Hanya 1 Menit di Lift Apartemen, Wanita Ini Tularkan Covid-19 ke 71 Orang

News | Selasa, 14 Juli 2020 12:00
Hanya 1 Menit di Lift Apartemen, Wanita Ini Tularkan Covid-19 ke 71 Orang

Reporter : Sugiono

Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas umum.

Dream - Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas umum, termasuk lift. Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun. Jika tidak, kamu bisa tertular dan bahkan menularkan virus corona kepada orang lain.

Simaklah kisah dari China berikut ini. Seorang wanita yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi virus corona telah menulari 71 orang dengan hanya satu menit memakai lift di apartemen.

Kasus itu terungkap setelah para peneliti kebingungan melacak sumber penularan Covid-19 di dua rumah sakit di Provinsi Heilongjiang, China, pada pertengahan April silam.

Kasus itu secara detail terdapat pada laporan penelitian Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat. Laporan itu meneliti dampak yang ditimbulkan oleh pelancong tunggal tanpa gejala terhadap penyebaran virus corona.

2 dari 7 halaman

Asal mula kasus ini dilacak pada 2 April, saat seorang pria di Provinsi Heilongjiang terserang strok serius, yang kemungkinan merupakan dampak infeksi virus corona, namun tidak terdiagnosa infeksi Covid-19.

Pria itu dibawa ke rumah sakit dan dijaga oleh tiga putranya. Di antara ayah dan ketiga anak itu menularkan virus corona kepada 28 orang lainnya, termasuk lima perawat dan seorang dokter.

Sebelum didiagnosa terinfeksi Covid-19, pria itu dipindahkan ke rumah sakit lain untuk proses penyembuhan strok. Namun, proses pemindahan ini justru membuat 20 orang lainnya terinfeksi Covid-19.

3 dari 7 halaman

Selama masa itu, pria lain yang ditandai sebagai pasien B, menunjukkan gejala Covid-19 dan ilmuwan menemukan bahwa varian virus tersebut berasal dari luar negeri.

Semua orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien B dites dan diketahui positif terinveksi virus corona. Salah satunya pria yang terserang strok tadi.

Semua orang yang pernah berhubungan dengan pasien B, atau bahkan dekat dengan saat di rumah sakit, dites dan diisolasi. Namun hampir 50 dari mereka sudah tertular virus, beberapa telah menularkan virus ke sejumlah orang lainnya.

4 dari 7 halaman

Petugas yang melacak klaster ini hampirr putus asa karena sangat sulit menemukan sumber penularannya. Mereka kkesulitan menemukan jawaban bagaimana orang-orang ini terinfeksi dengan strain virus dari luar negeri.

Pasien B bertemu dengan pria pengidap stroke dan anak-anaknya di sebuah pesta pada 29 Maret. Namun, tak ada pengunjung lain yang positif saat menjalani tes.

Karena penularannya biasanya melalui kontak dekat, para peneliti menguji pacar pasien B dan ternyata positif Covid-19. Begitu juga dengan anak perempuan yang tinggal di apartemen bersama kekasih pasien B, juga terpapar virus corona.

5 dari 7 halaman

Pasien B mengunjungi kekasihnya itu pada 26 Maret. Namun, pacar pasien B maupun anak perempuannya tidak pernah bepergian ke luar negeri. Mereka juga tidak melakukan kontak dengan seseorang yang datang dari luar negeri, yang dicurigai membawa varian virus corona itu.

Pada 9 April, tim pelacak yang sudah putus asa akhirnya memeriksa semua penghuni tower apartemen yang sama dengan kekasih pasien B tersebut. Ternyata, satu di antara mereka, yang tinggal di lantai atas kekasih pasien B, baru saja tiba dari Amerika Setikat.

Pemeriksaan singkat mengungkap kondisi wanita yang baru saja tiba dari Amerika Serikat itu baik-baik saja. Wanita tersebut juga telah melakukan isolasi mandiri sesuai protokol. Namun tes usap menunjukkan wanita itu memiliki antibodi Covid-19.

6 dari 7 halaman

Pada pemeriksaan wawancara yang lebih mendalam diketahui bahwa wanita itu tidak berhubungan langsung dengan anak dan kekasih pasien B yang tinggal di lantai bawahnya, sehingga tim pelacak menyimpulkan satu kemungkinan penyebaran virus corona strain luar negeri di China itu.

Kesimpulan tim pelacak itu tertuju pada lift pada blok yang sama di apartemen tersebut. Wanita yang datang dari AS itu menggunakan lift apartemen itu saat menjalani isolasi mandiri.

" Karena itu, kami yakin A0 (wanita yang datang dari AS) merupakan orang (penular) tanpa gejala dan B1.1 (putri kekasih pasien B) terinfeksi setelah melakukan kontak dengan permukaan lift di bangunan yang mereka tinggali," demikian laporan penelitian tersebut.

" Hasil penelitian kami mengilustrasikan bagaimana seorang yang terinfeksi SARS-COV-2 (virus penyebab Covid-19) bisa menyebabkan penularan komunitas," tulis kesimpulan penelitian itu.

7 dari 7 halaman

Para peneliti yakin anak perempuan kekasih pasien B yang tinggal di lantai bawah wanita --yang datang dari AS-- pasti menyentuh wajah, mata, maupun hidung, setelah menggunakan tombol yang sama pada lift apartemennya.

Penelitian itu menekankan sangat pentingnya mencuci tangan dan isolasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

" Langkah-langkah berkelanjutan untuk melindungi, menyaring, dan mengisolasi orang yang terinfeksi sangat penting untuk mengurangi dan mengatasi pandemi Covid-19."

Sumber: Daily Star

Join Dream.co.id