Doyan Jajal Kuliner Kekinian, Si Gadis Divonis Diabetes dan Hipertensi

News | Rabu, 6 November 2019 11:01
Doyan Jajal Kuliner Kekinian, Si Gadis Divonis Diabetes dan Hipertensi

Reporter : Sugiono

Sekarang dia buta dan tidak bisa bekerja seperti biasanya.

Dream - Tren makanan selalu datang dan pergi mengikuti perkembangan zaman. Tetapi apakah kamu pernah memeriksa kandungan dari makanan kekinian itu? Meski dengan alasan tak mau dianggap anak Kuper, tetap saja kamu harus berhati-hati.

Beberapa jenis kuliner yang tiba-tiba viral ternyata bisa menyimpan marabahaya karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Pengalaman tak menyenangkan itu dialami seprang gadis asal Malaysia bernama Sidah. Gadis 27 tahun itu gemar mencoba berbagai makanan dan minuman yang sedang viral.

Dampaknya sungguh mengejutkan. Sekarang dia menyesal dengan kebiasaan buruk yang dilakukannya saat dia masih sehat.

2 dari 6 halaman

Sakit Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi

Sidah menghadapi kenyataan pahit akibat sering berganti jenis makanan dan minuman yang sedang tren.

Merasa masih berusia muda dan sehat. Sidah menganggap tidak mungkin jatuh sakit atau menderita penyakit yang membahayakan hanya karena menjajal kuline kekinian.

Tapi kenyataan berkata lain. Di usia masih 19 tahun, Sidah sudah menderita diabetes dan tekanan darah tinggi.

" Akibatnya, pandang mata saya begitu buruk hingga hampir bisa dibilang buta," katanya.

3 dari 6 halaman

Merasa Sangat Menyesal

Sidah sekarang hanya bisa menyesal karena selalu mengikuti tren makanan dan minuman yang lagi viral.

Dia tidak menjaga kesehatannya saat masih muda dan sehat. Tapi malah memasukkan racun yang pelan-pelan menggerogoti tubuhnya.

" Saya menyesal tidak menjaga kesehatan ketika masih muda dan hanya mencoba makanan atau minuman yang sedang viral.

" Padahal, sebagian besar makanan atau minuman itu sebenarnya tidak memiliki nilai gizi. Mereka cenderung tinggi gula dan karbohidrat," katanya.

4 dari 6 halaman

Terpaksa Berhenti Bekerja

Sidah mulai menjalani perawatan lanjutan pada bulan Juli. Upaya penyembuhan itu diakukan setelah dia mengalami masalah dengan penglihatannya yang membuatnya tidak dapat mengendarai sepeda motor untuk bekerja.

Kini Sidah dengan terpaksa harus melepaskan pekerjaannya sebagai penjahit. Kehidupannya sekarang bergantung pada ibu dan adik laki-lakinya, yang bekerja di supermarket.

Sebelumnya, Sidah menjalani perawatan lanjutan hanya selama satu tahun. Setelah itu dia berhenti minum obat dan memeriksakan diri karena terlalu sibuk.

Ketika masalah dengan penglihatannya mulai parah, Sidah langsung pergi ke rumah sakit. Ternyata gangguan penglihatannya itu berasal dari penyakit diabetes.

5 dari 6 halaman

Mulai Menjalani Hidup Sehat

Sejak itu, Sidah mulai makan makanan sehat dan benar-benar mengurangi karbohidrat, lemak, dan asupan gula.

Sidah juga menyebutkan bahwa ibunya memiliki masalah kesehatan seperti asma dan serangan jantung.

Biasanya, Sidah yang mengantar ibunya ke rumah sakit untuk periksa. Tapi sekarang dia harus minta bantuan pamannya.

Ayah Sidah meninggal pada tahun 2012 karena infeksi dan sejak itu, dia dan saudara lelakinya yang bekerja untuk menghidupi keluarga.

6 dari 6 halaman

Khawatir dengan Masa Depannya

Tetapi karena kondisi Sidah sekarang tidak memungkinkannya untuk bekerja, maka saudara laki-lakinya satu-satunya yang bekerja.

Karena itu, keluarga Sidah menerima RM200 (Rp676 ribu) setiap bulan dari departemen kesejahteraan tetapi itu masih tidak cukup.

Kondisi Sidah membuat sang ibu merasa khawatir. Tidak hanya berharap penglihatannya pulih, tapi Sidah belum menikah.

" Satu-satunya hal yang saya harapkan saat ini adalah penglihatannya kembali. Saya khawatir tentang masa depannya," kata ibu Sidah.

(Sumber: World of Buzz)

Join Dream.co.id