Hampir Setahun Santai, Varian Delta Kembali Bawa China Hadapi Covid-19

News | Kamis, 5 Agustus 2021 15:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Sejumlah kota telah melaporkan munculnya kasus baru akibat varian Delta.

Dream - China terbilang cukup berjaya mengatasi pandemi Covid-19. Wabah penyakit menular itu berhasil dikendalikan dalam beberapa bulan sejak kasus pertama muncul akhir 2019.

Terhitung sejak pertengahan Mei 2020, China sudah mendeklarasikan nol kasus Covid-19. Masyarakat mulai hidup seperti biasa meski tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sayangnya, cerita sukses itu terhenti. Sejak Januari 2021, China kembali berjibaku dengan wabah yang bermula dari negaranya. Mereka berjuang keras melawan ancaman varian Delta yang lebih cepat menyebar dan agak sulit dikendalikan.

China terpaksa kembali menerapkan gelombang pembatasan perjalanan dan perintah karantina. Langkah ini dilakukan dengan cepat meski angka kasus penularan varian Delta belum menunjukkan tanda-tanda ledakan.

Varian Delta dinyatakan bakal menjadi ujian berat yang kembali dialami China. Pemerintah setempat menggenjot vaksinasi dan memperketat lockdown yang mungkin bagi sebagian pihak nilai cukup kejam.

Sejauh ini, para ahli menilai kebijakan lockdown di sebagian daerah China masih cukup efektif dalam menjaga infeksi tetap rendah. Jumlah kasus baru yang dilaporkan masih ratusan.

Hampir Setahun Santai, Varian Delta Kembali Bawa China Hadapi Covid-19
Ilustrasi (Shutterstock.com)
2 dari 5 halaman

Melanda Hampir 30 Kota

Meski demikian, para ahli epidemiologi menyampaikan keprihatinannya lantaran telah muncul klaster penularan di hampir 30 kota. Termasuk Beijing, Wuhan, dan kota Zhengzhou yang dilanda banjir.

Kondisi ini segera direspons pejabat setempat dengan memperketat kembali pembatasan, peningkatan pengawasan dan beberapa daerah memberikan insentif tunai bagi warganya yang mau melaporkan orang diduga membawa virus.

Penularan varian Delta juga terdeteksi Wuhan, kota yang pernah menjadi pusat penularan Covid-19 dunia. Kota ini telah mulai menguji 11 juta penduduknya setelah ditemukan tujuh kasus baru.

Zhengzhou, yang masih belum pulih dari hujan lebat dan banjir hebat menewaskan sedikitnya 300 orang, juga telah memulai testing massal.

Pada Selasa, aplikasi pengawasan yang digunakan pemerintah setempat untuk melacak riwayat perjalanan orang-orang dan status paparan sempat bermasalah karena trafik penggunaan yang padat.

" Dengan penularan varian Delta, metode penelusuran dan penahanan menjadi semakin sulit. Seperti semua orang, China sekarang sedang berlomba (menangani pandemi varian Delta)," ujar dekan Jockey Club College of Veterinary Medicine and Life Sciences di Hong Kong, Nikolaus Osterrieder.

3 dari 5 halaman

Bisa Ancam Citra China

Peneliti senior kesehatan global pada Dewan Hubungan Internasional, Yanzhong Huang, menyatakan ada banyak yang dipertaruhkan pemimpin China. Tidak hanya soal kesehatan namun juga citra politik.

" Jika infeksi meroket, itu tidak hanya akan membuat orang mempertanyakan efektivitas pendekatan pengendalian pandemi yang ada, tetapi juga secara signifikan merusak narasi resmi yang menggembar-gemborkan superioritas sistem politik China dalam menangani pandemi," kata Huang.

Dia tidak yakin wabah varian Delta akan membuat China secara signifikan melonggarkan pembatasan untuk Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing pada bulan Februari. Mengingat varian yang begitu cepat menyebar dan memicu kenaikan kasus dalam waktu singkat.

Sebagian besar ahli epidemiologi setuju pendekatan 'zero tolerance' tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Tetapi, Osterrieder menilai tidak adanya kekebalan kelompok membuat pejabat China tidak memiliki banyak alternatif jangka pendek.

Lebih dari separuh populasi telah divaksinasi penuh pada Juli. Angka ini masih jauh dari target 80 hingga 85 persen yang menurut para ahli diperlukan untuk melindungi populasi.

 

4 dari 5 halaman

Sejumlah Kota Berlakukan Kembali Pengetatan

Pada minggu ini, semua provinsi di China telah mengeluarkan peringatan dan melarang perjalanan yang tidak penting ke daerah-daerah yang dianggap berisiko tinggi. Beberapa desa telah memblokir akses jalan untuk mencegah pengunjung yang tidak diinginkan.

Universitas telah memerintahkan mahasiswa dan staf untuk tidak meninggalkan kampus. Universitas Wuhan memberi tahu mahasiswa untuk menangguhkan atau membatalkan rencana magang musim panas kecuali mereka dapat dilakukan secara online.

Di Beijing dengan lebih dari 80 persen penduduk telah divaksinasi, data pemerintah menyebutkan sebagian besar distrik telah lebih dari setahun tanpa kasus baru. Tetapi dalam sepekan terakhir lima infeksi baru telah dilaporkan, mendorong para pejabat untuk melarang penduduk dari lebih dari seratus daerah berisiko tinggi atau sedang memasuki kota.

" Ibukota perlu dijaga dengan segala cara. Dari atas ke bawah, kota perlu dijaga," kata Sekretaris Partai Komunis Beijing Cai Qi dalam pertemuan hari Minggu.

Wabah varian Delta pertama kali terdetekti di kota timur Nanjing. Sejumlah pejabat mengatakan pekerja di Bandara Internasional Lukou diduga menjadi pemicu kemunculan kasus baru.

Para pekerja itu mungkin terkena virus dari pelancong Rusia yang terinfeksi. Dalam 10 hari, virus menyebar ke setidaknya 24 kota lain dan membentuk klaster penularan baru.

 

5 dari 5 halaman

Sebaran Kasus di Beberapa Kota

Kota wisata Zhangjiajie, yang dikenal dengan pilar batu pasir kuarsa dan jembatan skywalk kaca, dilockdown setelah adanya pelancong yang baru-baru ini dinyatakan positif. Para pejabat mengatakan mereka " berlomba" dengan waktu, melacak lebih dari 2.000 penonton pertunjukan teater yang penuh sesak pada akhir Juli sebelum kasus tersebar di seluruh negeri.

Epidemiolog ditunjuk Pemerintah China, Zhong Nanshan, mengaku penularan di Nanjing tidak membuatnya khawatir. Sebab, Nanjing adalah kota besar dan langkah pencegahan sudah dilakukan dengan sangat baik.

" Tetapi apakah kota yang lebih kecil (Zhangjiajie) bisa menjadi penyebar? Ini kita masih belum tahu," kata Nanshan menunjukkan kekhawatirannya.

Yangzhou, kota yang terletak dekat Nanjing di provinsi Jiangsu, juga tengah mendapat perhatian serius Pemerintah China. Kota ini telah melaporkan 94 kasus baru sejak akhir pekan.

Sebanyak 43 kasus terlacak dari rumah mahjong. Sejak penemuan itu, tempat judi itu ditutup.

Pejabat Yangzhou menawarkan hadiah uang tunai US$770, setara Rp11 juta, kepada orang-orang agar melaporkan penduduk yang baru-baru ini berkunjung ke rumah mahjong tertentu atau yang datang ke Yangzhou dari daerah berisiko tinggi. Jika hasil tes positif, hadiahnya dilipatgandakan., dikutip dari The Washington Post.

Join Dream.co.id