Heboh Arab Saudi Diselimuti Salju, Ini Faktanya

News | Rabu, 15 Januari 2020 09:02
Heboh Arab Saudi Diselimuti Salju, Ini Faktanya

Reporter : Maulana Kautsar

Fenomena langka ini dibagikan ke media sosial. Benarkah?

Dream - Sosial media diramaikan dengan foto-foto turunnya salju di gurun pasir Timur Tengah. Disebut dalam keterangan foto itu, salju turun di gurun pasir Arab Saudi. Benarkah?

Rupanya benar salju turun di tanah Saudi. Tepatnya di gurun pasir wilayah Tabuk. Gurun pasir itu berubah menjadi salju selama akhir pekan kemarin. Kondisi ini terjadi karena angin dingin yang mengubah kondisi suhu di negara itu.

Dilaporkan N World, selain Tabuk, beberapa tempat di wilayah utara Arab Saudi, tertutupi salju. Warga yang melihat fenomena alam ini membagikan foto salju di gurun pasir itu ke media sosial. Kondisi ini memperlihatkan pengalaman langka.

Arab News melaporkan, wilayah yang ditutupi salju juga berada di wilayah barat laut seperti Pegunungan Dahr. Video salju turun menjadi viral di media sosial.

Temperatur turun di bawah 0 derajat Celcius di beberapa bagian. Badan Meteorologi Arab Saudi mendesak penduduk agar tetap hangat dan menghindari bertualang ke tempat-tempat terpencil.

Otoritas Umum Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan juga memperkirakan hujan lebat dan badai di Tabuk, Madinah, Perbatasan Utara, Ha'il dan Al-Jawf.

Meski begitu, dilaporkan beberapa warga memanfaatkan kesempatan ini untuk berkreasi dengan salju.

Selain Arab Saudi, Uni Emirate Arab (UEA) juga mengalami cuaca ekstrem. Tetapi bukan salju, hujan deras membuat beberapa kota di UEA semisal Abu Dhabi, Dubai dan Sharjah banjir.

2 dari 5 halaman

Rahasia 'Hujan Salju' Garam di Bawah Laut Mati Terkuak

Dream - 'Hujan salju' garam secara misterius terus turun dan berkumpul jauh di bawah permukaan Laut Mati. Fenomena aneh itu menjadi misteri bagi para ilmuwan selama beberapa dekade.

Garam terkumpul di dekat permukaan Laut Mati akibat dorongan air dingin di bawahnya. Namun muncul fenomena misterius, garam juga terus 'turun' ke bawah dan menumpuk di dasar laut.

Tetapi, baru-baru ini para ilmuwan berhasil mengungkap misteri lama ini.

3 dari 5 halaman

Lebih Asin dari Lautan Manapun

Laut Mati, yang telah ada selama ribuan tahun, sepuluh kali lebih asin daripada lautan manapun.

Laut yang terletak di antara Tepi Barat di Palestina, Israel, dan Yordania, itu bukan laut dalam artian sebenarnya.

Laut Mati sebenarnya adalah sebuah danau yang disuplai air tawar dari Sungai Yordan.

Namun pembangunan irigasi besar-besaran sejak tahun 1960an telah mengurangi suplai air tawar Laut Mati.

Akibatnya air yang menguap tidak terisi lagi, hingga meninggalkan konsentrasi garam yang sangat tinggi di permukaannya.

4 dari 5 halaman

Ada 'Jari' Menjalar ke Bawah Permukaan Laut Mati

Kembali ke fenomena 'hujan salju' turun di bawah permukaan Laut Mati, para ilmuwan berhasil mengungkap penyebabnya.

Ilmuwan menemukan adanya gangguan (disturbance) yang tak terlihat di bagian atas lapisan air Laut Mati.

Disturbance di permukaan air laut yang hangat dan penuh garam menciptakan 'jari' yang menuju ke bawah permukaan air yang lebih dingin.

Sesampai di bawah permukaan, jari-jari hangat itu mendingin dan tidak bisa menahan garam sebanyak sebelumnya.

Garam tambahan tersebut kemudian mengendap dan membentuk kristal garam berwarna putih yang kemudian tenggelam ke dasar Laut Mati.

Kristal-kristal yang tenggelam ini terlihat seperti 'hujan salju' garam di bawah permukaan air Laut Mati.

5 dari 5 halaman

Lapisan 'Salju' Garam yang Makin Menebal

" Jari-jari kecil ini menghasilkan garam dalam jumlah yang luar biasa di bawah permukaan air Laut Mati," kata Raphael Ouillon, kepala penulis penelitian.

Sementara itu, Eckart Meiburg, rekan penulis lainnya dari University of California Santa Barbara (UCSB), mengatakan selama beberapa dekade, salju asin di Laut Mati telah menumpuk secara signifikan di dasar laut.

" Sekarang tebal endapannya sekitar 4 meter. Dan ketebalannya terus tumbuh sekitar 4 cm per tahunnya," katanya kepada Live Science.

Meiburg menambahkan, sebagian besar endapan 'salju' garam yang 'turun' selama ini menumpuk di bagian tengah dasar Laut Mati.

Tidak ada danau asin lain di Bumi yang menunjukkan pertukaran garam yang tidak biasa ini.

" Hal ini menjadikan Laut Mati sebagai sebuah 'sistem yang unik'," kata rekan penulis lainnya, Nadav Lensky dari Geological Survey of Israel.

Penemuan ini telah dipublikasikan secara online pada tanggal 3 Mei 2019 lalu di jurnal Water Resources Research.

Sumber: Live Science

5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin
Join Dream.co.id