Geger Penemuan Mayat WNI dalam Koper di Mekah

News | Senin, 30 November 2020 11:59
Geger Penemuan Mayat WNI dalam Koper di Mekah

Reporter : Ahmad Baiquni

Koper berisi jasad tersebut digeletakkan begitu saja di pinggir jalan.

Dream - Mayat seorang wanita ditemukan dalam koper yang tergeletak di Kota Mekah, Arab Saudi. Tepatnya di dekat jalan lingkar keempat.

Investigasi awal menyebutkan jasad tersebut dikenali sebagai wanita 24 tahun berkebangsaan Indonesia. Beberapa hari sebelumnya, ada pihak yang mengaku sebagai majikannya melapor bahwa wanita itu sudah beberapa hari tidak masuk kerja.

Kantor Kejaksaan di Mekah menerima dokumen kasus ini. Investigasi lanjutan dijalankan untuk mengungkap penyebab kematian.

Kepolisian Mekah menerima laporan pada Jumat sore dari seorang warga. Pelapor mengaku menemukan koper besar tergeletak di tanah.

Pelapor sempat memeriksa koper tersebut. Dia terkejut mendapati koper itu berisi jasad wanita.

Sumber: Gulf News

2 dari 8 halaman

Diculik Saat Belanja, Mama Muda Ditemukan Dikubur Bersama 6 Jasad Lainnya

Dream - Mama muda yang juga model asal Meksiko, Yessenia Estefania Alvarado, ditemukan tewas bersama 6 orang lainnya di dalam sebuah kuburan massal.

 Lubang tempat jasad Yessenia ditemukan bersama 6 jasad lainnya.© Newsflash

Wanita cantik 24 tahun dari Kota Ciudad Obregon itu sebelumnya dilaporkan hilang pada 19 Agustus lalu. Dia dilaporkan diculik oleh sekelompok pria saat sedang berbelanja di supermarket.

3 dari 8 halaman

Yessenia adalah ibu dari seorang anak dan bekerja sebagai model. Tubuhnya ditemukan bersama 6 jasad lainnya dalam sebuah lubang dangkal di wilayah Canal Bajo pada 20 September lalu.

Dia dilaporkan diculik saat berbelanja oleh sekelompok empat pria dengan menggunakan truk pickup.

 Yessenia diculik sekelompok pria saat belanja di supermarket.© Newsflash

Untuk mencari keberadaan Yessenia yang telah hilang dua bulan, kakak laki-lakinya Carlos Alvarado Rivera memposting foto-fotonya di media sosial.

4 dari 8 halaman

" Kamu akan kembali. Kamu wanita yang sangat baik. Ibu yang hebat dan tidak mendatangkan masalah buat siapa pun. Semua yang terjadi ini hanyalah kesalahpahaman," tulis Carlos.

 Selain jadi model, Yessenia juga seorang mama muda dari seorang anak.© Facebook Yessenia E. Alvarado

 

Namun pada 20 September lalu, jasad Yessenia ditemukan terkubur dalam sebuah lubang dangkal bersama 6 korban lainnya.

5 dari 8 halaman

Selain hasil laporan pemeriksaan DNA, penemuan mayat model tersebut disahkan oleh ahli keluarga berdasarkan baju yang dipakainya.

 Keluarga mengenali jasad Yessenia dari baju yang dipakainya.© Newsflash

Setelah mayat adiknya itu, Carlos mengatakan bahwa keluarga rela dengan kepergian Yessenia. Namun mereka tidak dapat menyembunyikan kesedihan.

Sementara itu polisi masih terus berusaha mengungkap identitas jenazah lainnya. Keenam jenazah itu terdiri dari 3 pria, 2 wanita, dan korban terakhir belum diketahui jenis kelaminnya.

Sumber: The Sun

6 dari 8 halaman

Kisah TKI Diberi Rumah Mewah dari Warga Arab, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Dream - Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan pula. Tampaknya hal itu benar-benar dirasakan oleh salah satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jeddah, Arab Saudi.

Pria bernama Alman Mulyana ini mendapatkan harta warisan dari seorang warga Arab. Tidak tanggung-tanggung, Alman mendapatkan rumah mewah yang sudah terisi sejumlah perabotannya.

Bukan tanpa alasan Alman mendapatkan harta itu, meski bukan siapa-siapa dalam keluarga sang pemberi.

Lewat video YouTube Muhammad Sofi AW, Alman Mulyana memberikan penjelasan itu bukanlah sebagai bentuk warisan, melainkan hibah.

Sebab, warisan itu diberikan kepada hak waris, seperti anak-anak sang pemberi rumah.

 Alman© YouTube Muhammad Sofi AW

“ Jadi guys, ini mohon maaf. Jadi bukan warisan, tetapi lebih tepatnya itu hibah. Kalau warisan itu hak waris, buat anak. Ini rumah hibah, jadi ini kebaikan si kakek sama saya,” papar Alman Mulyana.

“ Ini kakek nih,” ungkap Alman sembari memperlihatkan pigura foto sang kakek.

“ Mana Kang? Mana Kang? Ya Allah ini kakeknya Kkang Alman, Ya Salam,” ujar Muhammad Sofi saat melihat foto sang kakek.

7 dari 8 halaman

Awal Pertemuan

Alman tak lupa menceritakan awal mula bertemu dengan sang kakek. Siapa sangka, pertemuan mereka dilandasi dari aktivitas rutin Alman yang mampu menarik perhatian sang kakek.

“ Nah saya datang ke sini itu, ini (perabotan rumah) sudah seperti ini. Jadi ceritanya, ketemunya sama kakek itu luar biasa waktu saya kerja jadi sopir pribadi. Saya sholat Subuh itu sebelum azan, saya sudah di masjid. Dan kakek itu perhatiin saya terus, ‘Ini anak sebelum azan kok sudah ada terus’ gitu. Dan saking lamanya bertahun-tahun, mungkin ada jarak setahun setengah si kakek baru nyapa. Kan dilihat dari luar itu kayak sombong loh kakek tuh, pertamanya,” cerita Alman.

 Alman© YouTube Muhammad Sofi AW

“ Saya baru ini di salam duluan sama orang Arab. Saya bilang kontrakan saya jauh dan ke masjid saya jalan kaki. ‘MashaAllah’ (kata kakek), sudah segitu. Terus setiap hari sholat Subuh ngobrol sampai jam setengah enam kadang ya. Dan ujung-ujungnya kakek itu menawarkan diri ke saya. Menawarkan jasa gitu katanya gini, ‘Kamu jangan utang (sewa) rumah. Kamu tinggal saja di rumah saya’. Saya tolak langsung mentah-mentah, saya enggak sangka dikasih rumah segede gini. Kirain tuh kamar sepetak, kamar sopir. Dan ternyata saya dikasih ini tuh sebenarnya panjang ke sana,” jelasnya.

8 dari 8 halaman

Diberi Rumah Mewah

Alman mengaku sempat ditawari untuk menempati salah satu rumah sang kakek.

Bukan sombong, Alman dengan tegas menolaknya. Kedekatan terus terjalin, hingga akhirnya kesepakatan pun dilakukan. Alman menerima kebaikan niat sang kakek, namun dirinya hanya ingin mengontrak saja.

“ Dan akhirnya saya tolak mentah-mentah, ‘Kenapa kamu tolak pemberian saya?’ katanya. Saya bilang, saya bukan menolak rezeki tetapi saya sama kamu itu belum kenal lama. Tetapi kamu tuh tiba-tiba percaya kasih tempat tinggal ke saya. Dan akhirnya ‘ya sudah gini saja, saya kontrakkan enggak apa-apa. Kamu kontrak di rumah saya’. Saya pikir lagi, enggak langsung datang, itu prosesnya lumayan lama. Saya orang lama juga di sini dari tahun 2004, jadi enggak mudah dekat sama orang Arab. Lama semakin lama, dia tuh makin dekat ke saya,” kata Alman Mulyana.

 Alman© YouTube Muhammad Sofi AW

 

“ Akhirnya pulang dari masjid itu sarapan, ‘Habis pulang sarapan kita lihat rumah yang saya kontrakan ke kamu’. Akhirnya saya dilihatin rumah ini, saya bilang ‘Wuh enggak mau saya, saya enggak kuat bayar kontrakan’. ‘Kamu kuat berapa bayar kontrakan? (kata si kakek), 1000 saja sudah kemahalan saya bilang. ‘Ya sudah sepunyanya saja’, akhirnya saya kontrak 800 rumah ini. Segede gini 800, sudah tinggal pakai fasilitas,” sambung Kang Alman.

“ ‘Iya ini buat kamu. Saya suka sama kamu tuh seperti ke anak saya. MashaAllah kamu setiap subuh sudah ada, sebelum adzan subuh sudah ada di Masjid. Dan saya enggak punya anak’. Dan akhirnya saya dengan segala kerendahan hati menghargai niat baik sang kakek,” tambahnya.

Join Dream.co.id