Gumpalan Misterius Terdeteksi di Samudera Pasifik, Bencana?

News | Kamis, 25 Juni 2015 07:30
Gumpalan Misterius Terdeteksi di Samudera Pasifik, Bencana?

Reporter : Sandy Mahaputra

Keanehan itu bahkan diduga dapat mengubah cuaca di seluruh benua.

Dream - Anomali alam berupa gumpalan besar air hangat yang misterius muncul di bagian utara Samudera Pasifik. Gumpalan itu terus meluas dan dilaporkan memiliki efek serius terhadap kehidupan biota laut mulai dari Meksiko hingga Alaska.

Keanehan itu bahkan diduga dapat mengubah cuaca di seluruh benua. Gumpalan, yang diistilahkan 'blob' oleh ahli meteorologi University of Washington Nicholas Bond pada akhir 2013, terdiri dari kumpulan air yang memiliki suhu 5 derajat Fahrenheit. Suhu yang lebih hangat dari suhu laut yang pada umumnya.

Meski tidak terlihat terlalu mencolok selisihnya, gumpalan hangat, yang awalnya berupa gumpalan kecil di lepas pantai Alaska, telah berkembang menjadi gumpalan seluas 500 mil.

Gumpalan air hangat itu adalah yang terbesar dan memiliki anomali suhu terlama yang pernah tercatat dalam sejarah.

" Besarnya anomali inilah yang menjadikan gumpalan itu luar biasa," kata Art Miller, ahli kelautan di Scripps Institute of Oceanography di La Jolla, California. Miller adalah salah satu dari 100 peneliti yang bergabung di Scripps untuk meneliti fenomena aneh itu dan dampaknya.

Para ilmuwan tidak mengetahui pasti apa penyebab dari blob itu. Tetapi mereka memperkirakan itu berhubungan dengan kekeringan di California hingga kelaparan yang menimpa sejumlah besar anak singa laut yang pernah terdampar di pantai barat Amerika.

Perubahan suhu juga menyebabkan makhluk hidup dari zona tropis dan subtropis melakukan migrasi ke utara, ke tempat di mana mereka biasanya tidak ditemukan.

Para ilmuwan juga menduga makhluk hidup lainnya yang biasanya tinggal jauh dari laut telah berkelana lebih dekat ke pantai, menurut artikel Seattle Times.

Bond menulis di sebuah artikel edisi April bahwa gumpalan juga berhubungan dengan pola cuaca yang tidak biasa, yang berkembang di atas sebagian besar wilayah utara Bumi, yang membentang dari Pasifik hingga Amerika Utara, pada musim gugur 2013 dan awal 2014.

Pola tidak biasa itu telah mengurangi jumlah dan intensitas badai serta menyebabkan berkurangnya curah hujan di Amerika Serikat bagian barat.

(Ism, Sumber: news.discovery.com)

Terkait
Join Dream.co.id