Gus Yaqut Jamin Tak Ada Penutupan Tempat Ibadah Selama PPKM

News | Rabu, 1 September 2021 11:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Hanya diberlakukan pembatasan kegiatan keagamaan.

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan, tempat ibadah kembali dibuka untuk kegiatan keagamaan selama masa PPKM. Hal itu telah dituangkan dalam sejumlah Surat Edaran.

Gus Yaqut pun menjamin tidak akan ada penutupan tempat ibadah selama PPKM. Tempat ibadah hanya diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat demi mencegah penularan Covid-19, salah satunya membatasi kegiatan ibadah.

" Terkait PPKM, tidak ada penutupan tempat ibadah, yang ada hanyalah pembatasan kegiatan peribadatan," ujar Gus Yaqut.

Dia menegaskan pihaknya tidak pernah menyatakan rumah ibadah ditutup selama perpanjangan PPKM. " Saya pastikan ini adalah hoaks," kata Gus Yaqut.

Gus Yaqut Jamin Tak Ada Penutupan Tempat Ibadah Selama PPKM
Menag Yaqut Cholil Qoumas
2 dari 5 halaman

SE Soal Aturan di Rumah Ibadah

Selanjutnya, Gus Yaqut mengatakan SE yang telah diterbikan merupakan ikhtiar untuk mencegah penyebaran Covid-19. Juga memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah di tempat ibadah.

" (Salah satunya) penerapan protokol kesehatan 5M di tempat ibadah pada masa PPKM," kata dia.

Hingga saat ini, Kemenag telah menerbitkan enam edaran terkait kegiatan keagamaan di tempat ibadah. Edaran tersebut yaitu SE Nomor 20, 21, 22, 23, 24, 15, dan 26 Tahun 2021 yang mengatur tiga hal pokok meliputi tempat ibadah, pengelolaan tempat ibadah, serta jemaah, dikutip dari Kemenag.

3 dari 5 halaman

Cara Dapat Bantuan Operasional Masjid Rp20 juta & Mushola Rp10 Juta dari Kemenag

Dream - Kementerian Agama menganggarkan dana bantuan operasional masjid dan mushola terdampak Covid-19. Dengan total Rp6,9 miliar, bantuan untuk masjid dialokasikan Rp6,2 miliar sedangkan sisanya, Rp700 juta, disiapkan buat bantuan mushola.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Mohammad Agus Salim, mengatakan bantuan ini dapat dimanfaatkan pengurus masjid atau mushola untuk penyediaan fasilitas kebersihan dan kebutuhan lainnya. Seperti penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh dan lainnya.

" Termasuk untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring," ujar Agus, dikutip dari Kemenag.

Agus mengatakan banyak masjid dan mushola turut terkena imbas pandemi Covid-19. Ditiadakannya kegiatan keagamaan mempengaruhi kemampuan operasional masjid dan mushola.

Secara rinci, Agus juga mengatakan setiap masjid akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp20 juta. Sedangkan satu mushola dianggarkan Rp10 juta.

 

4 dari 5 halaman

Syarat Dapat Bantuan

Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Abdul Syukur, menjelaskan terdapat beberapa syarat bagi masjid atau mushola untuk mendapatkan dana bantuan ini. Pengurus masjid atau mushola diharapkan dapat memenuhi syarat tersebut.

" Salah satu persyaratannya, masjid atau mushola harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, memiliki rekening Bank atas nama masjid atau mushola, dan terdampak atau berada pada daerah yang terpapar Covid-19," kata Syukur.

Sedangkan untuk prosedurnya, Syukur mengatakan seluruhnya dilakukan secara online.

 

5 dari 5 halaman

Prosedur Pengajuan Bantuan

Berikut prosedur pengajuan dana bantuan masjid dan mushola Kemenag

1. Dokumen permohonan bantuan diunggah pada laman https://simkah.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan

2. Dokumen terdiri atas:
a. Permohonan bantuan tertulis ditujukan kepada Menteri Agama melalui Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam/Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah,
b. Rekomendasi pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama setempat,
c. Fotokopi Keputusan Susunan Kepengurusan,
d. Rencana Anggaran Biaya (RAB),
e. Fotokopi buku rekening bank atas nama Masjid atau Mushola yang masih aktif,
f. Surat pernyataan kebenaran dokumen yang ditandatangani ketua pengurus bermeterai cukup.

3. Permohonan diajukan paling lambat 12 September 2021.

4. Status permohonan yang sudah diajukan dapat dicek di https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan/cekstatus.

Join Dream.co.id