harapan masyarakat bisa membatasi diri.

" Tapi kalau masih tembus lagi, terus arep opo meneh? Kita kan jadi sulit selama masyarakat itu tidak mengapresiasi dirinya sendiri untuk disiplin, gitu lho," kata Sultan, dikutip dari krjogja.com.

Terkait
Join Dream.co.id