750 Jasad Pasien Covid-19 Tersimpan di Truk Pendingin Selama Setahun

News | Selasa, 11 Mei 2021 19:00
750 Jasad Pasien Covid-19 Tersimpan di Truk Pendingin Selama Setahun

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Ratusan mayat di Kota New York ternyata masih mendekap di dalam truk pendingin di 39th Street Pier, Sunset Park.

Dream - Sejak musim semi setahun lalu, pemerintah kota New York telah melakukan penyimpanan jenazah Covid-19 di dalam truk pendingin di tepi laut Brooklyn. Kini, lebih dari setahun, ratusan jenazah itu masih terbujur kaku di kamar mayat bergerak di 39th Street Pier di Sunset Park.

Dalam sebuah laporan kepada komite kesehatan dewan kota pekan lalu, pejabat di Kantor Kepala Pemeriksa Medis New York City mengakui sekitar 750 mayat korban Covid-19 masih disimpan dalam truk tersebut.

Para pejabat menyampaikan selama rapat komite pada Rabu lalu, mereka akan mencoba mengurangi jumlahnya segera.

2 dari 7 halaman

Jumlah Orang Dikubur Naik 2 Kali Lipat

Wakil eksekutif komisioner kantor pemeriksa medis, Dina Maniotis, menyampaikan, kemungkinan jenazah pasien Covid-19 itu akan dipindahkan ke Pulau Hart, lepas pantai Bronx. Wilayah itu biasa digunakan pemerintah kota sebagai tempat menguburkan warga miskin dan jasad yang tak diambil keluarganya sejak satu abad lalu.

“ Kami akan terus bekerja sama dengan para keluarga,” jelas Maniotis kepada komite kesehatan menurut situs web New York City, dikutip dari The Washington Post, Selasa 11 Mei 2021.

" Ketika pihak keluarga meminta kami menemindahkan jenazah ke Pulau Hart, kami akan melakukannya dengan cepat," jelasnya.

Menurut sebuah penelitian yang dilakakukan melalui kolaborasi New York City dan Stabile Center for Investigative Reporting Fakultas Jurnalisme Universitas Columbia, satu hingga 10 korban virus corona di kota itu akan dikuburkan di Pulau Hart.

Analisis ini mengungkapkan sedikitnya 2.334 orang dewasa dikuburkan di pulau itu pada 2020, dua kali lipat lebih besar dari tahun sebelumnya.

3 dari 7 halaman

200 Kasus Kematian per Pekan

Pada Maret dan April tahun lalu, kota New York merupakan satu di antara wilayah yang paling parah dihantam pandemi virus corona. Kantor pemeriksa medis menangani 20 kematian setiap hari, dibanjiri dengan 200 kasus kematian per minggu, berdasarkan laporan The Wall Street Journal.

Oleh karena itu, 500 hingga 800 jenazah harus disimpan di mobil berpendingin sejak April 2020.

Banyak dari keluarga korban yang meminta mayat keluarganya yang masih dalam truk pendingin untuk di makamkan di Pulau Hart. Dalam beberapa kasus, pemerintah kota kehilangan kontak dengan beberapa keluarga korban.

Sebanyak 85 truk pendingin pernah dikirim ke pemerintah kota oleh Badan Manajemen Kedaruratan Fedeal. Mobil itu terparkir di luar rumah sakit selama berhari-hari saat awal masa pandemi. Fenomena mengenaskan ini menjadi salah satu tanda paling jelas tingginya angka kematian di kota New York.

Sumber: The Washington Post

4 dari 7 halaman

Mengerikan! 650 Jenazah Pasien Covid-19 Menumpuk di Truk

Dream - Melonjaknya gelombang pasien Covid-19 di New York, Amerika Serikat, sejak musim semi, melahirkan problematika baru bagi tim medis.

Hampir 700 mayat korban terinfeksi Covid-19 dikabarkan tersimpan begitu saja di dalam truk penyimpanan mayat.

Terbengkalainya mayat-mayat di rumah sakit ini disebabkan penuhnya kamar mayat usai adanya lonjakan jumlah pasien Covid-19.

5 dari 7 halaman

Terkait Masalah Keuangan

Menurut The Wall Street Journal, kurang lebih 650 mayat masih disimpan di armada truk freezer yang terpakir di sepanjang tepi pantai Brooklyn.

Menurut laporan, sebagian besar jenazah yang tersimpan adalah pasien yang tidak mampu melakukan penguburan.

Seorang juru bicara mengatakan, ketika petugas berhasil menghubungi kerabat, pihak keluarga memilih untuk menyimpan jenazah di truk freezer karena alasan keuangan.

6 dari 7 halaman

Terjadi Sejak April

Penumpukan jenazah bahkan sudah terjadi sejak bulan April lalu, ketika New York berada dipuncak penyebaran virus Covid-19 yang sangat masif, hingga membuat pemerintah harus melakukan lockdown kota ini.

Di bulan April rumah sakit mencatat ada lebih dari 83.000 pasien terinfeksi dengan jumlah kematian mencapai 1.941.

Sementara di bulan September hingga November, rata-rata rumah sakit mencatat kasus baru yang kian tinggi. Totalnya rumah sakit sudah menerima 1.112 pasien.

Ruang rawat inap di New York juga telah mencapai 60.547 pasien dengan rata-rata pertumbuhan pasien 3,07 persen setiap minggunya.

7 dari 7 halaman

Konflik Wilayah Penguburan Jenazah Covid-19

Berdasarkan fakta di lapangan, Gubernur Andrew Cuomo mengungkap, masifnya virus Covid-19 membuat kesempatan pasien makin kecil untuk bisa bernafas secara normal tanpa alat bantu (ventilator).

Untuk mencegah penumpukan jenazah, pihak rumah sakit dan pemerintah menjadwalkan rata-rata 24 jenazah akan dimakamkan di pemakaman umum Kota New York, di pulau Hart, Bronx.

Setelah laporan tersebut dirilis, Walikota Bill de Blasio kemudian membantah dan berjanji tak akan menjadikan pulau Hart sebagai tempat pemakaman masal jenazah Covid-19.

Hingga kini pemerintah kota New York masih terus mencari solusi untuk mengurai penumpukan mayat di kota New York.

Sumber: Daily Mail

Join Dream.co.id