Hadir di Konser Amal Kreatif Lokal, Dekardekor Shop Ungkap Kunci Sukses

News | Senin, 18 Januari 2021 20:04
Hadir di Konser Amal Kreatif Lokal, Dekardekor Shop Ungkap Kunci Sukses

Reporter : Iwan Tantomi

Ikhwan mengungkapkan jika dampak positif yang diterima oleh Dekardekor Shop setelah acara tersebut lebih disorot oleh media.

Siapa yang tak bahagia jika bisnis yang dirintisnya sukses, bahkan menjadi juara pertama untuk acara sekelas Festival Kreatif Lokal? Hal inilah yang dirasakan sekaligus bisa dijadikan panutan dari Dekardekor Shop. UMKM satu ini didapuk para juri sebagai juara pertama kategori Kriya pada Kreatif Lokal Award 2020.

Pengalaman berharga yang didapatkan oleh Muhammad Ikhwan Tariqo selaku pemilik Dekardekor Shop pun turut disampaikan dalam acara puncak Konser Amal Kreatif Lokal. Pada kesempatan itu, Ikhwan mengungkapkan jika dampak positif yang diterima oleh Dekardekor Shop setelah acara tersebut lebih disorot oleh media.

" Banyak eksposure dari media, makin banyak yang tahu Dekardekor Shop usai jadi jawara," ungkap Ikhwan.

2 dari 4 halaman

Keputusan Besar untuk Fokus Berbisnis

 instagram.com/dekardekorshop© instagram.com/dekardekorshop

Sebelum memutuskan fokus menjalankan usahanya, Ikhwan yang juga penyandang disabilitas mengungkapkan jika ia pernah bekerja di sebuah bank. Di sana ia merasa tak nyaman, sembari perlahan memulai usaha.

" Kenapa saya pilih jadi pengusaha, lepas kuliah 2011, saya memilih kerja di bank swasta, apalagi kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas tidak begitu banyak, jadi tak saya sia-siakan terlebih dulu. Kemudian, bekerja selama 4 tahun, saya tak nyaman, karena yang dilakukan di sana bukan pekerjaan yang saya inginkan," ungkapnya.

Ia melanjutkan pada tahun 2014 akhir, ia berpikir untuk mulai usaha tanpa keluar dari pekerjaan utama terlebih dulu. " Ketika penghasilan saya lebih banyak dari pekerjaan utama, akhirnya saya putuskan resign. Jadi, jangan gegabah, perlu dipertimbangkan matang-matang. Apalagi di era digital, teman-teman bisa sambil kerja, sambil usaha, jangan tinggalkan pijakan utama ke pijakan lain," ungkapnya.

" Itu juga tidak mudah, karena saya tunanetra, banyaklah tantangan. Ketika mindset saya terbuka, saya berkolaborasi, saya mempercayakan skill apa yang saya tak bisa kepada orang lain yang tepat. kalau tak punya budget untuk menggaji, bisa bagi hasil dengan rekanan. Pokoknya yang harus disadari, era sekarang adalah era kolaborasi, bukan sekadar kompetisi," sambungnya menjelaskan.

3 dari 4 halaman

Percaya Setiap Barang Ada Pembelinya

 Adira Finance© Adira Finance

Berbeda dengan beberapa orang lain yang mengawali usaha dengan menciptakan barang dulu, pengalamannya di dunia digital marketing justru membuat Ikhwan lebih memiliki tempat jualannya.

" Saya percaya setiap barang ada pembelinya, tak semua orang bisa mencari pasarnya. Jadi kita balik mindset-nya, jadilah Dekardekor Shop ini," imbuhnya.

" Awalnya suka belajar, suka ulik, gabung komunitas, marketplace, lalu temukan barang apa nih yang bisa dibuat, tanpa skill khusus tanpa membuatnya, tinggal cari barangnya, karena promosinya sudah ada. Kita ambil dulu dari teman, karena saya awalnya tak punya modal, lalu dipromosiin sendiri, melihat potensi pasar lalu dikolaborasikan dengan digital marketing, baru jualan," jelas Ikhwan menuturkan bagaimana awalnya ia memulai usaha ini.

Adapun produk Dekardekor Shop sendiri, berupa produksi hiasan dinding dari bahan kulit kayu. " Kita menyediakan desain yang bisa disesuaikan dengan ruangan konsumen, bisa untuk rumah, apartemen atau restoran, sesuai tema ruangan konsumen, makanya namanya dekardekor shop karena bisa disesuaikan keinginan teman-teman," jelasnya.

4 dari 4 halaman

Tips Menjalankan Usaha di Bidang Kriya

 instagram.com/dekardekorshop© instagram.com/dekardekorshop

Lebih lanjut, Ikhwan menjelaskan jika dalam berbisnis di bidang kriya harus betul-betul mengetahui polanya. Umumnya, tren penjualan akan turun di awal tahun, lalu naik lagi sejak puasa, hingga mencapai puncaknya saat momen hari belanja nasional tiba.

" Selain itu, bedakan buyer dan user. Misalnya, kalau susu, buyer-nya adalah ibu-ibu, tapi user-nya anak-anak. Jadi fokus promosinya adalah menggaet susu yang bisa mencerdaskan anak, agar ibu-ibu mau beli. Bukan sekadar manis, karena anak-anak tak mungkin membeli sendiri. Jadi, target pasar harus dipetakan dengan jelas," imbuhnya.

Di akhir kesempatan, Ikhwan sekali lagi juga menekankan pentingnya berkolaborasi dalam merintis usaha. " Manfaatkan komunitas, dengan melakukan sesuatu secara kolaboratif hasilnya akan beda, daripada melakukannya sendiri," pungkasnya.

Konser Amal Kreatif Lokal bukan hanya menyajikan bincang-bincang bersama para pemenang Kreatif Lokal Award 2020, tetapi juga menghadirkan workshop bersama para ikon kreatif, seperti Chef Yuda Bustara, Leka Putra dan Nonita Respati. Selain itu, sederet artis ternama, seperti Enda dan Oncy UNGU, Denny Caknan dan Siti Badriah juga ikut memeriahkan. Di samping itu, acara tersebut juga mengadakan penggalangan dana untuk membantu para pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

Terkait
Join Dream.co.id