Divonis 3 Tahun Bui, Bahar bin Smith Dinilai Rugikan Ulama

News | Selasa, 9 Juli 2019 18:19
Divonis 3 Tahun Bui, Bahar bin Smith Dinilai Rugikan Ulama

Reporter : Maulana Kautsar

Bahar bin Smith divonis tiga tahun penjara.

Dream - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta karena dinilai terbukti melakukan penganiayaan. Hukuman itu lebih rendah dari tuntutan jaksa, yakni penjara 6 tahun dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Edison Muhammad mengatakan aksi pemukulan yang dilakukan Bahar bin Smith merugikan nama baik ulama dan santri. Alasan itulah yang membuat hakim menetapkan hukuman yang memberatkan.

" Keadaan memberatkan terdakwa pernah dihukum, perbuatan terdakwa mengakibatkan dua orang menjadi korban dan perbuatan terdakwa merugikan nama baik ulama dan santri di lingkungan pesantren," kata Edison, dilaporkan , Selasa, 9 Juli 2019.

Sementara itu, hal-hal yang dianggap meringankan diantaranya yaitu sikap Bahar yang sopan, mengakui perbuatannya, dan berjanji tak mengulangi perbuatannya lagi.

" Terdakwa juga sudah berdamai dengan salah satu saksi korban Cahya Abdul Jabar, dan sudah meminta maaf kepada saksi korban Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki," ucap dia.

Majelis hakim menegaskan, latar belakang pemberian hukuman penjara selama tiga tahun kepada untuk memberi pelajaran Bahar.

" Majelis menilai pidana yang dijatuhkan sebagaimana dalam amar putusan patut, tepat, dan adil, sebagaimana tingkat kesalahan terdakwa," kata dia.

Bahar bin Smith dinyatakan terbukti bersalah sesuai Pasal 333 ayat (2) KHUPidana dan atau Pasal 170 ayat (2), dan Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Bahar bin Smith menganiaya dua remaja yaitu Cahya Abdul jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi pada Desember 2018. Peristiwa itu terjadi di pesantren Tajul Alawiyin, Bogor.

Bahar disebut memerintahkan anak buahnya bernama Agil Yahya dan Abdul Basith Iskandar, yang didakwa terpisah, untuk menjemput korban. Perintah itu datang setelah korban mengaku-aku sebagai Bahar dalam sebuah kegiatan di Bali.

(ism, Sumber: Merdeka.com/Aksara Bebey)

2 dari 6 halaman

HS Pria Pengancam Jokowi Menikah di Rutan, Istri Langsung Pulang Usai Ijab Kabul

Dream - Pria yang sempat viral karena pernyataannya mengancam akan memenggal Presiden Joko Widodo (Jokowi), HS menjalani pernikahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya, 3 Juli 2019.

" Kita mendoakan HS ke depan bisa menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah," ujar kuasa hukum HS, Sugiyarto saat dikonfirmasi, Selasa, 9 Juli 2019.

Sugiyarto mengatakan, HS menikah sekitar pukul 16.00 WIB. Pernikahan dihadiri keluarga mempelai pria, keluarga wanita dan kuasa hukum serta penghulu.

" Yang datang selebihnya dari teman-teman dari direktorat tahanan Polda Metro," ucap dia.

HS dan istirnya hanya diberi waktu bertemu saat ijab kabul. Meski demikian, pernikahan itu tetap berlangsung lancar.

" Setelah menikah langsung ganti baju tahanan, istrinya langsung kita ajak pulang," kata dia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi tidak akan menghalangi para tersangka yang ingin melangsungkan pernikahan meski sedang menjalani masa hukuman.

" Kami berikan fasilitas untuk tersangka yang mau menikah," kata Argo.

3 dari 6 halaman

Perekam Video Pengancam Jokowi Dibekuk, Ini Barang Buktinya

Dream - Aparat kepolisian menangkap wanita perekam video pengancan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berisinial IY. Ia ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dalam penangkapan itu polisi turut menyita sejumlah barang bukti.

" Ada beberapa barang bukti yang diamankan, salah satunya kacamata hitam," ujar Argo, Rabu 15 April 2019.

Selain itu, polisi juga turut menyita satu unit iPhone 5s, masker hitam, kerudung berwarna biru, cincin, baju warna putih dan tas berwarna kuning.

Argo menjelaskan, barang bukti yang disita merupakan barang yang dikenakan IY ketika merekam video ancaman dan kemudian menjadi viral.

" Yang bersangkutan mengakui dia yang ada di video tersebut," ucap dia.

Sebelumnya, polisi menangkap HS. Lelaki paruh baya itu tampil sebagai sosok yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Ancaman itu HS lontarkan ketika berdemo di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) beberapa hari lalu. (ism)

4 dari 6 halaman

Polisi Tangkap Wanita Perekam Video Penggal Presiden Jokowi

Dream - Jajaran Penyidik Polda Metro Jaya mengamankan IY, perempuan yang diduga merekam HS, pria yang mengeluarkan ancaman pembunuhan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Penangkapan ini dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Dia menyebut, lokasi penangkapan berada di Bekasi.

" Ya, di Bekasi," kata Argo, kepada , Rabu, 15 Mei 2019.

 Meski demikian Argo enggan menjelaskan kronologi dan jumlah pelaku yang diamankan.

Sebelumnya, polisi telah menangkap lelaki yang melontarkan ujaran ancaman pemenggalan kepala Jokowi. Lelaki berinisial AS itu diamankan di rumah kerabatnya, di Parung, Jawa Barat.

5 dari 6 halaman

Dua Wanita dalam Video Ancam Jokowi Diminta Serahkan Diri

Dream - Polda Metro Jaya meminta dua perempuan yang muncul dalam video ancaman `penggal kepala Jokowi` untuk menyerahkan diri.

" Diharapkan dua orang wanita yang ada di video viral pengancaman pembunuhan `penggal kepala presiden` agar menyerahkan diri. Wujudkan masyarakat yang taat hukum," tulis akun twitter resmi Sub Direktorat Kejahatan dengan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum , Polda Metro Jaya. 

Dalam rekaman yang diunggah. Satu perempuan diduga merekam dan mempublikasikan video itu. Sementara itu, satu orang lain berorasi dengan simbol jari untuk mendukung paslon capres dan cawapres tertentu 2019.

Saat ini, pelaku pengancam pemenggalan kepala Jokowi, HS, telah diamankan polisi. HS diamankan di kediaman kerabatnya di Parung, Bogor, Jawa Barat.

6 dari 6 halaman

Sempat Salah

Satu orang perempuan sempat diduga menjadi perekam dan penyebar video itu. Perempuan itu bernama Agnes Kusumahandari.

PNS asal Sukabumi dikait-kaitkan dengan video ancaman ke Jokowi. Tetapi, Polres Sukabumi Kota, memastikan guru SDN Citamiang 1, itu tak terlibat.

" Ibu Agnes pada Jumat, tersebut mengajar di Sukabumi disertai dengan berbagai bukti bahwa dirinya tidak berada di Jakarta pada saat itu," kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, dilaporkan Liputan6.com.

Selain sedang mengajar, polisi menemukan bukti lain, yaitu struk pembayaran di minimarket dan penarikan ATM di Kota Sukabumi sekitar pukul 15.00 WIB.

Agnes pro aktif dengan datang ke Mapolres Sukabumi Kota untuk membantah keterlibatannya di video ancaman ke Jokowi.

ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen
Join Dream.co.id